Semua artikel
Sosial

Mengenal Lebih Jauh Dismorfik Tubuh dan Standar Kecantikan di Setiap Negara

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah merasa tidak puas dengan penampilan fisik kamu? Apakah kamu pernah merasa bahwa ada bagian tubuh kamu yang cacat atau tidak sempurna? Apakah kamu pernah berusaha untuk mengubah atau memperbaiki bagian tubuh kamu yang kamu anggap kurang menarik? Jika ya, maka mungkin kamu mengalami gangguan dismorfik tubuh.

Gangguan dismorfik tubuh adalah gangguan internal yang ditandai dengan gejala berupa rasa cemas berlebihan terhadap kelemahan atau kekurangan dari penampilan fisik diri sendiri. Penderita gangguan ini sering merasa malu dan resah karena menganggap dirinya buruk sehingga menghindari berbagai situasi sosial. Selain itu, penderita juga sering menjalani operasi plastik atau berbagai perawatan lainnya untuk memperbaiki penampilannya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang gangguan dismorfik tubuh dan standar kecantikan di setiap negara. Kita akan melihat bagaimana gangguan ini bisa dipengaruhi oleh faktor- faktor internal dan eksternal, terutama oleh standar kecantikan yang berbeda- beda di setiap negara. Kita juga akan melihat bagaimana kita bisa mengatasi gangguan ini dengan cara yang sehat dan positif.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Dismorfik Tubuh 

Penyebab utama gangguan dismorfik tubuh tidak diketahui dengan pasti. Meski begitu, kondisi ini diduga muncul akibat kombinasi dari beberapa faktor. Namun faktor lingkungan cukup besar dampaknya untuk mempengaruhi dismorfik tubuh. Penilaian negatif dari lingkungan terhadap citra diri penderita. Pengalaman buruk atau trauma di masa lalu. Atau standar kecantikan yang tinggi dan tidak realistis dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan dismorfik tubuh.

Salah satu faktor lingkungan yang bisa mempengaruhi gangguan dismorfik tubuh adalah standar kecantikan yang berbeda- beda di setiap negara. Standar kecantikan adalah kriteria atau norma yang digunakan oleh masyarakat untuk menilai penampilan fisik seseorang. Standar kecantikan bisa dipengaruhi oleh faktor- faktor seperti budaya, sejarah, media, atau industri kecantikan.

Standar kecantikan bisa menjadi salah satu sumber tekanan atau stres bagi seseorang yang ingin memenuhi ekspektasi atau harapan dari masyarakat. Jika seseorang merasa tidak sesuai dengan standar kecantikan yang berlaku di negaranya, ia bisa merasa tidak percaya diri, tidak bahagia, atau bahkan depresi. Ia juga bisa berusaha untuk mengubah penampilannya dengan cara- cara yang tidak sehat atau berbahaya, seperti diet ekstrem, operasi plastik, atau penggunaan produk- produk kecantikan yang berbahaya.

Baca juga: Mengapa Memiliki Hobi Penting untuk Kesehatan Mentalmu?

Standar Kecantikan di Setiap Negara

Standar kecantikan di setiap negara bisa sangat berbeda- beda tergantung pada faktor- faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Berikut adalah beberapa contoh standar kecantikan di beberapa negara di dunia

Jepang

Di negara ini, memiliki gigi yang tidak rata dan berlapis- lapis dianggap sebagai sesuatu yang lucu dan merupakan simbol keindahan alami serta awet muda. Senyum yang hampir menyerupai vampir atau yaeba ini akan dianggap lebih menarik daripada gigi yang rapi dan lurus. Banyak perempuan Jepang yang sengaja melakukan prosedur untuk membuat gigi mereka menjadi lebih tidak rata atau menambahkan gigi palsu untuk menciptakan efek yaeba.

Selandia Baru

Di negara ini, memiliki tato di wajah atau tubuh dianggap sebagai semacam kartu identitas dan merupakan simbol kebanggaan dan kehormatan. Tato ini biasanya dibuat oleh penduduk asli Selandia Baru, suku Maori, dengan menggunakan warna hitam dan biru tua untuk menato dagu, bibir, atau alis. Tato ini bisa menceritakan seluruh cerita tentang pemiliknya dan menunjukkan status sosial atau kelompoknya.

Myanmar

Di negara ini, memiliki leher panjang dianggap sebagai simbol kesejahteraan dan kecantikan. Perempuan dari suku Kayan biasanya memakai kalung kuningan di lehernya sejak usia lima tahun. Jumlah kalung ini akan bertambah satu setiap tahun hingga mencapai 25 kalung. Akibat memakai kalung ini, panjang leher seseorang bisa mencapai 40 sentimeter. Kalung ini juga melindungi leher dari gigitan binatang buas atau serangan musuh.

Etiopia

Di negara ini, memiliki bibir yang lebar dianggap sebagai simbol kecantikan dan kesuburan. Perempuan dari suku Mursi biasanya mencabut dua gigi depan bagian bawah dan menindik bibir bawahnya sejak usia 15 tahun. Kemudian, mereka akan memasukkan piringan kayu ke dalamnya. Ukuran piringan ini akan diperbesar seiring dengan bertambahnya usia. Semakin besar piringan yang dipakai, semakin tinggi nilai jual perempuan tersebut untuk dinikahkan.

China

Di negara ini, memiliki kulit yang putih dan bersih dianggap sebagai simbol kecantikan dan kemewahan. Perempuan China biasanya menghindari paparan sinar matahari langsung dan menggunakan berbagai produk pemutih kulit untuk membuat kulit mereka tampak lebih cerah. Selain itu, perempuan China juga menginginkan wajah yang berbentuk V atau round dengan dagu yang lancip dan pipi yang tirus.

Korea Selatan

Di negara ini, memiliki mata yang besar dan bulat dianggap sebagai simbol kecantikan dan ekspresif. Perempuan Korea Selatan biasanya menggunakan lensa kontak berwarna atau operasi plastik untuk membuat mata mereka tampak lebih besar. Selain itu, perempuan Korea Selatan juga menginginkan hidung yang mancung dan tinggi dengan ujung yang lancip dan bibir yang tipis dan merah muda.

India

Di negara ini, memiliki rambut yang panjang dan hitam dianggap sebagai simbol kecantikan dan kewanitaan. Perempuan India biasanya merawat rambut mereka dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk membuat rambut mereka tampak lebih berkilau dan sehat. Selain itu, perempuan India juga menghias rambut mereka dengan menggunakan bunga- bunga atau aksesoris lainnya.

Indonesia

Di negara ini, memiliki tubuh yang langsing tapi berisi dianggap sebagai simbol kecantikan dan kesehatan. Perempuan Indonesia biasanya menjaga berat badan mereka dengan melakukan olahraga atau diet seimbang untuk membuat tubuh mereka tampak lebih proposional.

Baca juga: Fenomena Kesurupan dalam Ilmu Psikologi

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Lebih Jauh Dismorfik Tubuh dan Standar Kecantikan di Setiap Negara — DeepTalk