Semua artikel
Sindrom Psikologi

Mengenal Gejala Post Power Syndrome Pada Lansia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Masa lansia merupakan salah satu masa yang tidak mudah untuk dilalui. Terutama bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri sedini mungkin. Lansia mengalami berbagai jenis penurunan dalam hidupnya. Termasuk penurunan kemampuan fisik, penurunan produktivitas, dan masih banyak lagi. Maka tidak heran jika di masa tersebut seseorang akan semakin rawan mengalami berbagai masalah kesehatan fisik dan mental.

Salah satu kondisi yang perlu dihadapi oleh para lansia adalah masa pensiun. Bagi mereka yang sudah mempersiapkan diri dengan baik, masa pensiun mungkin saja akan menyenangkan. Mereka bisa memiliki lebih banyak waktu untuk mengerjakan hobi yang belum sempat dikerjakan di masa produktifnya. Berbeda dengan mereka yang belum siap, masa pensiun justru bisa menjadi mimpi buruk.

Banyak yang harus dilepaskan pada masa pensiun, misalnya jabatan, produktivitas, relasi, dan juga penghasilan utama. Semua hal tersebut terjadi begitu singkat. Maka bagi mereka yang belum siap, tidak jarang masa pensiun justru menimbulkan kondisi kesehatan mental yang dikenal dengan istilah post power syndrome.

Post power syndrome atau sindrom pasca kekuasaan merupakan kondisi ketika seseorang membayangkan atau membandingkan pencapaiannya di masa muda (produktif), dengan masa sekarang (tidak produktif). Kondisi yang satu ini sangat sering dijumpai pada lansia yang sudah pensiun, kehilangan pasangan hidup, tidak memiliki kesibukan, tertekan secara finansial, dan/atau mengidap penyakit serius.

Post power syndrome seharusnya sudah diantisipasi bahkan jauh sebelum seseorang memasuki usia pensiun. Namun dalam beberapa kasus, seseorang akan terlena dengan hidup yang mereka miliki, dan baru merasa khawatir saat memasuki usia 50 tahun. Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi post power syndrome, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala post power syndrome pada lansia.

Namun sebelum kita masuk pada topik utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu memiliki orang tua atau orang terdekat dengan gejala post power syndrome, maka segera bawa untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut bersama psikolog atau psikiater. Dengan begitu orang tua atau orang terdekatmu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Gejala Post Power Syndrome

Sad elder man at home

Post power syndrome terjadi pada lansia. Sayangnya, banyak diantara mereka yang tidak begitu paham akan kesehatan mental. Bahkan tidak jarang juga mereka mengabaikan kemungkinan gejala gangguan mental yang mereka rasakan. Maka dari itu, kontribusi anak dan orang terdekat sangat penting untuk menunjang kesehatan mental para lansia.

Untuk pengenalan awal adanya kemungkinan post power syndrome, kita bisa melihat beberapa gejala berikut:

·         Menjadi lebih sensitif dari biasanya. Misalnya menjadi mudah marah, mudah tersinggung, mudah sedih, dan lain sebagainya.

·         Kehilangan gairah atau semangat hidup saat menjalani hari-hari sebagai seorang pensiunan.

·         Cenderung menarik diri dari lingkungan. Biasanya hal ini dipicu oleh perasaan rendah diri karena tidak bisa aktif lagi seperti masa mudanya. Padahanya, upaya menarik diri dari lingkungan justru bisa memperburuk kondisi lansia tersebut.

·         Menjadi keras kepala, tidak ingin kalah saat berdebat, selalu ingin orang mendengarkan dan mempercayai apa yang mereka katakan, dan cenderung menolak kemajuan zaman.

·         Tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, walaupun saat dipahami kembali pendapat orang tersebut ada benarnya juga.

·         Secara berulang-ulang menceritakan pencapaian, kehebatan, kekuasaan, atau keberhasilan yang didapatkan di masa lalu.

·         Mengalami perubahan pola tidur, bahkan hingga kehilangan nafsu makan.

Baca juga: Post Power Syndrome Kondisi Mental yang Mengancam Kesejahteraan Hidup Lansia

Cara Menghadapi Orang Tua Dengan Post Power Syndrome

Sad elder man at home

Memiliki orang tua dengan post power syndrome tentu bukan hal yang mudah. Meski demikian, kamu bisa mencoba beberapa cara berikut untuk membangkitkan kembali semangat hidupnya:

Kenalkan dengan aktivitas baru

Mungkin di masa mudanya para lansia itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sampai lupa bagaimana caranya bersenang-senang. Untuk itu, demi mengisi kekosongan waktunya kamu bisa mengenalkan banyak aktivitas baru. Misalnya berolahraga, berkebun, melukis, merajut, dan termasuk bergabung dengan komunitas dengan minat yang sama.

Ciptakan komunikasi yang baik

Banyak orang tua yang merasa kesepian di hari tuanya. Selain karena pensiun, beberapa dari mereka juga kehilangan pasangan hidup, dan anak yang tinggal dengan keluarga barunya. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk kembali menciptakan komunikasi yang baik dengan orang tua. Buat waktu temu yang berkualitas lebih sering dari biasanya. Dengan begitu mereka bisa terhindar dari post power syndrome.

Minta bantuan profesional

Dalam beberapa kasus, kondisi psikologis memang harus mendapatkan bantuan dari para profesional. Untuk itu, tidak ada salahnya membawa orang tua melakukan pemeriksaan psikologis dan kesehatan secara rutin. Jika ditemukan adanya masalah, nantinya bisa ditangani pula secara profesional. Tentunya penanganan yang tepat, dengan orang yang tepat pula.

Itu dia penjelasan mengenai gejala dan cara menghadapi orang tua dengan post power syndrome. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Penyebab dan Dampak Gangguan Panik Pada Lansia

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Gejala Post Power Syndrome Pada Lansia — DeepTalk