Deeptalk.co.id – Halusinasi memang sering kali dikaitkan dengan kondisi-kondisi supranatural. Pasalnya, halusinasi memang kondisi dimana seseorang melihat, mendengar, merasakan, atau mencium sesuatu yang tidak nyata.
Halusinasi merupakan salah satu gejala dari berbagai macam gangguan kesehatan mental. Halusinasi juga sering kali berhubungan dengan delusi. Beberapa orang justru menganggap halusinasi dan delusi merupakan dua kondisi yang sama. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Dimana delusi sendiri lebih menekankan kepada pikiran atau kepercayaan terhadap hal-hal yang tidak nyata.
Untuk penjelasan lebih detailnya, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai halusinasi. Namun sebelum kita masuk ke dalam pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Pengertian Halusinasi

Halusinasi merupakan salah satu bagian dari gangguan persepsi yang membuat penderitanya dapat mendengar, merasa, mencium, atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Bisa dikatakan bahwa halusinasi sendiri cukup mempengaruhi panca indera seseorang. Kondisi yang satu ini cukup sering menjadi gejala dari beberapa gangguan mental yang serius, seperti skizofrenia, depresi berat, gangguan stres pasca trauma (PTSD), alzheimer dan lain sebagainya.
Kondisi yang satu ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi halusinasi yang ringan, penderita memang masih bisa menjalani aktivitas sehari-hari. Namun jika kondisi ini tidak ditangani sesegera mungkin, halusinasi bisa menjadi lebih parah dan akhirnya mengganggu penderita dan orang-orang disekitarnya.
Orang yang mengalami halusinasi sangat percaya bahwa apa yang dialami benar-benar nyata. Dalam beberapa situasi yang cukup serius, orang yang mengalami halusinasi bisa terdorong untuk melakukan tindakan-tindakan berbahaya, seperti bunuh diri, atau melakukan tindakan kriminal yang membahayakan orang lain.
Jenis-Jenis Halusinasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, halusinasi melibatkan panca indera manusia. berdasarkan hal tersebut, halusinasi terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:
Halusinasi pendengaran (audio)
Seperti namanya, halusinasi pendengaran merupakan kondisi dimana seseorang mendengarkan hal-hal yang tidak nyata atau tidak didengarkan oleh orang lain. Suara dalam hal ini juga cukup beragam, bisa berupa bisikkan orang, suara musik, atau suara-suara lain seperti langkah kaki.
Sekilas kondisi ini memang terdengar seperti pengalaman mistis yang kita kenal. Dalam istilah medis, kondisi tersebut memang dikenal dengan halusinasi pendengaran. Dalam kondisi halusinasi pendengaran yang cukup berat, penderita bahkan mengikuti arahan dari suara-suara yang didengarkan. Seperti arahan untuk melakukan tindakan kriminal atau bunuh diri.
Contoh halusinasi pendengaran adalah mendengarkan suara alat musik yang sedang dimainkan, namun setelah dicek ternyata tidak ada satupun orang yang sedang memainkan alat musik atau memutar musik tertentu. Orang dengan gangguan skizofrenia, gangguan bipolar, dan demensia umumnya mengalami hal tersebut.
Baca juga : Ini Dia Pengertian dan Jenis-Jenis Delusi
Halusinasi penglihatan (visual)
Jika halusinasi audio melibatkan indera pendengaran, maka halusinasi visual melibatkan i006Edera penglihatan. Orang dengan halusinasi penglihatan cenderung melihat atau menyaksikan hal-hal yang tidak nyata atau tidak dilihat oleh orang lain. Apa yang dilihat oleh penderita juga bisa beragam, bisa objek, manusia, cahaya, atau makhluk yang tidak dikenali wujudnya.
Orang awam mengenal kondisi ini sebagai melihat makhluk halus atau tak kasat mata. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal dengan halusinasi penglihatan atau visual. Dalam kondisi halusinasi penglihatan yang cukup berat, penderita bahkan membangun hubungan interaksi dengan makhluk yang dilihat. Tentu saja dalam tahap ini juga melibatkan halusinasi jenis yang lain.
Contoh halusinasi penglihatan adalah kondisi dimana seseorang melihat orang lain sedang lalu lalang di ruangan yang berbeda, namun orang lain tidak melihat hal tersebut.
Halusinasi penciuman (olfaktorik)
Halusinasi penciuman atau olfaktorik merupakan kondisi yang melibatkan indera penciuman, dimana pencerita mencium bau atau aroma yang tidak dicium oleh orang lain. Bau atau aroma ini bisa berupa bau yang tidak sedap atau wewangian, namun orang lain tidak mencium bau-bauan tersebut.
Contoh halusinasi penciuman adalah seseorang yang merasa dirinya berbau tidak sedap, atau seseorang yang mencium bau kemenyan, namun orang lain tidak mencium bau atau aroma yang sama.
Halusinasi pengecapan (gustatorik)
Halusinasi pengecap atau gustatorik melibatkan indera perasa atau indera pengecap, dimana penderita merasa makanan atau minuman yang dikonsumsi memiliki rasa yang aneh. Namun saat orang lain mencobanya, rasanya tidak aneh sama sekali.
Contoh halusinasi pengecapan adalah orang yang minum air mineral merasa bahwa airnya memiliki rasa logam, padahal tidak sama sekali. Kondisi ini bisa jadi gejala dari gangguan epilepsi.
Halusinasi sentuhan (taktil)
Halusinasi sentuhan atau taktil melibatkan indera peraba, dimana penderita merasa disentuh oleh seseorang atau makhluk tertentu yang pada kenyataannya tidak ada. Selain itu, penderita halusinasi sentuhan juga bisa jadi merasa terdapat serangga yang merayap di dalam kulitnya.
Seperti itulah penjelasan mengenai halusinasi dan jenis-jenisnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ketahui Gejala dan Penanganan Gangguan Psikotik Bersama
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



