Deeptalk.co.id – Kamu tentu pernah menjumpai orang yang mudah dipengaruhi berbagai hal. Namun apakah kamu pernah berjumpa dengan orang yang mudah terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran yang tidak rasional? Jika iya, bisa jadi orang tersebut sedang mengalami gangguan psikotik bersama.
Untuk penjelasan lebih detail mengenai gangguan psikotik bersama, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan tersebut. namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu atau orang disekitar mengalami kondisi yang sama dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater adalah tindakan yang tepat. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang dibutuhkan.
Pengertian Gangguan Psikotik Bersama

Gangguan psikotik bersama atau dalam istilah medisnya dikenal dengan shared psychotic disorder merupakan kondisi gangguan mental yang mengakibatkan seseorang dengan kondisi mental yang baik mengadopsi pikiran-pikiran tidak rasional (delusi) yang dimiliki oleh orang dengan gangguan mental tertentu. Kondisi yang satu ini bisa dialami oleh satu orang atau satu kelompok tertentu.
Gangguan psikotik bersama ini dapat muncul jika salah satu orang memiliki gangguan delusi yang akhirnya diadopsi atau dipercayai oleh orang lain. Sebagai contoh, seorang suami yang memiliki gangguan delusi atau kepercayaan akan hal-hal yang tidak rasional yang akhirnya istrinya juga mempercayai pemikiran-pemikiran tersebut.
Uniknyak, gangguan psikotik bersama ini justru lebih sering dialami oleh wanita dengan IQ di atas rata-rata. Beberapa dari penderita juga cenderung terisolasi dari keluarganya, dan memiliki ikatan yang kuat dengan orang yang mengalami gangguan delusi.
Gangguan psikotik bersama ini juga terbagi dalam dua jenis, yaitu:
Folie imposée (kegilaan dua paksaan)
Folie imposée atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan kegilaan dua paksaan, merupakan kondisi dimana seseorang yang mengalami gangguan delusi akan memaksakan pemikiran mereka kepada orang dengan kondisi mental yang baik. Dalam hal ini, orang dengan kondisi mental yang baik tidak akan mengalami delusi jika tidak berinteraksi dengan orang yang mengalami delusi.
Dalam menangani kasus ini, orang dengan mental yang baik dan akhirnya mengalami delusi akan dipisahkan dengan orang yang memang mengalami gangguan delusi. Dengan demikian, orang dengan mental yang baik dan akhirnya mengalami delusi bisa sembuh dengan sendirinya tanpa mengkonsumsi obat.
Folie simultanée (kegilaan dua orang secara bersamaan)
Folie simultanée atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan kegilaan dua orang secara bersamaan, merupakan kondisi dimana dua orang atau lebih memiliki gangguan delusi dan mereka akan saling menyamakan pemikiran tidak realistis yang mereka miliki. Dengan demikian, dua orang atau lebih tersebut akan memiliki pemikiran tidak realistis yang sama.
Dalam penanganan kasus ini juga akan dilakukan pemisahan perawatan. Namun sayangnya dalam kasus ini delusi dari masing-masing penderita masih tetap ada, tetapi cenderung menjadi berbeda satu sama lain.
Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis dan Perawatan Gangguan Parafrenia
Penyebab Gangguan Psikotik Bersama

Gangguan psikotik bersama lebih umum dialami perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Sayangnya penyebab pasti dari gangguan psikotik bersama ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa ahli percaya bahwa kondisi gangguan mental ini dapat meningkat jika seseorang mengalami beberapa faktor berikut:
Genetik
Genetik dipercaya dapat meningkatkan resiko berbagai gangguan mental, salah satunya adalah gangguan psikotik bersama. Dengan demikian, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan psikotik bersama atau gangguan psikotik lainnya, akan beresiko mengalami gangguan psikotik bersama.
Lingkungan
Selain genetik, faktor lingkungan juga tidak kalah berkontribusi dalam kondisi kesehatan mental seseorang. Orang yang mengalami isolasi sosial cenderung akan menggantungkan kehidupannya dengan orang terdekatnya. Sayangnya jika orang terdekatnya mengalami gangguan delusi, mereka akan rentan mengalami gangguan psikotik bersama. Karena hal inilah mengapa penderita gangguan psikotik bersama perlu mendapatkan perawatan terpisah.
Selain itu, orang yang berada dalam lingkungan dengan tingkat stress yang tinggi dan intens juga beresiko mengalami gangguan psikotik bersama. Saat mengalami stress, tubuh akan secara otomatis memproduksi hormon kortisol dan meningkatkan hormon dopamin. Kondisi ini erat kaitannya dengan berbagai gangguan mental, salah satunya adalah gangguan psikotik bersama.
Kondisi mental
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa seseorang yang memiliki gangguan delusi atau gangguan psikotik jenis yang lain bisa jadi mengalami gangguan psikotik bersama karena memberikan pengaruh kepada orang lain untuk mengadopsi pemikiran tidak realistis yang mereka miliki. Selain itu, orang dengan gangguan depresi, skizofrenia , dan demensia juga beresiko mengalami gangguan psikotik bersama.
Kepribadian
Orang dengan kepribadian dependen, tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan, pasif, atau seseorang yang berjuang dengan penilaian atau pemikiran kritis akan beresiko mengalami gangguan psikotik bersama. Hal ini dikarenakan mereka membutuhkan tempat atau sosok yang dapat dipercaya.
Seperti itulah penjelasan singkat mengenai gangguan psikotik bersama. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Parafrenia : Gangguan Skizofrenia Pada Lansia
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



