Semua artikel
Pikiran

Maladaptive Daydreaming: Antara Kreativitas dan Disfungsi Psikologis

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Lamunan atau yang juga dikenal dengan daydreaming memang sering kali membawa kita ke dalam imajinasi-imajinasi yang luar biasa. Tidak jarang dari lamunan tersebut lahir sebuah pemikiran baru yang membawa manusia ke era yang lebih modern. Misalnya lamunan Isaac Newton yang melahirkan ilmu gravitasi dan banyak merubah pandangan dunia fisika kala itu.

Dalam beberapa kondisi, lamunan tadi bisa berkembang menjadi sebuah kondisi yang dikenal dengan maladaptive daydreaming. Dimana maladaptive daydreaming adalah kondisi dimana seseorang terlalu larut dalam imajinasi mereka, sehingga banyak mengganggu produktivitas dan aktivitas sosial seseorang.

Maladaptive daydreaming ini mempengaruhi kehidupan manusia dari dua sisi, yaitu sisi positif dan sisi negatif. Artikel kali ini akan secara khusus membahas sisi positif dan negatif dari kondisi maladaptive daydreaming.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental atau perilaku abnormal. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut bersama psikolog atau psikiater. Dengan begitu bisa diketahui diagnosa yang tepat dan mendapatkan penanganan yang telah disesuaikan.

Sisi Negatif Maladaptive Daydreaming

The Benefits of Daydreaming—Spark Your Creativity - Shortform Books

Maladaptive daydreaming memang tidak masuk dalam kategori gangguan mental. Namun bukan berarti kondisi satu ini bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, maladaptive daydreaming banyak memicu berbagai gangguan mental, dan memperburuk kualitas hidup seseorang. Kata maladaptive sendiri sudah menggambarkan sedikit sisi negatif dari kondisi satu ini. Berikut beberapa sisi negatif dari maladaptive daydreaming:

Mengganggu fungsi sehari-hari

Dalam kondisi maladaptive daydreaming, seseorang akan terlalu larut dalam imajinasi atau fantasi mereka. Hal ini juga membuat penderitanya kesulitan untuk kembali ke realitas, artinya akan semakin banyak waktu yang terpangkas untuk sekedar melamun dan berimajinasi. Dengan demikian, maladaptive daydreaming akan mengganggu fungsi manusia dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk dalam produktivitas, pendidikan, pekerjaan, maupun hubungan sosial.

Terganggunya kemampuan regulasi emosi

Banyak orang menjadikan maladaptive daydreaming sebagai upaya untuk lari dari berbagai perasaan tidak nyaman, seperti takut, cemas, dan lain sebagainya. Sayangnya hal ini tidak menyelesaikan masalah emosional yang ada. Justru maladaptive daydreaming akan menghambat proses pengenalan emosi, yang bisa mengganggu kemampuan regulasi emosi.

Meningkatkan resiko isolasi sosial

Dalam kondisi maladaptive daydreaming, seseorang akan menjadi sangat larut dengan dunia fantasi dan imajinasinya. Hal tersebut tidak hanya menghabiskan waktu, namun juga membuat seseorang menarik diri dari interaksi sosial yang nyata. Pada akhirnya kondisi ini akan memicu kondisi depresi dan kecemasan.

Kecenderungan adiktif

Maladaptive daydreaming memiliki kemiripan sifat dengan perilaku adiktif, yaitu kondisi dimana seseorang kesulitan lepas dari perilaku tersebut. Pasalnya, kondisi maladaptive daydreaming membuat seseorang ingin terus berada dalam imajinasi dan lamunannya, walaupun mereka sadar hal tersebut bisa merugikan diri sendiri.

Baca juga: Dampak Maladaptive Daydreaming terhadap Regulasi Emosi dan Kesehatan Mental

Sisi Positif Maladaptive Daydreaming

Small Cute Boy Daydreaming Imagining Something Original Hand Drawn Animation  — Stock Video © hancik #256945648

Walaupun maladaptive daydreaming banyak menimbulkan dampak negatif bagi penderitanya, dan dianggap sebagai lamunan yang bermasalah. Tidak bisa kita pungkiri juga bahwa dalam beberapa kondisi maladaptive daydreaming juga memiliki dampak positifnya. Terutama saat kita melihat maladaptive daydreaming dari sudut pandang kognitif dan emosional. Berikut beberapa sisi positif dari maladaptive daydreaming:

Kreativitas dan imajinasi

Dalam beberapa kondisi, maladaptive daydreaming bisa meningkatkan kreativitas dan imajinasi seseorang. Dalam lamunan akan terbentuk narasi-narasi yang mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan bercerita, dan pemikiran imajinasi yang lebih luas. Tidak sedikit orang yang berhasil menciptakan karya seni, tulisan, dan musik yang terinspirasi dari fantasi mereka.

Coping mechanism (mekanisme pertahanan diri)

Tidak jarang orang menjadikan maladaptive daydreaming sebagai coping mechanism atau mekanisme pertahanan diri dari situasi atau perasaan-perasaan yang tidak nyaman. Walaupun dalam beberapa kondisi hal ini hanya bersifat sementara, namun beberapa orang akan sangat merasa terbantu untuk mengurangi rasa sakit yang dialami.

Pengurangan kesepian

Dunia fantasi yang diciptakan dari maladaptive daydreaming akan menghadirkan banyak sekali karakter imajiner, sehingga individu bisa merasa memiliki teman. Hal ini akan sangat membantu mereka yang merasa kesepian. Walaupun juga bersifat sementara, namun tidak bisa dipungkiri beberapa orang membutuhkan hal tersebut.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai sisi positif dan negatif dari maladaptive daydreaming. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bawah maladaptive daydreaming memang bisa memicu berbagai kondisi negatif untuk manusia. Namun disisi lain, maladaptive daydreaming juga bisa menghadirkan rasa nyaman. 

Terlepas dari itu semua, jika maladaptive daydreaming sudah sangat mengganggu aktivitas, produktivitas, dan interaksi sosial manusia, kondisi ini tetap tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika kamu mengalami maladaptive daydreaming dan terganggu akan hal tersebut, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Maladaptive Daydreaming dan Hubungannya dengan Gangguan Kecemasan

 

Sumber:

Nigelsen, J., & Schupak, C. (2011). Compulsive fantasy: Proposed evidence of an under-reported syndrome through a systematic study of 90 self-identified non-normative fantasizers. Consciousness and Cognition, 20(4), 1634–1648.

Somer, E. (2002). Maladaptive daydreaming: A qualitative inquiry. Journal of Contemporary Psychotherapy, 32(2–3), 197–212.

Somer, E., Soffer-Dudek, N., & Ross, C. A. (2017). The comorbidity of daydreaming disorder (maladaptive daydreaming). Journal of Nervous and Mental Disease, 205(7), 525–530.

Somer, E., Lehrfeld, J., Bigelsen, J., & Jopp, D. S. (2016). Development and validation of the Maladaptive Daydreaming Scale (MDS). Consciousness and Cognition, 39, 77–91.

Somer, E., Somer, L., & Jopp, D. S. (2010). Parallel lives: A phenomenological study of the lived experience of maladaptive daydreaming. Journal of Trauma & Dissociation, 11(3), 293–310.

Soffer-Dudek, N., & Somer, E. (2018). Trapped in a daydream: Daily elevations in maladaptive daydreaming are associated with daily psychopathological symptoms. Frontiers in Psychiatry, 9, 194.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait