Deeptalk.co.id – Overthinking kerap dialami oleh setiap orang dan ini bisa menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Saat overthinking, Anda mungkin terlalu lama berkutat pada suatu pikiran untuk menemukan suatu solusi. Namun ternyata hal tersebut justru yang menjadi masalahnya. Ada beragam penyebab mengapa seseorang bisa mengalami overthinking.
Semakin lama dan semakin dalam Anda memikirkan sesuatu sebagai tanda terjadinya overthinking, ini hanya akan menghabiskan energi Anda. Ketika sudah terjebak pada overthinking, semakin sedikit waktu dan energi yang Anda butuhkan untuk mengambil tindakan produktif.
Selain itu, memikirkan semua hal yang dapat Anda lakukan secara berbeda-beda, menebak-nebak keputusan Anda dan terus membayangkan skenario terburuk bisa sangat melelahkan. Bahkan jika sudah menjadi kebiasaan, ini akan membawa Anda pada kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
Artikel kali ini akan mempelajari apa itu overthinking dan beberapa penyebab terjadinya. Dengan demikian akan membantu Anda sebagai langkah pencegahan dan penanganan dari kebiasaan buruk overthinking ini.
Apa Itu Overthinking?

Overthinking atau terlalu banyak berpikir ialah tindakan yang melibatkan pemikiran akan suatu topik atau situasi tertentu secara berlebihan. Anda akan cenderung menganalisanya untuk jangka waktu yang lama. Lalu ketika sudah overthinking, Anda akan kesulitan membuat pikiran Anda fokus pada hal lain.
Beberapa orang menganggap bahwa overthinking perlu dilakukan karena dapat membantu untuk melihat suatu masalah lebih mendalam. Atau melihat masalah hampir setiap sudut pandang yang memungkinkan dan mengantisipasi kejadian di masa depan. Padahal sebaliknya, dimana penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak berpikir atau overthinking dikaitkan dengan perasaan depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).
Overthinking adalah hal yang umum terjadi dan mungkin Anda terus memikirkan setiap hal yang bisa salah ketika Anda melakukan aktivitas lain. Atau bahkan Anda telah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencoba memutuskan suatu pilihan yang cukup sederhana.
Alih-alih terjebak pada isi pikiran yang terlalu dalam, akan lebih baik untuk menemukan terlebih dahulu cara mengakhiri kebiasaan buruk overthinking. Atau setidaknya untuk mengendalikan pikiran Anda agar tidak terlalu sering mengalami overthinking.
Baca juga: Cara Menghentikan Kecenderungan Catastrophizing yang Berbahaya
Penyebab Terjadinya Overthinking

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya overthinking. Terlalu banyak berpikir dapat terjadi karena beberapa alasan berikut ini.
Tidak Berfokus pada Solusi
Overthinking berbeda dengan menyelesaikan masalah. Terlalu banyak berpikir adalah memikirkan masalah, sementara pemecahan masalah melibatkan pencarian solusi.
Sederhananya, saat overthinking, Anda hanya akan terlalu banyak mengkhawatirkan sesuatu hingga bahkan bisa berujung pada pemikiran negatif. Sedangkan pemecahan masalah akan berfokus dalam menganalisa suatu masalah yang terjadi untuk mendapatkan alasan terjadinya hingga menemukan solusi menghadapinya.
Pemecahan masalah dapat mengarah pada tindakan produktif. Sebaliknya, terlalu banyak berpikir memicu emosi yang tidak nyaman dan tidak mencari solusi.
Mengalami Pikiran yang Berulang
Saat Anda mengalami overthinking, ini biasanya diawali dengan kepala Anda yang sering memutar ulang atau mengulangi hal yang sama berulang kali. Atau Anda membayangkan sesuatu yang buruk terjadi berkali-kali, sehingga Anda akan banyak merenung dan berpikir terlalu dalam.
Ini tidak akan membantu sama sekali dan jika sudah demikian, memikirkan masalah, kesalahan dan kekurangan Anda akan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental Anda. Saat kesehatan mental Anda menurun, Anda cenderung kembali sering merenungkan pikiran Anda. Ini adalah siklus berulang yang sulit untuk dipatahkan.
Pikiran Akan Otak Anda yang Tidak Akan Mati
Anda mungkin pernah memikirkan atau mungkin merasa otak Anda tidak mau mati, dan ini akan memicu terjadinya overthinking. Anda mungkin merasa seolah-olah otak Anda bekerja terlalu keras karena memutar ulang skenario di kepala Anda dan membuat Anda membayangkan hal-hal buruk terjadi.
Overthinking demikian tentu dapat membuat Anda kesulitan untuk tidur hingga merusak kualitas tidur Anda. Bahkan kesulitan tidur dapat menyebabkan pikiran yang lebih mengkhawatirkan. Itu dapat menyebabkan Anda merasa cemas — yang mungkin membuat Anda semakin sulit untuk tertidur.
Membuat Keputusan Adalah Perjuangan yang Berat
Anda mungkin mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa berpikir lebih lama dan lebih keras dapatmembantu Anda. Lagi pula, Anda bisa melihat masalah dari setiap sudut yang memungkinkan.
Tapi, overanalyzing dan obsesi justru menjadi penghalang. Bahkan penelitian menunjukkan terlalu banyak berpikir membuat sulit mengambil keputusan. Sangat mungkin Anda membuang banyak waktu demi mencari pendapat kedua. Atau terlalu berkutat untuk menganalisa pilihan Anda. Yang pada akhirnya mungkin pilihan kecil itu tidak begitu penting.
Keputusan adalah Tebakan Kedua
Terlalu banyak berpikir terkadang membuat Anda menyalahkan diri sendiri atas keputusan yang sudah Anda buat. Anda dapat membuang banyak waktu dengan berpikir bahwa hidup Anda akan lebih baik jika Anda hanya mengambil suatu keputusan tertentu. Atau mungkin Anda kesal pada diri sendiri karena tidak memilih keputusan itu dengan cepat.
Dan sementara sedikit refleksi diri yang sehat dapat membantu Anda belajar dari kesalahan Anda, mengulangi dan menebak-nebak adalah bentuk siksaan mental. Overthinking dapat merusak suasana hati Anda dan mungkin membuat Anda semakin sulit mengambil keputusan di masa depan.
Baca juga: Urutan Kelahiran Memengaruhi Kepribadian Seseorang, Benarkah?
Sumber:
Are You Overthinking? Here’s How to Tell. (2023, February 14). Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-to-know-when-youre-overthinking-5077069
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



