Deeptalk.co.id – Saat ini kita hidup pada masa dimana kesehatan mental menjadi fokus yang dianggap cukup penting bagi masyarakat. Kemudahan mengakses informasi juga membuat kita dengan mudah mengenali berbagai kondisi kesehatan mental. Disisi lain, cukup banyak pengetahuan-pengetahuan baru yang sudah mulai berkembang.
Banyak juga istilah-istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan mental seseorang. Salah satu istilah yang cukup sering menjadi perbincangan adalah quarter life crisis atau krisis seperempat abad. Lantas seperti apa sebenarnya quarter life crisis itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai quarter life crisis.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental, atau timbul perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai quarter life crisis.
Apa Itu Quarter Life Crisis?

Quarter life crisis adalah kondisi umum yang dialami saat seseorang berusia 18-30 tahun. Dimana pada usia tersebut merupakan usia peralihan dari masa remaja ke masa dewasa. Kondisi yang dialami pada quarter life crisis ini adalah perasaan cemas, khawatir, bingung, serta seakan kehilangan arah dalam melanjutkan atau merangkai masa depan. Dengan demikian, penderita quarter life crisis cenderung overthinking akan apa yang terjadi dikemudian hari.
Banyak hal yang menjadi bahan overthinking pada fase quarter life crisis ini, misalnya karir, percintaan, kehidupan sosial, tujuan hidup, manfaat hidup, dan masih banyak lagi. Pikiran-pikiran semacam itu sangat mengganggu dan bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Quarter life crisis memang tidak dialami oleh setiap orang. Namun pada umumnya, orang-orang yang mengalami quarter life crisis cenderung kaget dengan apa yang terjadi di usia dewasa. Bisa dikatakan bahwa mereka membutuhkan waktu lebih untuk beradaptasi dengan fase kehidupan yang satu ini. Karena pada dasarnya, cukup banyak masalah yang ditemukan di usia dewasa. Misalnya masalah dalam financial, pasalnya orang dewasa cenderung sudah harus bisa bertanggung jawab akan hal tersebut.
Baca juga : Pengobatan Pada Penderita Neurodevelopmental Disorder
Penyebab Quarter Life Crisis

Umumnya, seseorang mengalami quarter life crisis saat pertama kali mengalami masalah orang dewasa. Hal tersebut tentu membutuhkan adaptasi. Namun saat pertama kali, tidak jarang seseorang akan mengalami kebingungan. Dengan demikian, timbulah quarter life crisis. Terdapat beberapa kondisi yang bisa memicu muncul quarter life crisis ini, yaitu:
· Mengalami kebingungan identitas.
· Merencanakan karir dan masa depan.
· Mengalami masalah keuangan atau pekerjaan.
· Putus cinta.
· Melihat teman sebaya sudah mencapai cita-citanya.
· Pertanyaan dari orang sekitar mengenai masa depan.
Fase Quarter Life Crisis

Seorang peneliti dan juga tenaga pengajar dari University of Greenwich London bernama Dr. Oliver Robinson menyatakan bahwa, terdapat 4 fase dalam quarter life crisis. Berikut penjelasan mengenai keempat fase quarter life crisis yang dimaksud:
Fase pertama
Pada fase pertama, seseorang akan mulai merasa terjebak dalam suatu kondisi tertentu. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda, misalnya mengenai pendidikan, asmaran, pekerjaan, keluarga, atau bahkan kombinasi dari semua itu. Fase pertama ini seseorang dengan quarter life crisis ingin segera lepas dari segala bentuk permasalahan yang ada di hadapan mereka.
Fase kedua
Pada fase kedua dalam quarter life crisis, seseorang akan memikirkan cara untuk beradaptasi dengan kondisi yang sedang dialami. Pada kondisi ini pula seseorang akan memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki agar bisa terus bertahan. Namun, jika tidak berhasil dalam fase ini, tidak menuntut kemungkinan mereka akan kembali pada fase pertama.
Fase ketiga
Jika berhasil beradaptasi dengan fase pertama dan kedua, maka orang tersebut akan masuk di fase ketiga. Pada fase ini akan timbul pikiran untuk memulai kehidupan yang baru. Pasalnya, di fase ketiga seseorang sudah benar-benar bisa beradaptasi dan menerima kondisinya. Biasanya fase ini terjadi saat seseorang berhasil mencapai target dalam hidupnya.
Fase keempat
Fase terakhir atau fase keempat merupakan kondisi dimana seseorang sudah memiliki komitmen yang kuat terhadap kelangsungan hidupnya. Misalnya, mereka sudah sepakat untuk menggeluti karir yang ada di hadapannya, melanjutkan pendidikan sesuai dengan bidangnya, memiliki hubungan asmara yang akan diseriuskan, dan masih banyak lagi.
Itu dia penjelasan singkat mengenai quarter life crisis. Pada dasarnya, quarter life crisis merupakan kondisi yang bisa kita lalui dengan baik. Sayangnya, jika kita tidak bisa beradaptasi, maka kita akan terus terjebak pada fase pertama dan kedua. Jika demikian, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli. Dengan begitu, kamu akan dibantu untuk bisa mendapatkan solusi dari permasalahan yang kamu hadapi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Neurodevelopmental Disorder: Gangguan Perkembangan Otak dan Fungsi Saraf
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



