Semua artikel
Kepribadian

Mari Ketahui Perbedaan Antara Introvert dan Ekstrovert

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Dalam dunia yang penuh dengan dinamika sosial, perbedaan dalam gaya berinteraksi dan pendekatan terhadap lingkungan dapat sangat mencolok. Artikel ini akan membimbing Anda melintasi perjalanan pemahaman tentang perbedaan antara ekstrovert dan introvert, dua kutub kepribadian yang sering kali menjadi fokus perhatian.

Dalam pemahaman mendalam ini, kami akan menguraikan ciri-ciri khas masing-masing tipe, bagaimana mereka mendapatkan energi, cara mereka berinteraksi dengan dunia, serta perbedaan dalam otak antara ekstrovert dan introvert. Dengan merinci perbedaan yang ada, kami bertujuan untuk membantu Anda memahami bahwa kedua tipe ini memiliki nilai yang sama pentingnya dan membantu membangun apresiasi yang lebih besar terhadap keragaman karakter manusia.

Perbedaan dalam Pengaturan Sosial

Introvert

Orang introvert menganggap lingkungan sosial itu menantang. Orang introvert menghargai waktu untuk merenung dan merefleksikan diri. Akibatnya, terlalu banyak berada di tengah-tengah orang lain dapat menjadi beban bagi seorang introvert dan mungkin membuat mereka tidak nyaman atau lelah. Dan setelah berpartisipasi dalam pertemuan sosial yang besar, orang introvert mungkin membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi.

Merasa lelah dalam acara sosial tidak sama dengan introvert yang tidak menyukai orang lain. Beberapa orang introvert mungkin senang berinteraksi dengan orang lain, tetapi lebih suka berada di sekitar individu yang memiliki ikatan yang mendalam dan dapat mempertahankan percakapan yang substansial.

Akibatnya, seorang introvert mungkin menghindar dari obrolan ringan atau terlibat dalam dialog dengan orang asing. Inilah yang mendorong introvert cenderung memiliki jumlah teman yang sedikit daripada ekstrovert. Mereka lebih mempertahankan persahabatan yang erat dengan individu yang ada di sekitar mereka.

Saat menjalin hubungan dengan orang lain, introvert menghargai pemahaman akan pikiran individu dengan cara yang sama seperti mereka menikmati merenungkan pikiran mereka sendiri. Akibatnya, percakapan yang mendalam dan hubungan yang tulus sangat penting bagi para introvert dan hubungan mereka.

Karena introvert adalah orang yang jeli dan pendengar yang baik, mereka juga merupakan teman yang berkualitas. Orang introvert dikenal berempati dengan teman-temannya. Mereka meluangkan waktu untuk mengetahui pengalaman orang lain. Akibatnya, sifat perhatian mereka memungkinkan introvert untuk menciptakan sistem pendukung yang kuat dalam hubungan mereka.

Ekstrovert

Orang ekstrovert merasa sangat nyaman dalam lingkungan sosial. Karena ekstrovert sangat supel dan ramah, mereka berkembang dalam situasi di mana mereka dapat menjalin pertemanan baru dan berbagi ide. Berbeda dengan introvert yang lebih menyukai waktu sendirinya, ini justru berpotensi melelahkan bagi ekstrovert dan mereka lebih menikmati pertemuan sosial.

Melalui interaksi sosial ini, mereka membuat dan mempertahankan banyak hubungan. Lebih dari sekadar menikmati kebersamaan, ekstrovert mengandalkan jaringan sosial mereka untuk mendengarkan perasaan dan pengalaman mereka, baik yang besar maupun yang kecil. Berinteraksi dengan orang lain menjadi mudah bagi mereka. Selain itu, mereka senang bekerja dalam kelompok yang lebih besar dan percaya diri untuk berkolaborasi dengan orang lain.

Berbicara melalui proses berpikir mereka memungkinkan orang ekstrovert untuk mengekspresikan diri mereka sepenuhnya. Untuk alasan ini, ekstrovert akan sering meminta saran dari teman-teman mereka dan membicarakan masalah mereka. Sehingga orang ekstrovert dapat mengatur acara, mempelopori percakapan, dan dengan cepat menjadi pemimpin dalam kelompok.

Bekerja sama dengan orang lain dan menjaga hubungan sangat penting bagi ekstrovert yang merasa segar saat menghabiskan waktu dengan orang lain. Mereka menghargai pendapat banyak orang dan cenderung menyelesaikan proses berpikir mereka dengan orang-orang tersebut.

Baca juga: Kenali 8 Jenis Emosi Menurut Robert Plutchik

Kebahagiaan

Terdapat korelasi yang signifikan antara ekstrovert dan introvert dengan tingkat kebahagiaan yang dilaporkan sendiri oleh Myers. Para ekstrovert cenderung melaporkan dirinya mengalami lebih banyak emosi positif, sedangkan introvert lebih netral.

Demikian juga, Swickert yang menemukan bahwa orang ekstrovert melaporkan tingkat harga diri yang lebih tinggi daripada orang introvert dalam penelitian mereka. Selain itu, Fleeson mengemukakan temuannya bahwa partisipan yang diinstruksikan untuk bersikap ekstrovert, menyebabkan peningkatan afek positif, bahkan bagi mereka yang menggambarkan diri mereka sebagai introvert.

Perbedaan dalam Otak

Ada banyak penelitian tentang otak dalam hal introversi dan ekstroversi, yang menyelidiki apakah ada perbedaan biologis di antara keduanya. Diketahui bahwa orang introvert memiliki tingkat aliran darah yang lebih tinggi ke lobus frontal mereka dibandingkan dengan orang ekstrovert. Lobus frontal ini bertanggung jawab untuk memori, pemecahan masalah dan perencanaa. Sehingga dengan demikian, introvert dinilai memiliki fungsi yang lebih tinggi di area ini dibandingkan ekstrovert. Sedangkan penelitian lainnya telah menemukan adanya aliran darah yang lebih tinggi di area lain di otak yang berhubungan dengan sensorik dan emosi, yakni girus cingulate anterior, lobus temporal, dan talamus posterior pada introvert.

Ada juga yang menyatakan bahwa neurotransmitter dopamin atau bahan kimia yang menyalakan bagian otak yang mencari penghargaan dan kesenangan bereaksi secara berbeda pada otak introvert dan ekstrovert. Pada orang ekstrovert, mereka menemukan respons dopamin yang lebih kuat terhadap penghargaan, sehingga mereka lebih sering mengalami aktivasi emosi positif yang kuat. Hal ini dapat menjelaskan mengapa orang ekstrovert terlihat lebih supel dan ceria dibandingkan dengan orang introvert.

Studi lain menemukan bahwa sifat-sifat ekstrovert mencakup lebih banyak sifat ‘menginginkan’ (misalnya ketegasan) dan sifat ‘menyukai’ (misalnya menikmati interaksi sosial). Dimana sifat-sifat tersebut terkait dengan sistem dopaminergik di sekitar area otak yang bertanggung jawab atas motivasi, emosi, dan penghargaan.

Ada juga penelitian yang mendukung teori Eysenck bahwa ekstrovert dan introvert memiliki tingkat kortikal yang berbeda-beda. Yakni frekuensi gairah kortikal ditemukan lebih tinggi pada introvert yang membuatnya cenderung mudah terstimulasi dibandingkan ekstrovert. Hal ini dapat menjelaskan mengapa orang ekstrovert mungkin perlu mendapatkan lebih banyak stimulasi eksternal karena mereka mudah bosan.

Baca juga: Penelitian : Kesepian Bisa Membunuh Anda

 

Sumber:

Introvert and Extrovert Personality: Signs, Theories, & Differences. (2022, November 3). Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/introvert-extrovert.html

Houston, E. (2019, April 9). Introvert vs Extrovert: A Look at the Spectrum & Psychology. PositivePsychology.com. https://positivepsychology.com/introversion-extroversion-spectrum/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mari Ketahui Perbedaan Antara Introvert dan Ekstrovert — DeepTalk