Deeptalk.co.id – Memasuki masa lansia dihadapkan pada masalah ingatan, penurunan kognitif serta epidemi kesepian yang terus meningkat. Ini semua menjadi faktor yang menyebabkan lansia sangat rentan terhadap masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental demi kesejahteraan emosional lansia penting untuk diperhatikan yang bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana.
Terkait kesehatan mental pada lansia, CDC memperkirakan melalui penelitian bahwa 20% lansia mengalami beberapa jenis masalah kesehatan mental. Kondisi yang paling umum termasuk kecemasan, gangguan kognitif yang parah, dan gangguan suasana hati seperti depresi hingga bipolar.
Tentu semua ini bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan kebugaran lansia. Juga meskipun angka lansia yang mengalami gangguan kesehatan mental cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, depresi dan penyakit lainnya bukanlah bagian normal dari penuaan.
Dengan mengingat hal tersebut, berikut ini adalah panduan bagi para lansia untuk dapat menjaga sekaligus meningkatkan kesehatan mental demi kesejahteraan.
Melatih Pikiran

Layaknya tubuh yang membutuhkan aktivitas fisik dan stimulasi agar tetap sehat bugar, otak pun juga sama membutuhkan stimulasi agar tetap tajam dan terhindar dari penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Setidaknya lansia dapat meluangkan waktunya selama 30 menit setiap hari untuk melakukan aktivitas yang menantang secara mental agar pikiran tetap tajam.
Seperti yang disampaikan oleh Harvard Health Publishing, dimana permainan otak dapat membantu mempertajam keterampilan berpikir tertentu. Seperti kecepatan pemrosesan, keterampilan perencanaan, waktu reaksi, pengambilan keputusan, dan memori jangka pendek.
Koneksi neuron di jalur otak akan diperkuat ketika dirangsang, dan memperoleh keterampilan baru akan membentuk koneksi neuron baru, sehingga meningkatkan kesehatan mental. Lansia yang terlibat dalam pembelajaran seumur hidup sering kali lebih percaya diri dan termotivasi, yang pada gilirannya akan menjaga kesehatan mental mereka.
Aktivitas apa pun yang membuat pikiran tetap aktif dan bekerja untuk memecahkan masalah dapat berkontribusi pada kesehatan otak, tetapi beberapa aktivitas yang paling umum dan mudah dilakukan oleh para manula antara lain seperti membaca dan menulis, mempelajari bahasa baru, memainkan alat musik, atau bermain teka-teki dan permainan papan.
Baca juga: Apa yang Menjadi Penyebab Seseorang Mengalami Agitasi?
Berolahraga
Tetap aktif dan berolahraga yang cukup meskipun ringan sama pentingnya bagi kesehatan mental para lansia dan kesejahteraan para lansia, sama pentingnya dengan tahap kehidupan lainnya. Ini juga bermanfaat bagi pikiran dan tubuh dengan meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi risiko jatuh.
Mengingat usia yang semakin menua, pergerakan fisik pun menjadi lebih lamban. Sehingga tidak perlu melakukan olahraga berat, karena aktivitas fisik yang ringan saja sudah memberikan efek yang bagus untuk menjaga kesehatan mental lansia. Aktivitas fisik ringan ini dapat meningkatkan aliran darah ke otak yang sangat penting untuk kesehatan otak. Hal ini juga mencegah penyakit seperti diabetes, hipertensi dan depresi yang berpotensi menyebabkan penurunan kognitif.
Lansia harus berusaha untuk melakukan aktivitas fisik selama 20 hingga 30 menit setiap hari. Hal ini telah terbukti bermanfaat dalam mengobati depresi dan kecemasan dengan meningkatkan kadar endorfin dan zat kimia lain yang membuat perasaan senang serta mengurangi hormon stres di otak.
Menjaga Hubungan Baik Dengan Teman
Usia lanjut membuat seseorang menjadi kesulitan untuk tetap terhubung dengan orang banyak, pun juga untuk mempertahankan hubungan dekat dengan teman lama akibat usia yang semakin bertambah. Namun usia seharusnya tidak menghalangi para lansia untuk menjalin persahabatan baru.
Menjaga persahabatan yang kuat hingga usia lanjut dapat mencegah penurunan mental, serta mencegah kesepian dan isolasi yang dapat menyebabkan depresi. Keterlibatan sosial membuat otak bekerja lebih keras karena para lansia harus merencanakan rute perjalanan mereka, memikirkan apa yang akan mereka katakan, dan mengingat nama serta informasi pribadi orang yang mereka temui. Lansia yang terlibat aktif dalam komunitasnya memiliki tingkat kehilangan memori yang paling lambat, menurut penelitian.
Para lansia bisa mempelajari cara terhubung dengan teman baru dan lama di media sosial, bisa melalui FaceTime, Zoom atau Skype. Lansia juga bisa tetap berkomunikasi dengan cara yang sederhana dengan menulis surat atau mengatur jadwal rutin untuk menelepon.
Menekuni Hobi Baru

Masa pensiun ketika memasuki usia lanjut adalah waktu yang tepat untuk membersihkan “daftar keinginan” dan dapat mengejar tujuan hidup lainnya. Bahkan tetap aktif setelah pensiun sangatlah penting. Setiap orang memiliki daftar impian dan kegiatan yang ingin dilakukan, tetapi terkadang ide-ide tersebut tertunda karena kesibukan.
Para lansia bisa melakukan aktivitas lainnya yang menyenangkan yang juga sekaligus dapat membantu menjaga kesehatan mental. Baik itu berkebun, menjahit, melukis, atau memasak menu-menu baru yang belum pernah dicoba sebelumnya.
Hobi-hobi semacam itu sudah seperti kotak bayangan yang membantu meningkatkan neuroplastisitas otak. Sel-sel saraf akan terhubung atau terhubung kembali, mengubah struktur dan fungsi otak ketika dirangsang melalui pengulangan melihatnya. Ketika koneksi saraf di jalur ini diperkuat, dan koneksi baru terbentuk, individu merasa terhibur dan mendapatkan rasa memiliki yang lebih besar dan pada akhirnya, meningkatkan kesehatan mental lansia.
Merawat Hewan Peliharaan
Hewan dapat membantu menjaga lansia tetap aktif dan sibuk serta menawarkan persahabatan dalam prosesnya, dengan cinta tanpa syarat. Menurut CDC, pun dengan banyak penelitian lainnya telah menunjukkan bahwa ikatan antara manusia dan hewan peliharaannya dapat meningkatkan kebugaran, mengurangi stres, dan membawa kebahagiaan.
Manfaat kesehatan lainnya dari memiliki hewan peliharaan bagi lansia yakni dapat menurunkan tekanan darah, dapat meningkatkan kesempatan untuk bersosialisasi sehingga mengurangi perasaan kesepian.
Makan Makanan yang Menyehatkan Otak
Pola makan yang baik dan menyehatkan dapat memberikan dampak positif atau negatif pada kesehatan mental lansia selain dampak fisiknya. Studi menunjukkan bahwa menerapkan pola makan yang menyehatkan jantung dan seimbang yang tinggi biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran, protein tanpa lemak, serta lemak sehat dapat meningkatkan fungsi otak dan bahkan dapat membantu mencegah depresi dan menurunkan risiko demensia.
Tidur Cukup dan Berkualitas

Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan mental yang prima. American Psychology Association menyatakan bahwa tidur yang cukup dapat meningkatkan kebahagiaan, kesehatan, umur panjang, dan keselamatan. Otak membutuhkan tidur yang cukup setiap malam untuk memperbaiki dirinya sendiri, menyimpan ingatan, dan menyingkirkan sel-sel berbahaya yang terkait dengan kondisi seperti penyakit Alzheimer.
Lansia harus tidur setidaknya 7 jam setiap malam. Namun, mereka mungkin juga menghadapi perubahan dalam kebiasaan tidur mereka dan kesulitan untuk tidur nyenyak yang dapat menyebabkan kurang tidur dan berdampak negatif pada suasana hati dan kemampuan kognitif.
Untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik, para lansia dapat menerapkan kebiasaan tidur yang sehat. Diantaranya seperti dengan tidur pada waktu yang konsisten dan menjauhkan diri dari kopi, rokok, dan alkohol setidaknya empat jam sebelum tidur.
Baca juga: Strategi Menghindari Luka Inner Child Sejak Dini Pada Anak-Anak
Sumber:
Senior Mental Health: 6 Ways to Improve Cognition & Emotion as We Age. (2022, February 3). SALMON Health and Retirement. https://salmonhealth.com/blog/senior-mental-health/
PolarisHub, K. (2022, November 22). Mental Health for Seniors – Simple Ways To Stay Positive. St Luke’s Hospital. https://www.slh.org.sg/6-ways-to-maintain-healthy-mental-health-as-a-healthy-senior-citizen/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



