Semua artikel
Gangguan Psikotik

Lebih singkat Dari Skizofrenia? Ini Dia Penjelasan Mengenai Skizofreniform

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Gangguan mental yang satu ini sering disalah artikan sebagai gangguan skizofrenia. Hal ini tidak mengherankan mengingat gangguan skizofreniform merupakan bagian dari gangguan skizofrenia. Berbeda dengan gangguan skizofrenia lainnya, gejala yang dialami oleh penderita gangguan skizofreniform cenderung lebih singkat. Meski demikian, bukan berarti kondisi ini bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi penderita gangguan skizofreniform bisa menjadi lebih parah.

Untuk penjelasan lebih detailnya, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan skizofreniform. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika pembaca menemukan seseorang dengan kondisi yang sama seperti yang dijelaskan dalam artikel ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan Psikolog atau Psikiater agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengertian Gangguan Skizofreniform

Pada dasarnya, gangguan skizofreniform memiliki gejala yang sama dengan gangguan skizofrenia. Dimana penderita gangguan skizofreniform cenderung mengalami delusi dan halusinasi. Delusi merupakan kondisi dimana seseorang meyakini apa yang sebenarnya tidak nyata, dan halusinasi merupakan kondisi dimana seseorang melihat, mendengar, merasakan, dan mencium hal-hal yang tidak nyata. Dengan demikian, penderita skizofreniform mengalami kesulitan untuk membedakan nyata dan tidak nyata.

Perbedaan antara gangguan skizofreniform dengan gangguan skizofrenia pada umumnya adalah pada waktu gejala ditimbulkan. Penderita gangguan skizofreniform umumnya mengalami gejala tidak lebih dari 6 bulan. Jika Psikolog atau Psikiater melihat gejala berlangsung lebih dari 6 bulan, maka diagnosisnya menjadi skizofrenia.

Gangguan skizofreniform menyerang 1 banding 1000 populasi selama hidup manusia. Selain itu, kondisi ini juga memiliki tingkat kesamaan resiko antara laki-laki maupun perempuan. Namun jika dilihat dari segi usia, laki-laki usia 18-24 tahun dan perempuan usia 24-35 tahun lebih rentan mengalami gangguan skizofreniform. Walaupun istilah skizofreniform sendiri terbilang cukup asing, nyatanya kondisi ini ternyata di Indonesia sendiri gangguan skizofreniform merupakan kasus kesehatan mental yang cukup sering terjadi.

Penyebab Gangguan Skizofreniform

Sama halnya dengan gangguan skizofrenia dan gangguan mental pada umumnya, penyebab pasti dari gangguan skizofreniform juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa ahli percaya bahwa faktor-faktor berikut dapat meningkatkan resiko gangguan skizofreniform.

Genetik

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan skizofreniform atau gangguan skizofrenia yang lain, akan beresiko lebih besar mengalami gangguan skizofreniform. Namun, tidak semua orang tua dengan gangguan skizofreniform memiliki anak dengan gangguan yang sama.

Lingkungan

Sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa lingkungan cukup mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Seseorang yang pernah mengalami pengalaman traumatis beresiko mengalami gangguan skizofreniform. Selain itu, memiliki lingkungan dengan tingkat stress dan tekanan yang tinggi juga bisa meningkatkan resiko gangguan skizofreniform.

Baca juga : Ketahui Dampak dan Penanganan Pada Kasus Skizofrenia Katatonik

Infeksi saat dalam kandungan

Perkembangan bayi di dalam kandungan cukup mempengaruhi kondisi kesehatan mental dan fisik bayi saat lahir. Karena itulah Ibu perlu memastikan untuk selalu mengkonsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh Ibu dan janinnya. Jika dalam kandungan bayi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dan terlebih lagi jika terpapar zat-zat berbahaya atau mengalami infeksi, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan. Termasuk gangguan skizofreniform.

Gejala Gangguan Skizofreniform

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa perbedaan antara gangguan skizofrenia dengan gangguan skizofreniform terletak pada lamanya gejala itu dialami. Sedangkan dari segi gejala, baik skizofrenia maupun skizofreniform menunjukkan gejala yang sama.

Seperti yang dilansir dalam Impact Of The DSM-IV To DSM-5 Changes On The National Survey On Drug Use And Health, gejala dari skizofrenia dan skizofreniform terbagi ke dalam tiga jenis gejala, yaitu:

Gejala positif

Gejala positif dalam hal ini menyangkut delusi dan halusinasi. Tingkat keparahan delusi dan halusinasipun bisa berbeda-beda setiap penderitanya. Beberapa orang akan mengalami delusi dan halusinasi ringan, dan beberapa lainnya bisa mengalami delusi dan halusinasi berat.

Contoh delusi adalah mempercayai adanya sosok yang mengawasi mereka, sedangkan contoh halusinasi adalah mendengarkan bisikkan-bisikkan yang menarik mereka untuk melakukan tindakan tertentu.

Gejala negatif

Berbeda dengan gejala positif, gejala negatif bagi penderita gangguan skizofreniform berhubungan dengan suasana hati atau emosi. Beberapa dari mereka kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sedikit berbicara, bahkan tidak melakukan apapun dalam jangka waktu yang cukup lama.

Gejala kognitif

Seperti namanya, gejala kognitif pada penderita gangguan skizofreniform melibatkan fungsi otak. Dimana penderita gangguan skizofreniform umumnya berbicara tidak teratur, kesulitan berkonsentrasi, kemampuan organisasi yang buruk, dan adanya masalah pada memori mereka.

Seperti itulah gejala yang ditimbulkan dari penderita gangguan skizofreniform. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gejala-gejala tersebut berlangsung tidak lebih dari 6 bulan. Kondisi ini bisa meningkat menjadi gangguan skizofrenia jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk itulah diperlukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Penyebab dan Gejala Gangguan Skizofrenia Katatonik

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Lebih singkat Dari Skizofrenia? Ini Dia Penjelasan Mengenai Skizofreniform — DeepTalk