Semua artikel
Sindrom Psikologi

Memiliki Pasangan Pencemburu? Waspada Gejala Sindrom Othello

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Perasaan cemuburu memang suatu hal yang wajar dirasakan oleh pasangan. Pada dasarnya seseorang yang memiliki pasangan yang setia. Hal tersebutlah yang akhirnya menimbulkan perasaan cemburu saat pasangan kita sedang dekat dengan lawan jenisnya. Walaupun wajar dirasakan oleh setiap pasangan, namun tahukah kamu rasa cemburu yang berlebihan ternyata merupakan tanda dari suatu gangguan psikologis. Kondisi tersebut biasa dikenal dengan istilah sindrom othello.

Untuk penjelasan lebih detail mengenai sindrom othello, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi yang satu ini. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika pembaca menemukan kondisi yang sama dan merasa membutuhkan bantuan secara profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pengertian Sindrom Othello

Sindrom othello merupakan kondisi dimana seseorang merasa cemburu kepada pasangannya dan menganggap bahwa pasangannya memiliki kekasih lain. Kecemburuan dalam sindrom othello ini lebih mengarah ke hubungan romansa antar pasangan yang menimbulkan pikiran ketidaksetiaan pasangan yang tidak berlandaskan bukti apapun.

Penderita sindrom othello akan mengalami kecemburuan yang luar biasa sehingga tidak mampu untuk mengendalikan emosi yang dimiliki. Sindrom othello juga masuk dalam kategori gangguan jiwa delusi, karena hal ini membuat pengidapnya tidak mampu untuk membedakan kenyataan dan imajinasi mereka. Dengan demikian, tidak peduli apa yang terjadi sebenarnya, mereka hanya akan mempercayai apa yang mereka yakini. Walaupun keyakinannya belum membuktikan apapun.

Pada dasarnya perasaan cemburu merupakan respon tubuh yang normal. Namun hal ini akan menjadi normal jika perasaan cemburu berlandaskan oleh kecurigaan-kecurigaan yang mungkin disaksikan sendiri atau didengarkan dari orang lain. Namun, kecemburuan tanpa alasan yang jelas atau yang biasa dikenal dengan “cemburu buta” merupakan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, perasaan tersebut bisa berdampak kepada hal-hal negatif yang mungkin saja dilakukan oleh penderita.

Penderita sindrom othello akan berusaha untuk mencari kesalahan pasangannya dan tetap merasa pasangannya berselingkuh walaupun tidak mendapatkan bukti apapun. Sindrom othello paling sering dialami oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Menurut psychology today, penderita sindrom othello 60% laki-laki dan 40% perempuan.

Jika tidak mendapatkan tindakan lebih lanjut, penderita sindrom othello akan beresiko melakukan hal-hal negatif seperti mengintrogasi, menguji, dan menguntit. Dalam beberapa kasus sindrom othello yang cukup parah, dapat mendorong penderita untuk melakukan pembunuhan. Pembunuhan tersebut bisa jadi kepada pasangannya sendiri, atau orang yang dianggap mengganggu hubungannya.

Baca juga : Menderita Saat Melihat Karya Seni yang Indah? Waspada Sindrom Stendhal

Penyebab Sindrom Othello

Sayangnya penyebab pasti dari sindrom othello belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, terdapat beberapa kondisi yang dianggap dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami sindrom othello, yaitu:

Kondisi otak

Beberapa ahli beranggapan bahwa kondisi sindrom othello berkaitan dengan gangguan neurologis yang mengakibatkan delusi. Delusi sendiri berhubungan dengan  lobus frontal yang merupakan salah satu bagian pada otak.  Bagian tersebut berfungsi untuk pengaturan gerakan, kemampuan bicara, konsentrasi, penalaran, perencanaan, emosi, suasana hati hingga mengendalikan perilaku sosial. Dengan demikian, seseorang mengalami gangguan pada lobus frontal ini dapat beresiko mengalami sindrom othello.

Obsesi berlebihan

Sindrom othello sendiri lebih sering dialami oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Dalam hal ini laki-laki dianggap memiliki emosi yang lebih intens yang bisa menimbulkan obsesi atau ketergantungan terhadap pasangannya. Adanya obsesi yang berlebihan terhadap pasangan inilah yang bisa memicu kondisi sindrom othello.

Kejadian traumatis

Tidak bisa dipungkiri bahwa kejadian traumatis cukup berpengaruh besar terhadap kondisi kesehatan mental seseorang, termasuk dengan sindrom othello. Seseorang yang pernah diduakan, atau menyaksikan orang tua yang selingkuh, akan beresiko mengalami sindrom othello. Hal ini akan semakin besar kemungkinan saat kejadian traumatis terjadi di masa kanak-kanak.

Tidak percaya diri

Kamu tentu tidak asing lagi dengan penyebab yang satu ini. Tidak percaya diri dapat mengakibatkan seseorang mengalami kecemburuan yang luar biasa. Perasaan insecure atau tidak percaya diri inilah yang membuat seseorang takut akan kehilangan dan pengkhianatan. Tidak heran mengapa banyak dari mereka yang akhirnya mengalami sindrom othello.

Kondisi kesehatan

Beberapa laporan klinik menyatakan bahwa beberapa kondisi kesehatan diiringi dengan adanya sindrom othello. Kondisi mental ini berupa  skizofrenia, demensia, neurosis, stroke, trauma otak, tumor otak, hidrosefalus normotensif, infark serebrovaskuler, hipertiroidisme, multipel sklerosis, ensefalitis, hidrosefalus tekanan normal, gangguan endokrin, hingga gangguan personaliti dan afektif.

Seperti itulah penjelasan mengenai sindrom othello. Jika kamu atau pasangan mu merasa mengalami sindrom othello, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater agar mendapatkan diagnosis yang tepat. Dari diagnosis tersebut barulah akan ditentukan penanganan apa yang cocok untuk diberikan.

Mendapatkan penanganan yang tepat dapat membantu penderita untuk meminimalisir gejala dan menghindari beberapa kemungkinan negatif yang mungkin saja akan dilakukan oleh penderita. Untuk itu, penanganan yang tepat sangat penting diberikan kepada penderita sindrom othello.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Tips Merawat Lansia dengan Sindrom Diogenes

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait