Semua artikel
Pikiran

Mengapa Overthinking Bisa Terjadi?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernahkah terbayang dibenak kalian, bagaimana jadinya kalau kita tidak berpikir? Tanpa kita sadari, proses berpikir menghabiskan banyak sekali waktu. Namun itu normal. Pasalnya, proses berpikirlah yang membantu kita menjalani kehidupan sehari-hari.

Tapi, beberapa orang bahkan menambah beban otak dengan memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah overthinking. Istilah yang satu ini memang sudah tidak asing lagi. Overthinking sering menjadi pembahasan baik secara profesional, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, overthinking menjadi salah satu kata yang sangat booming di era gen z ini.

Bisa dibilang bahwa saat ini gen z sudah mulai mendominasi populasi. Dimana para gen z adalah mereka yang lahir pada era perkembangan teknologi dan informasi. Maka tidak heran jika banyak istilah-istilah yang dulu hanya digunakan para profesional. Juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai overthinking dan mengapa seseorang bisa mengalami overthinking. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi, dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Overthinking

Beautiful korean girl thinking, imaging and smiling, looking at upper left corner and daydreaming, standing against blue background

Overthinking berasal dari dua kata, yaitu “over” yang artinya berlebihan, dan “thinking” yang artinya berpikir. Dengan demikian, overthinking merupakan kondisi dimana seseorang berpikir secara berlebihan.

Seseorang yang mengalami overthinking cenderung memikirkan banyak hal. Termasuk hal-hal yang tidak seharusnya mereka pikirkan. Kondisi semacam ini bisa membuat otak kelelahan, dan membuang banyak waktu untuk aktivitas yang lain. Maka tidak heran jika melihat orang yang sering overthinking tampak kelelahan dan tidak produktif.

Overthinking bisa dialami oleh siapa saja, dan umumnya tidak menjadi masalah besar. Namun, jika overthinking terjadi terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka penderita perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan para profesional.

Baca juga: Waspada Dampak Mood Swing yang Bisa Menimpa Gen Z

Faktor Pemicu Overthinking

Portrait of impressed korean girl saying wow, gasping and staring amazed at camera, standing in yellow pullover over blue background

Overthinking tentu tidak terjadi begitu saja. Proses berpikir secara berlebihan ini tentu dipengaruhi oleh banyak sekali faktor. Tentunya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk mengatasi faktor-faktor pemicu overthinking ini. Namun, dengan mengenali faktor-faktor pemicu overthinking. Setidaknya kita bisa lebih mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.

Berikut beberapa faktor pemicu overthinking:

Faktor eksternal

Faktor pemicu overthinking pertama bisa datang dari faktor eksternal. Faktor eksternal sendiri merupakan segala hal yang terjadi di luar diri seseorang. Faktor eksternal juga cukup beragam. Mulai dari tekanan sosial, komunikasi yang tidak efektif, perubahan lingkungan, dan masih banyak lagi.

Faktor internal

Faktor pemicu overthinking kedua bisa datang dari faktor internal. Faktor internal sendiri bisa dikatakan sebagai kebalikan dari faktor sebelumnya. Artinya, faktor internal merupakan segala hal yang berasal dari dalam diri seseorang. Faktor internal juga cukup beragam. Mulai dari kondisi emosi yang tidak stabil, perasaan kurang percaya diri, memiliki kepribadian yang perfeksionis, pengalaman traumatis, dan masih banyak lagi.

Faktor psikologis

Selain faktor internal dan eksternal, kebiasaan overthinking juga bisa dipengaruhi oleh kondisi psikologis seseorang. Misalnya pada seseorang yang memiliki kecenderungan berpikir negatif. Dimana pikiran negatif memang bisa menimbulkan kemungkinan overthinking. Selain itu rumination juga bisa memicu overthinking. Rumination adalah kebiasaan seseorang dalam memikirkan masalah secara berulang-ulang. Kemampuan mengelola emosi juga sedikit banyak berkontribusi dalam terbentuknya kebiasaan overthinking.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai overthinking dan alasan mengapa seseorang memiliki kebiasaan overthinking. Jika perilaku overthinking yang kamu rasakan sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa dibantu untuk mengatasi overthinking dan menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Mood Swing

 

Sumber:

American Psychological Association. (2020). Overthinking.

Nolen-Hoeksema, S., Wisco, B. E., & Lyubomirsky, S. (2008). Rethinking rumination.

Twenge, J. M., Martin, G. N., & Campbell, W. K. (2018). Decreases in psychological well-being among American adolescents since 2012 and links to technology use. Psychological Science, 29(3), 377-391.

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. Freeman.

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, Appraisal, and Coping. Springer.

Kabat-Zinn, J. (2003). Mindfulness-based interventions in context: Past, present, and future. Clinical Psychology: Science and Practice, 10(2), 144-156.

Hewitt, P. L., & Flett, G. L. (1991). Perfectionism in the self and social contexts: Conceptualization, assessment, and association with psychopathology. Journal of Personality and Social Psychology, 60(3), 456-470.

Brewin, C. R., Dalgleish, T., & Joseph, S. (1996). A dual representation theory of post-traumatic stress disorder. Psychological Review, 103(4), 670-686.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengapa Overthinking Bisa Terjadi? — DeepTalk