Semua artikel
Sindrom Psikologi

Mengenal Jenis-Jenis Impostor Syndrome

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap orang tentu memiliki target yang berbeda-beda dalam hidupnya. Cara untuk mencapai target tersebut juga sangat beragam. Namun pernahkah kamu sudah mencapai target, namun masih merasa kurang kompeten atau tidak bekerja dengan baik? Jika pernah, bisa jadi kamu mengalami salah satu jenis impostor syndrome.

Impostor syndrome adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan timbulnya perasaan bahwa dirinya merupakan individu yang tidak kompeten, kurang bekerja keras, atau tidak memiliki kemampuan yang memadai dalam melakukan apapun itu. Dalam beberapa kasus, penderita impostor syndrome bisa saja menjadi bersemangat untuk mencapai target yang lebih besar. Namun jika mereka gagal, maka rasa tidak berdaya yang dialami juga bisa lebih besar.

Pada dasarnya, impostor syndrome tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Artinya, kondisi tersebut tidak tercantum dalam PPDGJ dan DSM-5 yang merupakan buku pedoman diagnosa psikologis. Meski demikian, bukan berarti impostor syndrome bisa abaikan begitu saja. Pasalnya, kondisi tersebut bisa memicu berbagai gangguan psikologis yang lebih serius.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai jenis-jenis impostor syndrome. Namun sebelum kita masuk pada topik utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikaiter. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Seorang ahli yang bernama Dr. Valerie Young merupakan salah satu orang yang fokus akan kasus impostor syndrome. Beliau mengkategorikan impostor syndrome ke dalam 5 jenis tipe individu, yaitu:

The Perfectionist

Creative businessman writing on sticky notes in office

Jenis pertama impostor syndrome menurut Dr. Valerie Young adalah the perfectionist. Jenis yang satu ini merupakan jenis impostor syndrome yang paling umum jika dibandingkan dengan jenis impostor syndrome yang lain. The perfectionist merupakan orang-orang yang memiliki standar yang sangat tinggi untuk diri mereka. Maka tidak heran jika dirinya selalu merasa tidak pernah mencapai kesuksesan atau goals yang diharapkan.

Seorang perfectionist memang pada dasarnya memiliki hasil kerja yang sangat maksimal. Hal tersebut ditunjang oleh standar tinggi yang mereka tetapkan. Meski demikian, seorang perfectionist sering kali tidak merasa puas akan hasil pekerjaannya. Walaupun hasil yang didapatkan sudah cukup baik.

Saat berhadapan dengan kegagalan, seorang perfectionist juga bisa mengalami putus asa yang sangat besar. Mereka bisa kehilangan rasa percaya diri, dan juga bisa sangat terpuruk. Walaupun kegagalan yang dialami pada dasarnya normal untuk sebagian besar orang.

The Superhuman

Asian woman looking at sticky notes on glass wall

Jenis impostor syndrome selanjutnya adalah the superhuman. Jika seorang perfectionist ingin mengerjakan segala sesuatunya dengan sangat baik, seorang superhuman ingin mengerjakan sesuatu yang lebih banyak.

The superhuman beranggapan bahwa mereka akan lebih kompeten jika bisa mengerjakan banyak tugas sekaligus. Hal tersebut membuat mereka seakan tak pernah lelah. Meski demikian, kapasitas fisik yang dimiliki terkadang tidak memfasilitasi hal tersebut. Sehingga tidak jarang seorang superhuman ini sering mengalami kelelahan.

Baca juga: Tips Mengatasi Kecemasan Akibat Perang

The Natural Genius

Medical team discussing over digital tablet

Jenis impostor syndrome ketiga adalah the natural genius. Seseorang dengan tipe the natural genius beranggapan bahwa sebuah kesuksesan bisa didapatkan dengan kecerdasan dan kemampuan bawaan.

Di masa lalu the natural genius mungkin saja pernah mengalami kesuksesan dengan sangat mudah. Namun tentu saja hal tersebut tidak selalu datang. Akibatnya saat mengalami penurunan, the natural genius ini akan sangat mudah kehilangan rasa percaya diri.

Selain itu, the natural genius juga memiliki standar tinggi. Namun mereka tidak memiliki upaya untuk bertindak lebih. Pasalnya, mereka beranggapan bahwa kesuksesan bisa didapatkan dengan kemampuan bawaan yang sudah dimilikinya.

The Soloist

Doctor and nurse discussing over digital tablet

Jenis impostor syndrome keempat adalah the soloist. Seperti namanya, seorang dengan tipe the soloist percaya bahwa kesuksesan dapat dicapai dengan kemampuannya sendiri. Orang dengan tipe the soloist ini akan sangat sulit bekerja secara tim. Mereka cenderung menolak bantuan yang ditawarkan untuknya.

The soloist beranggapan bahwa semua pekerjaan bisa mereka selesaikan sendiri. Mereka memiliki anggapan bahwa mendapatkan bantuan orang lain artinya mereka kurang kompeten. Selain itu, the soloist juga cenderung sulit untuk menerima kritikan, walaupun itu bersifat membangun.

The Expert

Smiling manager talking on mobile phone

Jenis impostor syndrome kelima adalah the expert. The expert umumnya dimiliki oleh orang-orang yang sudah memiliki kemampuan ilmu di bidang tertentu. The expert beranggapan bahwa kesuksesan bisa dicapai dengan seberapa banyak informasi dan pengetahuan yang mereka miliki. Meski demikian, seseorang dengan tipe the expert masih sering meragukan ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki.

Seseorang dengan tipe the expert umumnya selalu merasa perlu untuk mengetahui setiap langkah dalam sebuah proses. Mereka juga perlu mengetahui apa yang hendak dilakukan. Semua itu membuat the expert mengikuti banyak sekali pelatihan dan sertifikasi. Meski demikian, mereka masih saja merasa kurang.

Itu dia penjelasan mengenai jenis-jenis impostor syndrome. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: War Anxiety: Kecemasan Akibat Perang

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait