Semua artikel
Kesehatan Mental

Macam Tingkat Krisis Kehidupan yang Dihadapi Manusia

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Dalam istilah kesehatan mental, krisis tidak harus mengacu pada situasi atau peristiwa traumatis, tetapi pada reaksi seseorang terhadap suatu peristiwa. Pun juga setiap orang pasti pernah mengalami kehidupan dengan berbagai tantangan dan krisis yang menguji kemampuan dan ketangguhannya. Dengan beragam tingkat dan macam, krisis kehidupan menghadirkan hambatan, trauma atau amcaman, tetapi juga menawarkan peluang untuk pertumbuhan atau penurunan.

Krisis kehidupan dapat muncul kapan saja dan dari berbagai sumber, baik dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami jenis-jenis krisis kehidupan yang mungkin kita hadapi, sehingga kita dapat mempersiapkan diri dan mengatasi krisis tersebut dengan cara yang tepat. Dalam artikel ini, akan dijelaskan mengenai krisis kehidupan yang dialami manusia serta berbagai macam tingkatnya.

Apa Itu Arti Krisis Kehidupan?

Krisis dalam kehidupan adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan repons psikologis seseorang terhadap perubahan atau peristiwa besar dalam hidup. The American Psychological Association mendefinisikannya sebagai masa kesusahan dan penyesuaian besar yang terkait dengan pengalaman hidup yang signifikan, seperti perceraian atau kematian anggota keluarga.

Sedangkan arti kata krisis sendiri oleh beberapa ahli didefinisikan dalam sejumlah pendekatan yang berbeda. Banyak yang berfikus pada bagaimana seseorang menangani peristiwa tersebut daripada peristiwa itu sendiri. Salah satunya, Caplan (1961) mengartikan krisis ketika seseorang menghadapi hambatan untuk mencapai tujuan hidup yang penting, juga hambatan yang sementara waktu tidak dapat diatasi dengan menggunakan metode penyelesaian yang lazim. 

Berbeda dengan Lilibridge dan Klukken (1978) yang mendefinisikan krisis sebagai gangguan keseimbangan karena kegagalan pendekatan pemecahan masalah tradisional seseorang yang mengakibatkan disorganisasi, keputusasaan, kesedihan, kebingungan dan kepanikan. Sedangkan krisis menurut James dan Gillliland (2001) adalah persepsi atau pengalaman tentang suatu peristiwa atau situasi sebagai kesulitan yang tidak dapat ditolerir yang melebihi sumber daya dan mekanisme koping seseorang saat ini.

Krisis kehidupan dapat menyerang kapan saja, pada usia berapapun. Bahkan krisis seringkali dihubungkan dengan perjuangan identitas diri pada tingkat atau fase usia tertentu. Walaupun tidak semua orang mengalami krisis kehidupan, namun sudah banyak orang yang pernah melewati masa-masa krisis kehidupannya. Ini terjadi akibat banyak faktor, termasuk peristiwa besar yang pernah terjadi dalam hidupnya.

Seseorang yang mengalami krisis kehidupan akan merasakan guncangan dan kebingungan arah pada hidupnya. Hal tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental mereka yang bisa menurun sewaktu-waktu. Beberapa tanda umum ketika seseorang mengalami krisis kehidupan hingga berpengaruh pada kesehatan mentalnya seperti pergeseran dramatis dalam kebiasaan tidur, perubahan suasana hati yang tiba-tiba, pengabaian kebersihan atau perawatan diri, penarikan diri dari aktivitas normal, hingga menurunnya kinerja dan prestasi saat di sekolah maupun di tempat kerja.

Baca juga: Bagaimana Resiliensi Mampu Mengatasi Stres dan Tekanan Dalam Hidup?

Bagaimana Seseorang Bisa Mengalami Krisis Kehidupan?

Setiap orang mengalami krisis kehidupan yang bervariasi, dan ini bisa terjadi tergantung pada kepribadian mereka, pengealaman sebelumnya dan konteks pribadi. Seperti misalnya pada suatu penelitian yang menyebutkan bahwa wanita di Amerika Utara menghadapi tekanan sosial yang berbeda dari pria. Ini diakibatkan adanya ekspektasi terkait kecantikan dan memiliki anak menimbulkan ketakutan akan penuaan atau kematian, sindrom sarang kosong dan pertanyaan tentang identitas mereka di luar keibuan.

Harapan tersebut pun kemudian ditambah dengan pertanyaan besar lainnya dalam hidup, seperti apakah karir mereka akan stabil atau mereka harus kembali bekerja —setelah mempunyai anak. Perasaan tersebut yang seringkali muncul pada krisis paruh baya dan cenderung lebih memengaruhi wanita dibanding pria.

Selain perbedaan demografis ini, setiap individu mengalami dunia secara berbeda. Apa yang mempengaruhi satu orang mungkin tidak mempengaruhi yang lain, dan sebaliknya. Pun juga besarnya suatu peristiwa yang terjadi pada hidup seseorang.

Krisis kehidupan dapat menyerang kapan saja. Selama periode ini, penting untuk mempraktikkan perawatan diri dan bersikap lembut terhadap diri sendiri. Mengambil terlalu banyak saat bergulat dengan pertanyaan hidup yang besar akan menghabiskan energi Anda.

Jenis-Jenis Krisis Kehidupan yang Sering Dihadapi Manusia

Banyak orang sering menganggap krisis sebagai bencana yang tiba-tiba muncul terjadi dan tidak terduga. Padahal krisis dapat berkisar secara substansial dalam jenis dan tingkat keparahannya.

Pada beberapa kasus, krisis sering dihubungkan dengan perjuangan identitas dengan seseorang pada tingkat atau fase usia tertentu. Krisis kehidupan tersebut memiliki dua jenis yang berbeda, yakni krisis seperempat abad kehidupan (Quarter Life Crisis) dan krisis paruh baya (Midlife Crisis).

Penting untuk dipahami bahwa kedua jenis krisis ini adalah hal yang serius, mengingat banyaknya orang yang mengalaminya. Di Amerika Serikat sendiri, sekitar 10-20% orang paruh baya mengalami transisi paruh baya yang berat. Sedangkan angka lebih tinggi pada krisis seperempat abad, dimana orang-orang di masa dewasa awal berjuang untuk membangun identitas pribadi mereka setelah lulus dari perguruan tinggi atau meninggalkan rumah keluarga mereka. Ditemukan setidaknya sekitar 75% orang dalam kelompok usia ini yang mengalami perasaan tersebut.

Sedangkan jenis krisis lainnya berdasarkan tingkat keparahannya, terdiri dari :

Krisis perkembangan : Ini terjadi sebagai bagian dari proses tumbuh dan berkembang melalui berbagai periode kehidupan. Terkadang krisis adalah bagian yang dapat diprediksi dari siklus hidup, seperti krisis yang dijelaskan dalam tahap perkembangan psikososial Erikson.

Krisis eksistensial : Merupakan konflik batin terkait dengan hal-hal seperti tujuan hidup, arah, dan spiritualitas. Krisis paruh baya adalah salah satu contoh krisis yang seringkali berakar pada kecemasan eksistensial.

Krisis situasional : Krisis yang tiba-tiba dan tak terduga ini termasuk kecelakaan dan bencana alam. Mengalami kecelakaan mobil, mengalami banjir atau gempa bumi, atau menjadi korban kejahatan hanyalah beberapa jenis krisis situasional.

Baca juga: Self-Reward : Pengertian dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan Mental

 

Sumber:

Life Crisis: Stages, Signs, And Causes. (2023). https://www.betterup.com/blog/life-crisis-stages

Cherry, K. (2020). Psychological Crisis Types and Causes. Verywell Mind. https://verywellmind.com/what-is-a-crisis-2795061

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait