Semua artikel
Pikiran

Maladaptive Daydreaming Disorder : Tenggelam Dalam Imajinasi

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Melamun sering kali membuat kita membayangkan hal-hal yang menyenangkan. Kita bisa merangkai sebuah peristiwa sesuka kita, dan tidak jarang menjadi bahagia akan lamunan tersebut. Walaupun hanya sebatas lamunan saja.

Melamun tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Bahkan aktivitas ini pernah dilakukan oleh sebagian besar dari kita. Namun tahukah kamu bahwa terlalu sering melamun bisa membuat kita mengalami masalah kesehatan mental yang dikenal dengan istilah maladaptive daydreaming disorder.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi maladaptive daydreaming disorder, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan mental tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi atau pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai maladaptive daydreaming disorder.

Pengertian Maladaptive Daydreaming Disorder

Maladaptive daydreaming disorder (MDD) atau yang dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan gangguan melamun maladaptif, adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya perilaku melamun yang cukup intens, dan membuat penderitanya tenggelam dalam imajinasi yang dimiliki.

Berbeda dengan melamun pada umumnya yang tidak terlalu sering dilakukan, kondisi maladaptive daydreaming disorder justru menyita banyak waktu untuk sekedar melamun. Bahkan dalam beberapa kasus, penderita maladaptive daydreaming disorder melupakan aktivitas rutinnya karena sedang sibuk tenggelam dalam imajinasi mereka.

Walaupun hampir semua orang pernah melamun, namun tidak semua orang yang melamun itu mengalami maladaptive daydreaming disorder. Pada dasarnya jenis melamun pada penderita maladaptive daydreaming disorder adalah melamun yang berlebihan bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Maladaptive daydreaming disorder ini juga biasanya merupakan bentuk dari coping mechanism dari orang-orang yang mengalami kecemasan berlebih.

Walaupun maladaptive daydreaming disorder disebut-sebut sebagai sebuah gangguan mental atau masalah kejiwaan, namun pada kenyataannya kondisi tersebut tidak tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition (DSM-5) sebagai gangguan mental. DSM-5 sendiri merupakan buku pedoman diagnosa gangguan psikologis yang menjadi patokan para Psikolog dan Psikiater seluruh dunia.

Meski demikian, kondisi maladaptive daydreaming disorder ini sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Untuk itu penting bagi penderita mendapatkan penanganan khusus.

Baca juga : Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Mental Block

Penyebab Maladaptive Daydreaming Disorder

Selain karena kondisi maladaptive daydreaming disorder ini belum tercantum dalam DSM-5, kasus orang dengan kondisi ini juga terbilang cukup langkah. Dengan demikian penelitian lebih lanjut mengenai maladaptive daydreaming disorder juga masih sedikit. Maka hingga saat ini belum ditemukan penyebab pasti mengapa seseorang mengalami kondisi maladaptive daydreaming disorder.

Meski demikian, seperti yang sudah dipaparkan pada poin sebelumnya bahwa maladaptive daydreaming disorder merupakan bentuk dari coping mechanism dari masalah mental seperti kecemasan berlebih. Awalnya perilaku hanya berupa melamun pada umumnya, namun kondisi ini berkembang menjadi maladaptive daydreaming disorder.

Orang-orang yang melamun berlebihan ini biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menghentikan aktivitas melamun tersebut. Bisa jadi karena sudah nyaman dengan aktivitas tersebut, atau memang sedang membutuhkannya.

Selain itu, melamun terkadang merupakan bentuk dari upaya melarikan diri dari kehidupan yang tidak sesuai dengan harapan kita. Bisa jadi di kehidupan nyata kita menjadi korban bullying, dan di dalam lamunan kita bisa bertindak sebagai orang dengan kuasa. Hal ini akan menyenangkan bagi beberapa orang.

Gejala Maladaptive Daydreaming Disorder

Setiap penderita maladaptive daydreaming disorder bisa jadi menunjukkan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Meski demikian, cukup banyak dari mereka menunjukkan beberapa gejala berikut:

Reaksi nyata saat melamun

Umumnya imajinasi saat melamun hanya sebatas imajinasi saja. Hal ini berbeda dengan penderita maladaptive daydreaming disorder yang cenderung mengekspresikan imajinasi tersebut. Misalnya dengan mimik wajah yang sesuai dengan imajinasinya, gerak tubuh, hingga berbicara sendiri.

Suasana hati yang membaik

Penderita maladaptive daydreaming disorder umumnya mengalami suasana hati yang membaik saat atau setelah melamun. Hal ini bisa jadi karena mereka sudah menciptakan dunia yang ideal dalam imajinasinya.

Keinginan kuat untuk melamun

Melamun bagi penderita maladaptive daydreaming disorder sudah seperti kebutuhan. Bahkan beberapa dari mereka merasa kesal jika tidak memiliki ruang untuk melamun. Meski demikian, mereka juga cenderung merasa terbebani dengan hal tersebut.

Susah berkonsentrasi

Saat melamun, penderita maladaptive daydreaming disorder memang mampu berkonsentrasi dengan baik dan menciptakan imajinasi yang mereka harapkan. Sayangnya mereka justru mengalami masalah konsentrasi untuk melakukan hal-hal lain di luar lamunan mereka.

Gangguan tidur

Kondisi maladaptive daydreaming disorder ini juga sering kali membuat penderitanya mengalami gangguan tidur seperti kesulitan untuk tidur. Hal ini tidak lain karena mereka mengaktifkan otak untuk berimajinasi disaat waktu tidur.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi maladaptive daydreaming disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis Mental Block

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Maladaptive Daydreaming Disorder : Tenggelam Dalam Imajinasi — DeepTalk