Deeptalk.co.id – Setiap pasangan tentu memiliki caranya masing-masing untuk bisa mendapatkan kepuasan dalam ranah seksual. Namun sayangnya, beberapa orang memiliki cara-cara yang menyimpang. Kondisi yang satu ini masuk dalam kategori gangguan mental yang kita kenal dengan istilah gangguan parafilia.
Dalam gangguan parafilia itu sendiri terbagi lagi ke dalam berbagai jenis gangguan berdasarkan dengan apa yang bisa membuat seseorang terangsang secara seksual. Salah satunya adalah gangguan masokisme.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan masokisme. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar memiliki kondisi serupa dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai gangguan masokisme.
Pengertian Gangguan Masokisme

Seperti yang telah dibahas di atas bahwa gangguan masokisme merupakan salah satu gangguan parafilia, dimana gangguan ini ditandai dengan adanya ketertarikan atau kepuasan seksual dengan mendapatkan siksaan baik secara fisik maupun mental oleh pasangannya. Seseorang yang mengalami gangguan masokisme ini akan mendatangkan berbagai dampak negatif untuk diri sendiri, pasangan, dan kehidupan seksual mereka. Untuk itu penting bagi penderita mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.
Bentuk kekerasan yang disenangi oleh penderita gangguan masokisme juga bisa beragam. Namun kebanyakan dari mereka senang jika diikat, dipukuli, dicambuk, dipermalukan, dan lain sebagainya saat sedang melakukan hubungan seksual. Tindakan-tindakan menyakitkan tersebut justru membuat mereka lebih terangsang.
Pada dasarnya gangguan masokisme ini merupakan kondisi yang cukup membahayakan penderitanya. Tidak jarang dari penderita masokisme mengalami luka-luka, cedera serius, bahkan kematian yang tidak disengaja. Dengan demikian, gangguan yang satu ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Gangguan yang satu ini umumnya dapat dideteksi sejak usia 19 tahun. Namun banyak ahli yang berpendapat bahwa gangguan yang satu ini mulai berkembang sejak usia 12 tahun, dimana penderita mulai memiliki ketertarikan dengan kekerasan dan penghinaan. Kondisi ini juga bisa dialami oleh wanita maupun pria, meski demikian, perilaku seksual masokis ini sering dialami oleh wanita lesbian atau biseksual.
Penyebab Gangguan Masokisme

Pada dasarnya penyebab pasti dari gangguan masokisme ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian beberapa faktor dianggap dapat memperbesar kemungkinan seseorang memiliki penyimpangan seksual masokisme ini. Berikut faktor-faktor yang dimaksud:
Trauma masa kanak-kanak
Jika kita berpatokan pada teori psikoanalisis, maka diketahui bahwa adanya kejadian traumatis di masa kanak-kanak akan mempengaruhi kondisi mental seseorang kedepannya. Hal ini juga berhubungan dengan gangguan masokisme, dimana banyak ahli yang berpendapat bahwa seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis di masa kanak-kanak seperti korban pelecehan seksual, atau menyaksikan kekerasan seksual dapat memicu terbentuknya penyimpangan seksual yang satu ini.
Baca juga : Dampak dan Penanganan Pada Penderita Sadisme
Lingkungan
Selain adanya kejadian traumatis di masa kanak-kanak, pengaruh lingkungan juga dapat memicu seseorang mengalami gangguan masokisme. Seperti yang kita ketahui bahwa lingkungan dapat mempengaruhi tingkah laku, pola pikir, bahkan ketertarikan seksual seseorang. Untuk itu penting bagi kita tumbuh di lingkungan yang dapat mendukung segala aspek perkembangan kita.
Kekerasan
Tidak hanya kekerasan seksual di masa kanak-kanak saja, melainkan kekerasan seksual di masa remaja dan dewasa juga dapat memicu terbentuknya penyimpangan seksual masokisme. Selain itu, bentuk kekerasan diluar kekerasan seksual, seperti kekerasan fisik dan psikis juga bisa saja memicu gangguan ini.
Paparan konten kekerasan seksual
Seseorang yang sering menyaksikan atau menonton konten kekerasan seksual juga bisa membangkitkan kecenderungan masokisme. Terlebih lagi jika hal tersebut sudah di tahap kecanduan. Dengan demikian orang tersebut akan memiliki ketertarikan untuk mencoba hal-hal yang dianggap menarik dalam konten tersebut, dalam hal ini adalah mendapatkan kekerasan untuk mencapai kepuasan seksual.
Pelarian
Tidak sedikit ahli yang juga sependapat bahwa gangguan masokisme ini dipengaruhi oleh bentuk dari sebuah pelarian. Mendapatkan kekerasan dalam menjalin hubungan seksual merupakan hal baru yang bisa dicoba untuk bisa membangkitkan hasrat seksual seseorang. Aktivitas yang dirasa baru dan berbeda ini dianggap cukup menantang untuk bisa dilakukan.
Fantasi seksual
Setiap orang tentu memiliki hal yang berbeda-beda untuk dapat membangkitkan hasrat seksual mereka. Sayangnya beberapa orang memiliki fantasi seksual yang tidak terbendung. Fantasi seksual yang tidak terbendung ini akan menjadi lebih kuat ketika adanya tekanan. Dengan demikian penderita akan mempraktekkannya, dan mendapatkan kepuasan seksual dari tekanan yang dialaminya.
Seperti itulah penjelasan sekilas mengenai gangguan masokisme. Dapat disimpulkan bahwa gangguan masokisme merupakan bagian dari gangguan parafilia yang ditandai dengan meningkatnya hasrat seksual ketika mendapatkan kekerasan dari pasangannya. Penyebab dari gangguan ini belum diketahui hingga saat ini, namun terdapat beberapa faktor seperti trauma masa kecil, faktor lingkungan, dan lain sebagainya yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan masokisme. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Sadisme : Ketertarikan Seksual Dengan Melakukan Kekerasan Terhadap Pasangan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



