Deeptalk.co.id – Tahukah kamu bahwa susah untuk bangun pagi merupakan salah satu gejala dari depresi, lebih tepatnya depresi atipikal. Depresi sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan mendalam sehingga kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari.
Depresi atipikal sendiri merupakan bagian dari depresi yang akan kita bahas secara khusus dalam artikel ini. Namun sebelum kita masuk dalam pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika pembaca menemukan kesamaan kondisi antara isi artikel dengan apa yang terjadi pada diri sendiri atau orang sekitar, maka jangan ragu untuk konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater.
Pengertian Depresi Atipikal
Depresi atipikal merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan munculnya beberapa gejala seperti peningkatan berat badan yang drastis, tidur yang berlebihan, dan kesedihan dengan adanya penolakan. Uniknya, penderita depresi atipikal akan langsung mengalami peningkatan suasana hati saat mengalami peristiwa yang menyenangkan.
Penderita depresi atipikal umumnya tidak menyadari bahwa dirinya mengalami depresi. Mereka hanya merasa kelelahan terus menerus walaupun memiliki waktu tidur yang cukup. Akibatnya, penderita depresi atipikal cenderung memiliki waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan waktu tidur normal.
Penyebab Depresi Atipikal

Sayangnya penyebab pasti dari depresi atipikal ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, sama halnya dengan kondisi depresi pada umumnya, depresi atipikal juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
Pengalaman traumatis
Seperti yang sudah diketahui bahwa pengalaman traumatis sangat berpengaruh terhadap kondisi mental seseorang, termasuk pada kondisi depresi atipikal. Seseorang yang memiliki pengalaman traumatis seperti korban kekerasan fisik, kekerasan seksual, kematian orang yang dicintai, atau perceraian orang tua, bisa meningkatkan resiko depresi atipikal.
Genetik
Selain pengalaman traumatis, faktor genetik juga cukup mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Seseorang yang memiliki keluarga dengan depresi atipikal atau gangguan depresi lainnya, akan beresiko mengalami gangguan yang sama.
Mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang
Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang juga bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami depresi atipikal.
Kondisi kesehatan
Beberapa kondisi kesehatan seperti kanker, HIV, stroke, dan penyakit jantung juga dapat meningkatkan resiko depresi atipikal.
Selain beberapa faktor di atas, ketidak seimbangan hormon yang mengatur suasana hati pada otak juga dapat mengakibatkan seseorang mengalami depresi atipikal. Hormon yang dimaksud adalah hormon serotonin, hormon norepinefrin, dan hormon dopamin.
Baca juga : Ini Dia Manfaat Kecerdasan Emosional Di Dunia Kerja
Gejala Depresi Atipikal

Sama halnya dengan gejala depresi pada umumnya, penderita depresi atipikal juga menunjukkan gejala umum seperti hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, merasakan kesedihan yang mendalam, merasa cemas dan gelisah, merasa putus asa, kesulitan untuk berkonsentrasi, dan adanya pikiran untuk bunuh diri.
Selain gejala depresi di atas, penderita depresi atipikal juga menunjukkan beberapa gejala khusus, seperti:
Peningkatan mood
Penderita depresi atipikal bisa langsung mengalami peningkatan mood secara drastis setelah mengalami kejadian atau situasi yang menyenangkan. Peningkatan mood ini merupakan respon dari kondisi yang positif.
Hipersomnia
Penderita depresi atipikal umumnya mengalami gangguan tidur, dimana mereka mengalami hipersomnia. Hipersomnia ini merupakan kondisi dimana seseorang memiliki waktu tidur yang lebih lama dibandingkan waktu tidur normal. Meski demikian, penderita depresi atipikal tetap merasa kelelahan saat bangun.
Peningkatan nafsu makan
Peningkatan nafsu makan juga sering dialami oleh penderita depresi atipikal. Peningkatan nafsu makan inilah yang membuat penderita mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis. Ditambah lagi dengan hipersomnia yang mengurangi ruang gerak penderita. Peningkatan nafsu makan ini dipercaya sebagai pelampiasan emosi-emosi yang dirasakan. Dalam artian, makan berlebih dilakukan untuk memuaskan emosi, bukan berlandaskan pada rasa lapar.
Paralisis
Paralisis merupakan gangguan pada saraf yang berperan untuk mengatur pergerakan pada otot tubuh. Dalam hal ini, penderita depresi atipikal mengalami kelemahan pada tangan dan kakinya.
Gangguan interaksi
Penderita depresi atipikal juga mengalami gangguan interaksi. Hal ini membuat penderita kesulitan untuk membangun komunikasi dua arah dengan rekan kerja, keluarga, atau orang-orang disekitarnya.
Penanganan Pada Penderita Depresi Atipikal
Mengalami depresi atipikal akan mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Terlebih lagi kondisi ini dapat meningkatkan waktu tidur dan membuat tubuh terasa lemas. Dengan demikian, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat.
Jika kamu atau orang disekitar mu mengalami beberapa gejala dari depresi atipikal, maka langkah terbaik adalah segera konsultasikan dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Penanganan untuk kasus depresi atipikal bisa berupa mengkonsumsi obat-obatan, psikoterapi, dan perubahan gaya hidup. Obat-obatan yang dikonsumsi tentu harus sesuai dengan resep yang diberikan oleh Psikiater.
Perubahan gaya hidup bisa berupa mengurangi konsumsi alkohol, menghindari penggunaan obat-obatan terlarang, olahraga teratur, mengatur pola makan dan pola tidur, melakukan relaksasi, serta mengkonsumsi vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.
Seperti itulah penjelasan singkat mengenai depresi atipikal. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Tidur Berlebihan? Waspada Gejala Depresi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



