Deeptalk.co.id – Beberapa orang memang memikirkan sesuatu secara berlebihan jika dibandingkan dengan orang lain. Sayangnya, alih-alih mendapatkan solusi dari hasil pemikirannya, perilaku tersebut justru meningkatkan kekhawatiran dan berdampak pada kecemasan yang berlebihan. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah overthinking.
Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Overthinking merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan sosok yang memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Tindakan semacam itu juga bisa berdampak buruk bagi penderitanya. Misalnya membuat penderita terhambat dalam pengambilan keputusan, atau justru salah dalam mengambil keputusan.
Walaupun kita sudah cukup familiar dengan istilah overthinking, namun apakah kita sudah paham mengenai overthinking itu sendiri? Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai jenis-jenis dari overthinking, dan ciri-ciri dari overthinking itu sendiri. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu ketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dari konsultasi dan pemeriksaan tersebut, kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai jenis-jenis dan ciri-ciri overthinking.
Jenis-Jenis Overthinking

Jika selama ini kita hanya mengenal bahwa overthinking adalah pemikiran berlebihan yang dilakukan seseorang, maka rasanya kita kurang menggali informasi lebih dalam mengenai hal tersebut. Pada dasarnya overthinking sendiri memiliki beberapa jenis, diantaranya:
Berulang dalam memikirkan masa lampau
Jenis pertama dari overthinking adalah orang yang berulang-ulang dalam memikirkan masa lampau atau masa lalu. Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa kejadian di masa lalu memang harus kita pikirkan secara lebih kritis. Namun pada orang-orang overthinking, tindakan tersebut bahkan berlangsung cukup sering dan cenderung mengganggu aktivitas sehari-hari.
Orang dengan overthinking yang berulang dalam memikirkan masa lalu ini selalu memiliki keinginan untuk kembali ke masa lalu dan memperbaiki masa lalu tersebut. Hal ini biasanya terjadi kepada orang-orang yang tidak puas dengan masa lalunya, atau masa sekarang yang menjadi dampak dari masa lalu.
Baca juga : Overthinking : Memikirkan Sesuatu Secara Berlebihan
Berlebihan dalam memikirkan masa depan
Jenis kedua dari overthinking merupakan kebalikan dari jenis sebelumnya. Jika sebelumnya adalah orang-orang yang berlebihan memikirkan masa lalu, maka jenis kedua ini justru berlebihan dalam memikirkan masa depan.
Orang dengan overthinking yang berlebihan dalam memikirkan masa depan ini cenderung memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi dikemudian hari. Bahkan mereka menyusun perencanaan yang cukup rumit, dan memikirkan segala konsekuensi. Tindakan berlebihan itu justru dapat menghambat pengambilan keputusan, atau membuat seseorang jauh dari harapan mereka.
Berlebihan dalam menganalisis
Jenis ketiga dari overthinking adalah berlebihan dalam menaganalisis sesuatu. Pada dasarnya kemampuan analisis merupakan hal yang positif. Namun jika hal ini dilakukan secara berlebihan, maka bisa menghambat dalam pengambilan keputusan. Orang dengan overthinking jenis ini cenderung menganalisis segala hal, termasuk hal-hal sepele sekalipun.
Berlebihan dalam memikirkan perkataan atau tindakan yang telah berlalu
Jenis overthinking selanjutnya adalah orang-orang yang berlebihan dalam memikirkan perkataan atau tindakan yang sudah berlalu. Hal ini biasanya berkaitan dengan perkataan yang tidak seharusnya diungkapkan atau tindakan yang tidak seharusnya dilakukan. Biasanya mereka menyayangkan hal tersebut dan memikirkan respon orang lain terhadapnya.
Berlebihan dalam memikirkan masalah diluar kendali dirinya
Jenis overthinking yang terakhir adalah orang-orang yang berlebihan dalam memikirkan hal-hal diluar kendali mereka. Walaupun kita memang tidak memiliki kuasa terhadap hal-hal diluar kendali kita, namun orang overthinking dengan jenis yang satu ini bahkan memikirkannya secara berlebihan. Mereka berharap bisa mengontrol segala situasi dan kondisi termasuk keputusan orang lain, peristiwa global, atau hal lainnya diluar kendali mereka.
Ciri-Ciri Overthinking

Untuk lebih mengenal mengenai overthinking, kita tentu perlu tahu ciri-ciri yang ditimbulkan oleh orang-orang yang mengalami overthinking. Berikut beberapa ciri-ciri overthinking:
· Kesulitan dalam mengendalikan pikiran berlebih di dalam otaknya. Hal ini sering kali membuat penderita justru merasa frustasi. Mereka seakan terjebak dengan pikiran-pikiran tersebut.
· Analisis berlebihan yang tidak jarang membuat mereka kelelahan secara fisik maupun mental.
· Mengalami kecemasan berlebih, terutama saat sedang memikirkan sesuatu. Mereka akan mengalami gejala kecemasan seperti jantung berdebar tak beraturan, keringat dingin, gelisah, dan lain sebagainya.
· Cenderung mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan. Hal ini disebabkan oleh analisis yang berlebihan dan cenderung memikirkan konsekuensi negatif dalam setiap tindakan mereka.
· Mengalami gangguan tidur akibat terus menerus memikirkan hal-hal yang tidak penting.
· Mempertimbangkan banyak hal, termasuk hal-hal yang tidak seharusnya menjadi pertimbangan.
· Memiliki banyak kemungkinan di dalam otak mereka terkait dengan hal-hal yang akan atau tidak akan dilakukan dalam kehidupannya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai jenis-jenis dan ciri-ciri dari overthinking. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Cognitive Behavioral Therapy : Psikoterapi Dengan Rekonstruksi Kognitif dan Perilaku
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



