Semua artikel
Pikiran

Mengenal Karakter dan Jenis-Jenis Overthinking

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Banyak berpikir merupakan hal yang bagu. Benarkah seperti itu? Nyatanya, segala sesuatu yang berlebihan akan membawa dampak buruk untuk diri sendiri. Termasuk dalam berpikir. Berpikir secara berlebihan atau yang dikenal dengan istilah overthinking nyatanya bisa menimbulkan banyak sekali masalah. Mulai dari masalah kesehatan menta, fisik, hingga masalah dalam bersosial.

Overthinking memang tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Namun bukan berarti overthinking bisa dibiarkan begitu saja. Berpikir secara berlebihan tentu akan membuat otak merasa kelelahan. Selain itu, penderita juga mengalami penurunan produktivitas. Hal tersebut dipicu oleh proses berpikir yang menghabiskan terlalu banyak waktu. Dimana waktu tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk action yang lebih berarti.

Sayangnya, terkadang kita tidak paham sampai mana pikiran itu sudah masuk dalam kategori overthinking. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai karakteristik overthinking, dan jenis-jenis dari overthinking itu sendiri.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala gangguan mental. Kangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Karakter Overthinking

A young woman working in a book on the table and holding a coffee cup

Tidak semua orang sadar bahwa dirinya sedang mengalami overthinking. Bisa jadi karena kurangnya pemahaman terkait overthinking. Bisa juga karena kurangnya kepekaan terhadap diri sendiri. Selain itu, kondisi overthinking satu orang dan orang yang lain juga bisa berbeda-beda. Untuk mengenal lebih jauh mengenai overthinking, berikut beberapa karakteristik dari overthinking:

Analisis berlebihan

Karakter pertama overthinking adalah analisis yang berlebihan. Memang bagus untuk melakukan analisis sebelum bertindak. Namun jangan sampai analisis yang dilakukan terlalu berlebihan, dan justru menghabiskan terlalu banyak waktu. Analisis berlebihan ini termasuk memikirkan hal-hal detail yang tidak terlalu penting, membuat kesimpulan yang tidak perlu, dan analisa situasi secara berlebihan.

Spekulasi

Karakter kedua overthinking adalah spekulasi. Spekulasi adalah upaya dalam membuat asumsi tanpa adanya bukti yang jelas. Selain itu, spekulasi juga cenderung memberikan hasil yang tidak pasti, dan memprediksikan kemungkinan yang hampir terbilang mustahil untuk terjadi.

Keraguan

Karakter ketiga overthinking adalah keraguan. Dalam hal ini, orang yang mengalami overthinking cenderung timbul rasa ragu dari dalam dirinya. Baik itu meragukan keputusan atau tindakan mereka. Tidak jarang juga menimbulkan kecemasan berlebih.

Kecemasan

Karakter keempat overthinking adalah kecemasan. Karakter yang satu ini akan membuat seorang overthinker merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Jika dibiarkan begitu saja, rasa cemas bisa berkembang menjadi stress, kesulitan mengendalikan emosi, hingga masalah psikologis lainnya.

Kesulitan mengambil keputusan

Karakter kelima overthinking adalah mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan. Bagaimana tidak, mereka terlalu memikirkan banyak hal. Termasuk hal-hal yang tidak perlu untuk dipikirkan. Proses berpikir yang terlalu panjang inilah yang membuat mereka kesulitan mengambil keputusan.

Baca juga: Mengapa Overthinking Bisa Terjadi?

Jenis-Jenis Overthinking

Young woman working on a book on the table and having stress

Selain mengetahui karakteristik overthinking, kita juga perlu tahu bahwa overthinking juga terbagi dalam beberapa jenis. Berikut beberapa jenis-jenis overthinking:

Rumination

Jenis pertama adalah rumination, yaitu proses berpikir secara berulang tentang kesalahan, kegagalan, atau masalah. Kondisi ini ditandai dengan pemikiran berulang akan masalah, kesulitan melupakan sesuatu, terlalu fokus akan hal-hal negatif, sulit mengendalikan pikiran, dan timbulnya emosi negatif seperti sedih, cemas, dan marah.

Worrying

Jenis kedua adalah worrying atau kekhawatiran. Worrying adalah proses berpikir yang melibatkan pemikiran berlebih akan situasi berbahaya, berpotensi mengancam, atau masalah yang mungkin tidak bisa dipecahkan di masa depan. Kondisi ini ditandai dengan pikiran berlebih akan potensi bahaya, kesulitan mengendalikan pikiran, fokus akan hal-hal negatif, sulit mengambil keputusan, dan timbulnya pikiran berulang akan skenario terburuk.

Analisis Paralysis

Jenis ketiga adalah analisis paralysis, yaitu kondisi dimana seseorang menghabiskan waktu terlalu lama untuk menganalisis sesuatu atau dalam mengambil keputusan. Kondisi ini ditandai dengan upaya berlebihan dalam menganalisis sesuatu, sulit mengambil keputusan, rasa takut berlebihan akan kegagalan, perfeksionis, mempertimbangkan banyak sekali opsi, dan kesulitan menentukan prioritas.

Overgeneralisasi

Jenis keempat adalah overgeneralisasi, yaitu kondisi dimana seseorang mengambil keputusan atau kesimpulan dari hal-hal umum, pengalaman, atau situasi tertentu. Kondisi ini ditandai dengan upaya membuat keputusan secara umum dari kasus tunggal, menggunakan kata-kata absolut, cenderung mengabaikan pengecualian, membuat asumsi tanpa bukti, dan kesulitan membedakan antara fakta dan opini.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai karakter dan jenis-jenis overthinking. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Waspada Dampak Mood Swing yang Bisa Menimpa Gen Z

 

Sumber:

American Psychological Association. (2020). Overthinking.

American Psychological Association. (2020). Worrying.

American Psychological Association. (2020). Analysis Paralysis.

Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow.

Nolen-Hoeksema, S., Wisco, B. E., & Lyubomirsky, S. (2008). Rethinking rumination.

Hewitt, P. L., & Flett, G. L. (1991). Perfectionism in the self and social contexts.

Nolen-Hoeksema, S. (2000). Women who think too much.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Karakter dan Jenis-Jenis Overthinking — DeepTalk