Semua artikel
Emosi

Mengapa Begitu Sulit Mengekspresikan Perasaan dan Emosi? Berikut Alasannya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Kita mungkin telah mengetahui betapa penting dan perlunya untuk mengungkapkan isi hati dan emosi serta perasaan kita. Namun, ternyata bagi sebagian orang, mengekspresikan emosi tidak semudah itu dan mereka merasa sulit untuk mengungkapkannya. Meskipun dibenak mereka pasti ada keinginan untuk melakukannya, namun itu masih terasa susah untuk bisa diluapkan dengan cara yang sehat.

Lantas, mengapa seseorang bisa begitu sulit untuk mengekspresikan emosi dan perasaannya?

Seorang ahli psikolog menjelaskan lebih lanjut betapa pentingnya mengkomunikasikan perasaan Anda. Terlebih jika itu merupakan emosi yang sulit, sehingga perlu mengekspresikan nya agar menemukan solusi. Sehingga Anda perlu mengambil beberapa langkah untuk membuka diri Anda.

Langkah yang penting untuk merasa lebih nyaman dengan perasaan dan emosi Anda adalah terbuka akan perasaan itu serta dengan mengidentifikasi penyebab kesulitan Anda. Ada banyak alasan yang dapat menjelaskan mengapa seseorang bisa begitu sulit untuk membuka diri dan dapat mengekspresikan emosi, yakni diantaranya sebagai berikut.

1. Tidak Tahu Persis Bagaimana Perasaan Anda

Merasa sulit untuk mengekspresikan emosi bisa dikarenakan Anda tidak tahu persis apa yang sedang Anda rasakan dalam diri Anda. Mungkin Anda merasa sakit hati, namun Anda tidak yakin akan hal itu dan tidak tahu rasa sakit yang seperti apa yang Anda rasakan.

Untuk itu, coba tanyakan pada diri Anda sendiri mengapa Anda bisa mengalami perasaan tersebut, termasuk kesedihan, penolakan, rasa tidak hormat, atau rasa malu. Mengklasifikasi perasaan dapat membantu Anda lebih terhubung dengan diri sendiri, juga nilai-nilai yang Anda jalani dan yang Anda yakini. Demikian pula dengan menyatakan perasaan secara spesifik dapat meningkatkan kemungkinan untuk dipahami oleh orang lain.

Selain itu, beberapa perasaan dipengaruhi oleh kesimpulan atau ekspektasi spontan Anda sendiri akan suatu peristiwa. Sehingga mungkin berguna untuk mengambil jeda sejenak sebelum membagikan semua perasaan dan emosi yang Anda alami saat itu.

Baca juga: Bentuk Invalidasi Emosi Dari Orang Lain Beserta Konsekuensinya

2. Merasa Lemah Untuk Mengungkapkan Perasaan

Ini menjadi hambatan untuk Anda dalam mengungkapkan emosi dan perasaan, dimana Anda memiliki dialog batin yang memberi tahu bahwa Anda lemah untuk mengungkapkan perasaan. Ini juga bisa didorong dengan adanya perasaan bahwa hanya Anda yang memiliki perasaan tersebut.

Mungkin banyak orang yang tumbuh dengan persepsi bahwa mengungkapkan perasaan dan emosi malah justru membuatnya semakin lemah. Pun yang mengatakan demikian, mungkin juga merasa takut untuk mengakses perasaan mereka sendiri.

Padahal sebenarnya mengekspresikan emosi dan perasaan dengan jujur dan lantang itu termasuk dalam sebuah keberanian. Dengan mengungkapkan perasaan, itu dapat memberdayakan diri Anda menjadi pribadi yang semakin tangguh. Juga terlepas dari betapa berbedanya perasaan Anda dengan orang lain, perlu diingat bahwa perasaan dan emosi adalah bagian dari menjadi manusia. Sehingga Anda tidak perlu khawatir karena Anda tidak sendiri.

3. Topik yang Terasa Sulit

Pernahkah Anda yang meninggalkan suatu percakapan penting kemudian menyalahkan diri Anda sendiri karena sulit untuk mengekspresikan perasaan Anda? Lalu Anda mungkin berharap untuk melepaskannya dan membagikan pemikiran Anda yang sebenarnya?

Banyak hal yang membuat Anda menjadi sulit untuk mengekspresikan emosi Anda dan lebih terbuka. Salah satunya adalah topik yang menurut Anda sulit untuk dibicarakan. Biasanya topik tersebut berkaitan dengan sesuatu yang dapat memunculkan emosi yang besar bagi diri Anda, sehingga Anda memilih untuk menghentikan percakapan.

Beberapa pengalaman mungkin terasa terlalu menyakitkan atau traumatis untuk dibicarakan. Sehingga ketika sudah menyinggung topik yang terasa sulit tersebut, Anda kemudian akan menahan diri. Anda mungkin merasa tidak ingin membebani lawan bicara Anda dengan emosi yang besar tersebut, akibatnya akan lebih sulit untuk membagikan perasaan dan pengalaman Anda. Selain itu, pengalaman trauma itu sendiri dapat mempersulit untuk menyebutkan, mendeskripsikan, dan membagikan perasaan Anda.

4. Norma Sosial yang Berlaku Di Lingkungan Anda

Dalam beberapa lingkungan sosial, termasuk mungkin suatu keluarga dengan budayanya masing-masing, rasanya menjadi sejatinya diri sendiri akan berisiko atau bahkan tidak dianjurkan. Hingga kemudian setiap anggota menjadi berpura-pura yang mungkin akan tidak terasa aman atau pantas.

Orang-orang cenderung berbicara tentang trauma masa kecil mereka, seperti perceraian orang tua atau pelecehan seksual. Beberapa trauma mungkin lebih mudah dibicarakan jika dianggap dapat diterima secara sosial. Sehingga, jika Anda merasa sulit untuk terbuka, pertimbangkan apakah Anda mungkin sedang bergulat dengan norma sosial yang membuat Anda lebih sulit untuk berbagi.

5. Kepribadian

Anda merasa sulit untuk mengekspresikan emosi dikarenakan adanya kemungkinan bahwa Anda hanya mengenal seseorang yang benar-benar dapat berbicara dengan siapapun yang mereka temui. Orang-orang yang sangat “friendly” ini mungkin lebih bersedia untuk mengungkapkan perasaan mereka. Ini karena mereka secara alami lebih nyaman dalam situasi yang memerlukan pengungkapan informasi pribadi.

Pun beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrovert cenderung lebih sosial. Tetapi penelitian yang sama juga menyoroti bahwa lebih mudah bagi kebanyakan orang untuk bersosialisasi dalam situasi positif dan tekanan rendah. Di sisi lain, jika Anda secara alami lebih pendiam (alias tertutup), mungkin akan lebih sulit untuk mengekspresikan emosi. Bahkan kepada seseorang yang dekat dengan Anda.

Baca juga: Mengenal Middle-Child Syndrome yang Terjadi Pada Anak Tengah

 

Sumber:

Feeling Stuck? How to Express Your Feelings. (2023). How to Express Your Feelings: Tips and Benefits. Psych Central. https://psychcentral.com/lib/feeling-stuck-how-to-express-your-feelings

PhD, A. C., Negroni, J., Crosby, J., KM, L., Bennett, T., Murray, W., & Davidson, N. (2018, March 13). Why Is it So Hard to Express My Feelings? | Thriveworks. Thriveworks. https://thriveworks.com/blog/hard-express-emotions/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengapa Begitu Sulit Mengekspresikan Perasaan dan Emosi? Berikut Alasannya — DeepTalk