Deeptalk.co.id – Memiliki kualitas tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan bagi tubuh dan kesejahteraan mental secara keseluruhan. Tidur berkualitas tinggi ditandai dengan waktu yang cukup untuk tidur serta dalam kondisi yang nyaman untuk dapat bangun tepat waktu. Dengan memiliki tidur yang berkualitas tinggi, tubuh dapat meningkatkan mood yang baik di pagi harinya.
Saat Anda tidur, tubuh Anda bekerja untuk mendukung fungsi otak yang sehat dan menjaga kesehatan fisik Anda. Serta bagi anak-anak dan remaja, tidur menjadi proses ketika tubuh dan pikiran mereka tumbuh dan berkembang.
Ketika Anda tidak cukup tidur, Anda merasa lelah, sulit berkonsentrasi dan mengingat sesuatu, dan Anda mungkin pemarah. Kurang tidur juga dapat merusak penilaian Anda dan memengaruhi koordinasi fisik Anda. Dengan demikian, kurang tidur dapat memengaruhi cara Anda merasa, berpikir, bekerja, belajar, dan bergaul dengan orang lain.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Mood

Coba amati ketika Anda tidak tidur dengan nyenyak di malam hari, sehingga menjadi kurang tidur dan memberikan perubahan suasana di pagi harinya. Anda mungkin setelahnya menjadi pemarah dan mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi hingga kekurangan energi untuk beraktivitas. Mudah untuk melihat bagaimana sulit tidur yang berkelanjutan bisa menjadi kekhawatiran.
Jika dilihat dari fenomena tersebut, menandakan bahwa sulit tidur memiliki keterkaitan dengan gangguan pada suasana hati. Hal itu bisa bekerja secara dua arah, dimana kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati Anda, dan suasana hati Anda dapat memengaruhi seberapa banyak dan seberapa baik Anda tidur.
Studi menunjukkan orang yang kurang tidur melaporkan peningkatan suasana hati negatif (kemarahan, frustrasi, lekas marah, sedih) dan penurunan suasana hati positif. Kesulitan untuk tidur seringkali merupakan gejala gangguan mood, seperti depresi dan kecemasan. Itu juga dapat meningkatkan risiko, dan bahkan berkontribusi pada pengembangan beberapa gangguan mood.
Suasana hati Anda juga dapat memengaruhi seberapa baik Anda tidur. Kecemasan dan stres meningkatkan agitasi dan menjaga tubuh Anda tetap bangun, terjaga dan waspada. Anda mungkin menemukan diri Anda bahwa Anda tidak dapat mematikan otak Anda, serta jantung Anda berdetak lebih cepat dan pernapasan lebih cepat dan dangkal.
Selain itu, penelitian lain telah menunjukkan bahwa kurang tidur sekalipun memiliki efek yang signifikan pada suasana hati. Peneliti dari University of Pennsylvania menemukan bahwa subjek yang dibatasi hanya tidur 4,5 jam setiap malam selama satu minggu dan mereka melaporkan merasa lebih stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Ketika subjek melanjutkan tidur normal, mereka melaporkan peningkatan suasana hati yang dramatis.
Tidur tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi suasana hati dan kondisi mental juga dapat memengaruhi tidur. Kecemasan meningkatkan agitasi dan gairah, yang membuatnya sulit tidur. Stres juga memengaruhi tidur dengan membuat tubuh terangsang, terjaga, dan waspada. Orang yang mengalami stres terus-menerus atau yang memiliki respons berlebihan yang tidak normal terhadap stres cenderung mengalami masalah tidur.
Baca juga: Mengapa Orang-Orang Yang Lebih Pintar Cenderung Merasa Lebih Rendah Diri?
Insomnia dan Masalah Psikologis

Seorang Direktur Medis Sleep Health Centers dan instruktur sekolah medis di Harvard, Dr. Lawrence Epstein menjelaskan adanya hubungan yang besar antara masalah kejiwaan dan psikologis dengan tidur. Orang yang depresi atau memiliki kecemasan sering mengalami kesulitan tidur, dan ini merupakan bagian dari gangguan tersebut.
Sulit tidur terkadang merupakan gejala pertama dari depresi. Penelitian telah menemukan bahwa 15 sampai 20 persen orang yang didiagnosis dengan insomnia akan mengalami depresi berat. Sementara penelitian mengenai tidur masih mengeksplorasi hubungan antara depresi dan tidur, penelitian lainnya telah menunjukkan bahwa orang yang depresi mungkin memiliki pola tidur yang tidak normal.
Adanya masalah pada tidur nyatanya berkontribusi pada masalah psikologis. Misalnya, insomnia kronis dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan mood, seperti depresi atau kecemasan.
Dalam satu penelitian besar terhadap 10.000 orang dewasa, orang dengan insomnia lima kali lebih mungkin mengalami depresi. Selain itu, kurang tidur bisa menjadi faktor risiko kecemasan yang lebih besar. Lalu dalam studi yang sama, orang dengan insomnia 20 kali lebih mungkin mengembangkan gangguan panik (sejenis gangguan kecemasan).
Sedangkan studi lain menunjukkan bahwa insomnia adalah prediktor depresi yang andal dan banyak gangguan kejiwaan lainnya, termasuk semua jenis gangguan kecemasan.
Berapa Banyak Tidur yang Anda Butuhkan?

Berapa banyak tidur yang Anda butuhkan tergantung pada usia Anda, tingkat aktivitas fisik, dan kesehatan umum. Untuk anak-anak dan remaja membutuhkan paling tidak 9-10 jam tidur setiap malamnya. Anak yang lebih kecil cenderung bangun lebih awal. Lalu ketika mereka tumbuh menjadi remaja, mereka tampaknya menjadi lebih lelah dan tidurnya lebih lama.
Untuk orang dewasa, normalnya membutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk tidur setiap malam. Namun, mereka cenderung membutuhkan lebih sedikit tidur, seiring bertambahnya usia. Ini adalah beberapa pedoman umum. Jika Anda (atau anak Anda) lelah di siang hari, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak tidur.
Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Efek Dunning-Kruger Pada Diri Sendiri?
Sumber:
Department of Health & Human Services. (2022). Mood and sleep. Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/Mood-and-sleep
Epstein, L. J. (2008). Sleep and Mood | Need Sleep. https://healthysleep.med.harvard.edu/need-sleep/whats-in-it-for-you/mood
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



