Semua artikel
Gangguan Psikotik

Ketahui Gejala dan Penanganan Gangguan Psikotik Bersama

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Gangguan psikotik bersama merupakan kondisi dimana seseorang yang memiliki kondisi mental yang baik lalu mengadopsi pemikiran-pemikiran tidak rasional (delusi), dari orang yang mengalami gangguan mental. Selain itu, gangguan psikotik bersama juga bisa dialami oleh dua orang atau lebih yang memiliki gangguan delusi yang berbeda, lalu menyamakan pemikiran mereka menjadi suatu pemikiran yang sama.

Dengan kata lain, gangguan psikotik bersama ini bisa dialami oleh dua orang atau lebih yang dimana mereka akhirnya mengalami pemikiran tidak rasional yang sama. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan mental. Sama halnya dengan gangguan mental lainnya, gangguan psikotik bersama juga perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak mengembangkan gejala yang dimiliki.

Sayangnya penyebab pasti dari gangguan psikotik bersama ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, wanita dipercaya lebih beresiko mengalami gangguan ini dibandingkan dengan laki-laki. Selain itu, orang yang memiliki kehidupan dengan tingkat stress atau tekanan yang berat dan mengalami isolasi sosial dianggap lebih beresiko meningkatkan kemungkinan gangguan psikotik bersama.

Untuk itulah artikel ini akan secara khusus membahas mengenai gejala dan penanganan pada gangguan psikotik bersama. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika pembaca menemukan kesamaan kondisi dengan isi artikel, maka melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater merupakan tindakan yang tepat. Dengan begitu, penderita akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Gejala Gangguan Psikotik Bersama

Untuk dapat menentukan seseorang mengalami gangguan mental atau tidak, baik Psikiater maupun Psikolog akan menggunakan panduan dari diagnostic and statistical manual of mental disorders edisi ke-5, atau yang juga dikenal dengan DSM-5. Sayangnya gangguan psikotik bersama sudah dihapuskan dari DSM-5 karena dianggap kriteria yang dimiliki tidak cukup memadai. Selain itu, gangguan psikotik bersama juga tidak dianggap sebagai entitas yang terpisah. Melainkan sebagai gangguan delusi, spektrum skizofrenia tertentu lainnya, dan gangguan psikotik lainnya. Meski demikian, gangguan ini pernah tercatat dalam diagnostic and statistical manual of mental disorders edisi sebelumnya, yaitu edisi ke-4 (DSM-4).

Sayangnya penderita gangguan psikotik bersama umumnya tidak mencari penanganan atas masalah mental yang mereka alami. Hal ini dikarenakan mereka menganggap kondisi mereka adalah hal yang normal, dan menganggap delusi yang dialami adalah hal yang benar karena berasal dari orang yang dipercaya.

Untuk itu, penderita gangguan psikotik bersama perlu mendapatkan bantuan dari orang lain untuk menyadarkan bahwa kondisi yang dialami bukanlah hal yang wajar. Untuk dapat mengetahui apakah seseorang mengalami gangguan psikotik bersama, kamu dapat melihat dari penderita setidaknya memiliki 3 gejala berikut:

·         Penderita mengalami atau memiliki delirium yang berkembang, dengan orang yang memiliki hubungan dekat dan memiliki delirium yang sudah ada sebelumnya.

·         Delirium yang dimiliki cenderung identik, bahkan sama persis dengan delirium yang dimiliki orang sebelumnya.

·         Delirium yang dialami tidak dapat diidentifikasi sebagai gangguan mental lain seperti skizofrenia, skizofreniform, dan lain sebagainya. Serta juga tidak karena efek dari penyalahgunaan zat-zat berbahaya.

Baca juga : Mengadopsi Delusi? Ini Dia Penjelasan Mengenai Gangguan Psikotik Bersama

Selain ketiga gejala di atas, penderita juga bisa saja mengalami gejala lainnya seperti masalah pada kesehatan fisik, paranoid, kesulitan terhubung dengan kenyataan, dan lain sebagainya. Perlu diketahui juga bahwa gejala yang dialami setiap penderita bisa jadi berbeda-beda, untuk itulah diperlukan konsultasi dengan ahlinya.

Penanganan Gangguan Psikotik Bersama

Langkah awal yang perlu dilakukan jika menjumpai orang dengan gejala gangguan psikotik bersama adalah dengan mengantarkannya untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Dari konsultasi tersebut akan dilakukan serangkaian pemeriksaan untuk nantinya dapat mengeluarkan diagnosis yang tepat.

Berdasarkan buku International Classification of Diseases 11th Revision yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), gangguan psikotik bersama didiagnosis sebagai gangguan delusi yang diinduksi. Untuk dapat memastikan kondisi tersebut, penderita perlu menjalani serangkaian pemeriksaan seperti wawancara klinis, tes laboratorium, pemeriksaan mental, dan tindakan konfirmasi dari pihak ketiga.

Dari hasil pemeriksaan tersebut selain dapat menentukan kondisi penderita, Psikolog dan Psikiater juga dapat menentukan penanganan apa yang bisa diberikan untuk dapat meminimalisir gejala yang ditimbulkan.

Dalam penanganan kasus gangguan psikotik bersama, penderita umumnya akan dipisahkan antara orang yang mengadopsi delusi dengan orang yang memang memiliki gangguan delusi. Bagi mereka yang sebelumnya sehat secara mental umumnya delusi yang dialami dapat menghilang tanpa menggunakan bantuan obat-obatan.

Namun jika diperlukan, penderita juga akan diberikan beberapa obat untuk dikonsumsi, seperti antipsikotik, obat penenang, antidepresan, atau penstabil suasana hati. Obat-obatan tersebut juga perlu dikonsumsi sesuai dengan anjuran dari Psikiater.

Selain itu, psikoterapi juga penting untuk membantu penderita mengelola emosi dan memperbaiki pola pikir yang tidak benar. Kondisi penderita juga bisa semakin membaik saat mendapatkan dorongan sosial dari orang-orang terdekatnya.

Seperti itu dia penjelasan mengenai gejala dan penanganan gangguan psikotik bersama. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis dan Perawatan Gangguan Parafrenia

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait