Deeptalk.co.id – Spektrum kepribadian dengan tipe intovert dan ekstrovert dikembangkan pertama kali oleh Carl Jung. Ia memperhatikan bahwa kebanyakan orang masuk ke dalam salah satu dari dua kategori besar tersebut. Namun, beberapa pendapat lainnya mengemukakan ada juga tipe kepribadian ambivert yang berada di tengah-tengah antara kedua spektrum tersebut.
Menurut Carl Jung, orang cenderung mengambil energi dari lingkungan yang berbeda. Dimana introvert yang lebih suka menyendiri saat perlu mengisi ulang energi, sedangkan ekstrovert mendapatkan dorongan energi dengan keberadaannya di sekitar orang lain. Untuk ambivert sendiri justru dapat menemukan cara untuk menikmati suasana sosial dan kesendirian.
Ambivert terkadang juga disebut introvert sosial atau ekstrovert antisosial. Mereka pandai bercerita dan mendengarkan cerita, juga mereka cenderung memproses informasi secara internal sebelum memutuskan sesuatu. Tergantung pada konteks, situasi, dan orang-orang yang terlibat, ambivert dapat menyesuaikan diri dengan percakapan apa pun, memimpin, dan menarik semua perhatian. Namun, mereka juga akan menarik diri untuk memulihkan diri dari keterlibatan sosial.
Pada artikel kali ini, kami akan mengajak Anda memahami lebih lanjut mengenai tipe kepribadian ambivert ini. Baik melalui asal-usul teoritisnya hingga ciri khas yang membedakan tipe ambivert dengan tipe introvert-ekstrovert.
Asal-usul Teoritis Ambivert

Orang pertama yang menciptakan istilah “ambiversi” adalah psikolog Kimball Young pada tahun 1927 dalam Source Book for Social Psychology. Namun istilah ambivert tersebut adalah hasil pengembangan introversi dan ekstroversi yang pertama kali digagas secara inti oleh Carl Jung dalam eksplorasi kepribadiannya.
Jung mendefinisikan ekstraversi sebagai “pengalihan libido ke luar” dan introversi sebagai “pengalihan libido ke dalam.” Ia menyebut libido sebagai motivasi untuk berbagai perilaku – termasuk dan tidak termasuk kepuasan seksual. Sejak saat itu, penelitian telah menunjukkan bahwa ambiversi cukup umum, dengan perkiraan yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh populasi umum cenderung menjadi ambivert.
Terlepas dari prevalensi ambiversi, ambiversi lebih jarang ditulis daripada ekstraversi dan introversi. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kepercayaan luas bahwa ekstraversi dan introversi adalah sifat-sifat biner. Akibatnya, banyak orang ambivert yang gagal mengenali ambiversi mereka, dan malah menempatkan diri mereka di salah satu ujung spektrum atau di ujung lainnya.
Spektrum introvert-ekstrovert adalah sebuah model yang menunjukkan bahwa ada sebuah kontinum perilaku introvert dan ekstrovert, dengan ambivert berada di tengah-tengahnya. Di salah satu ujung spektrum adalah introvert, yang cenderung pendiam, reflektif, dan tenang. Sedangkan di ujung lainnya adalah ekstrovert, yang biasanya lebih ramah, tegas, dan mudah bergaul. Kemudian ambivert berada di antara kedua ekstrem ini.
Mungkin ada komponen genetik pada introversi, ekstraversi, dan ambivert. Bukti untuk perdebatan ini sebagian besar berasal dari penelitian tentang anak kembar. Satu penelitian menemukan bahwa kembar identik cenderung memiliki orientasi yang sama daripada kembar fraternal.
Penelitian lain menunjukkan bahwa introvert dan ekstrovert berbeda dalam aktivitas otak mereka. Sebagai contoh, sebuah penelitian menemukan bahwa orang introvert memiliki lebih banyak aliran darah ke lobus frontal otak mereka, sementara orang ekstrovert memiliki lebih banyak aliran darah ke bagian belakang. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin ada beberapa perbedaan neurologis yang mendasari antara kedua tipe tersebut.
Baca juga: Menggunakan Big Five Untuk Mengetahui Kepribadian Diri
Ciri Khas Kepribadian Ambivert

Jika dilihat pada spektrum kepribadian, ambivert terletak di antara ekstrovert dan introvert. Sehingga kepribadian yang nampak pun seperti gabungan atau diantara kedua tipe kepribadian tersebut. Mungkin bisa dikatakan seorang ambivert bisa menjadi introvert sekaligus ekstrovert secara bersamaan. Oleh karenanya, mungkin jika Anda memang benar ambivert, Anda akan merasa bingung seperti apa kepribadian Anda sesungguhnya.
Sekarang, sebagai seorang ambivert, Anda mengenal kedua sisi ini dengan baik. Untuk lebih memahami diri Anda sebagai introvert, mari Anda lihat karakteristik apa saja yang Anda miliki sebagai seorang ambivert:
- Ambivert adalah pendengar sekaligus komunikator yang baik. Ini membuat Anda menjadi tempat yang tepat untuk menangis, atau juga sumber cinta yang kuat saat dibutuhkan. Mungkin introvert lebih menahan penilaian mereka karena merasa kurang bijak, namun ambivert lebih cenderung mampu untuk mengutarakan pendapatnya dengan bijaksana. Di sisi lain Anda sebagai ambivert hebat dalam diskusi dan debat, juga dapat menyampaikan argumen dengan penuh percaya diri.
- Orang ambivert memiliki persona yang damai dan hebat. Saat menghadapi situasi yang panas, ambivert cenderung kembali ke akal sehat dan mengumpulkan emosi mereka lebih cepat dibanding tipe lainnya sebelum membawa kedamaian bagi semua orang yang terlibat. Ambivert juga memiliki kemampuan negosiasi yang baik karena mereka dapat berhubungan dengan banyak orang di berbagai tingkatan.
- Para ambivert dapat megatur perilakunya sendiri. Jika diibaratkan dalam dunia simulasi, dimana kepribadian dapat dibentuk, itu mungkin adalah ambivert. Mereka dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tipe kepribadian dan mengeluarkan yang terbaik dari mereka. Ambivert dapat menghargai berbagai sifat yang dimiliki orang.
- Ambivert sangat berempati. Ini terkait dengan poin sebelumnya dimana ambivert juga bisa menempatkan diri pada posisi hampir semua orang. Misalnya, seorang introvert akan melihat gaya hidup ekstrovert sebagai mimpi terburuk mereka. Tapi ambivert cenderung dapat memahami keduanya dan bahkan mencapai keseimbangan dalam perilaku untuk mengakomodasi dua hal yang ekstrem.
- Orang yang ambivert dikenal sebagai pribadi yang setia, terutama pada orang-orang yang mereka sayangi dan mereka bahkan rela melakukan apa saja untuk membuat orang sekelilingnya bahagia.
- Ambivert adalah kepribadian yang dapat menjadi “pemain tim” atau setelah mereka memiliki waktu untuk menyaring ide-idenya sendiri. Ini adalah kombinasi yang baik untuk proyek kelompok apa pun karena Anda pandai menilai informasi dengan cepat dan mencapai kesimpulan sendiri. Anda juga mampu mengambil alih kepemimpinan dan membimbing orang lain menuju tujuan bersama.
Baca juga: Memahami Psikososial : Kaitan Antara Psikologi dan Kehidupan Sosial
Sumber:
Ambivert: Meaning, Traits and Personality | StudySmarter. (2023). StudySmarter UK. https://www.studysmarter.co.uk/magazine/ambivert/
What is an Ambivert Personality? An In-Depth Definition and Guide. (2022, November 3). Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/ambivert.html
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



