Semua artikel
Perilaku

Mengenal Kemampuan yang Dibutuhkan Untuk Membentuk Resiliensi

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Resiliensi adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk bisa bertahan dan beradaptasi dengan situasi yang tidak diharapkan. Kemampuan yang satu ini akan sangat membantu pemulihan seseorang, setelah melalui kejadian-kejadian traumatis.

Namun jangan salah sangka, orang dengan resiliensi yang baik bukan berarti tidak mengalami stress atau tekanan di dalam hidupnya. Melainkan mereka mampu mengelola stress yang dirasakan dengan baik. Maka jangan heran jika melihat mereka cenderung memiliki emosi yang stabil, dan terlihat lebih tenang.

Setiap orang tentu pernah mengalami kegagalan. Namun tidak semua orang mampu melaluinya dengan baik. Kegagalan memang kerap kali menimbulkan kekecewaan. Maka dari itu, penting bagi kita mengembangkan kemampuan resiliensi untuk terhindar dari rasa kecewa yang terlalu dalam. Kemampuan yang satu ini juga bisa membuat kita terhindar dari berbagai macam jenis gangguan mental.

Tahukah kamu bahwa resiliensi sendiri terbentuk dari beberapa kemampuan. Kemampuan-kemampuan tersebut sangat jarang dikuasai seluruhnya oleh satu individu. Lantas apa saja kemampuan-kemampuan yang di maksud? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai kemampuan yang dibutuhkan untuk membentuk resiliensi. Namun perlu diketahui bahwa, artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu membutuhkan informasi lebih, maka kamu bisa berdiskusi dengan psikolog atau orang-orang yang ahli dibidang tersebut.

Berikut kemampuan yang dibutuhkan untuk membangun resiliensi:

Regulasi Emosi

Kemampuan pertama adalah regulasi emosi, yaitu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk dapat menilai, mengatasi, mengendalikan, dan mengungkapkan emosi yang dirasakan agar mencapai keseimbangan emosi.

Umumnya kita hanya pandai menyalurkan emosi-emosi positif saja, dan memendam emosi negatif. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan penumpukan emosi negatif. Maka tidak terjadi keseimbangan emosi di dalam tubuh kita. Untuk bisa beradaptasi melalui situasi buruk yang menimpah kita, tentu dibutuhkan emosi yang stabil. Maka dari itu, kemampuan regulasi emosi yang baik sangat penting untuk menunjang resiliensi.

Pengendalian Impuls

Kemampuan kedua adalah pengendalian impuls, yaitu kemampuan untuk mengontrol keinginan, dorongan, kesukaan, serta tekanan yang ada dalam diri seseorang. Kemampuan pengendalian impuls ini membantu seseorang untuk tetap bisa berada pada pikiran dan perilaku yang terkendali.

Untuk bisa bertahan dengan baik dalam situasi tertekan, maka dibutuhkan pikiran dan perilaku yang stabil. Maksudnya, kita masih bisa mengendalikan pikiran dan perilaku agar tetap sesuai dengan norma yang berlaku. Maka dari itu, pengendalian impuls merupakan kemampuan penting dalam resiliensi.

Baca juga : Resiliensi : Upaya Untuk Pulih Dari Situasi yang Tidak Menyenangkan

Optimisme

Kemampuan ketiga adalah optimisme, yaitu harapan atau pandangan positif terhadap kondisi atau situasi apapun. Kemampuan optimisme inilah yang membuat seseorang memiliki harapan untuk tetap berjuang dalam kondisi sesulit apapun.

Orang dengan optimisme yang baik cenderung yakin bahwa akan ada hal positif yang menunggu di kemudian hari. Hal inilah yang membantu mereka untuk tidak mudah menyerah dan bertahan di situasi sesulit apapun. Maka dari itu, untuk menunjang resiliensi yang baik, dibutuhkan optimisme yang baik pula.

Empati

Kemampuan keempat adalah empati, yaitu kemampuan untuk dapat memahami perasaan dan kondisi orang lain. Empati yang tinggi akan memberikan citra diri positif di mata orang lain. Pasalnya, orang yang memiliki empati tinggi cenderung bermurah hati dan memiliki respon positif terhadap kondisi yang terjadi di eksternal mereka. Dengan demikian, empati turut serta dalam pembentukan resiliensi.

Analisis Penyebab Masalah

Kemampuan kelima adalah analisis penyebab masalah, yaitu kemampuan memahami sebab akibat dari permasalahan yang sedang dihadapi. Jangan pikir bahwa orang dengan resiliensi yang baik justru mengesampingan permasalahan mereka. Justru mereka belajar berdamai dengan keadaan. Mereka mencoba memahami apa yang terjadi, dan pada akhirnya menemukan solusi dari permasalahan mereka. Dalam hal ini tentunya dibutuhkan kemampuan analisis penyebab masalah.

Efikasi Diri

Kemampuan keenam adalah efikasi diri, yaitu kemampuan untuk mengevaluasi kembali kemampuan atau kompetensi yang dimiliki, untuk dapat mengerjakan tugas, serta menghadapi setiap masalah yang dilalui. Kemampuan efikasi diri ini membuat individu memahami batas kemampuan yang dimiliki, serta mengerem diri untuk tidak melakukan hal-hal diluar kemampuan dirinya. Efikasi diri ini juga membantu individu untuk bisa menghadapi masalah, dan bangkit setelah kegagalan.

Peningkatan Aspek Positif

Kemampuan terakhir adalah peningkatan aspek positif, yaitu kemampuan untuk bisa melihat, menyadari, dan melatih untuk bisa lebih baik ke arah hal-hal yang positif. Kemampuan ini salah satu yang sangat penting dalam resiliensi. Pasalnya, kemampuan inilah yang mengarahkan pikiran dan perilaku individu untuk bisa berpikir dan bertindak secara positif. Terlepas dari seberapa sulit masalah yang sedang dihadapi.

Itu dia beberapa kemampuan yang dibutuhkan untuk membentuk resiliensi. Seperti yang dipaparkan di atas, hampir tidak ada orang yang mampu memaksimalkan ketujuh kemampuan tersebut. Meski demikian, kemampuan-kemampuan tersebut bisa dilatih untuk setidaknya bisa sedikit membangun resiliensi dalam diri.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Traffic Stress Syndrome : Stress Akibat Kemacetan Lalu Lintas

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Kemampuan yang Dibutuhkan Untuk Membentuk Resiliensi — DeepTalk