Deeptalk.co.id – Sebuah unggahan di media sosial Twitter yang mengungkapkan kejadian bunuh diri pada 15 Februari 2023 lalu ramai menjadi sorotan netizen. Unggahan dari sebuah akun base @tanyakanrl tersebut mendapatkan lebih dari dua ribu balasan dari pengguna lain. Diketahui korban bunuh diri merupakan seorang laki-laki dan mirisnya, banyak reply yang justru menyudutkan si korban.
Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran kesehatan mental laki-laki masih sangat minim di lingkungan masyarakat. Padahal, tingkat bunuh diri yang terjadi pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Terbukti dari data yang disajikan WHO menunjukkan bahwa hampir 40% negara memiliki lebih dari 15 kematian akibat bunuh diri per 100.000 laki-laki; hanya 1,5% yang menunjukkan tingkat yang lebih tinggi untuk perempuan.
Bunuh diri selalu menjadi masalah yang sensitif dan kompleks. Ada banyak penyebab seseorang melakukan tindakan ini, namun kita tidak pernah mengetahui alasan sesungguhnya.
Seiring waktu kesadaran akan kesehatan mental sudah mulai berkembang di masyarakat. Sehingga pemahaman publik semakin tinggi akan isu ini. Termasuk pengetahuan akan adanya kesenjangan gender pada kasus tindakan bunuh diri.
Umumnya perempuan lebih mudah terdiagnosis depresi hingga mengakibatkan mereka sering melakukan percobaan bunuh diri dibanding laki-laki. Namun ternyata laki-laki lebih sulit untuk ditebak akan kesehatan mental nya sehingga mereka cenderung menggunakan metode bunuh diri yang lebih berbahaya.
Alasan mereka melakukan metode yang lebih berbahaya ialah kemungkinan bahwa mereka ingin segera menuntaskan masalahnya. Misalnya dengan memilih menggunakan senjata api untuk melukai atau membunuh dirinya sendiri.
Beda Laki-Laki dan Perempuan Dalam Menghadapi Depresi
Perbedaan ini juga telah ditunjukkan dari awal bagaimana beda laki-laki dan perempuan dalam menghadapi depresi. Dara Schwartz, seorang psikolog utama di Rumah Sakit Sharp Mesa Vista mencatat bahwa ada perbedaan dalam hal depresi yang dihadapi antara laki-laki dan perempuan.
Ia berpendapat bahwa wanita biasanya lebih berhubungan dengan emosi mereka dan lebih terbuka untuk mendiskusikan masalah yang ia alami. Sedangkan berbanding terbalik dengan laki-laki yang lebih tertutup dan sulit untuk mengakui bahwa mereka sedang mengalami tekanan emosional.
Selain kedua perbedaan tersebut, ada beberapa perbedaan lainnya, yakni :
Laki-Laki Menunjukkan Gejala Yang Berbeda
Depresi pada laki-laki lebih sering disalurkan sebagai perilaku kemarahan atau matirasa daripada kesedihan yang mungkin diharapkan untuk menyertai diagnosis ini. Selain itu, laki-laki akan mengalami kesulitan tidur saat depresi sehingga menyebabkan mereka kehilangan konsentrasi dan fokus pada suatu detail. Alih-alih mengatakan bahwa mereka tengah mengalami gejala depresi, mereka justru mengatakan adanya gangguan fisik seperti sakit, nyeri, dan masalah pencernaan ketika menemui dokter. Mereka berasumsi bahwa masalah kesehatan adalah penyakit fisik yang lebih nyata dan mereka merasa lebih nyaman untuk mengatasi hal ini.
Laki-Laki Membutuhkan Pendekatan Pengobatan Yang Berbeda
Secara budaya, laki-laki lekat dengan anggapan untuk menjadi kuat dan tabah, juga tidak boleh menunjukkan emosinya. Oleh karenanya, ketika seorang dokter berhadapan dengan pasien laki-laki yang depresi, mereka tidak langsung mengarahkan pasiennya pada masalah emosional. Laki-laki merespon perawatan yang lebih baik jika dimulai sebagai upaya untuk mengatasi gejala yang mereka alami daripada penyebab yang mendasari gangguan depresinya. Beberapa laki-laki mungkin kesulitan berbicara tentang emosi dan kadang-kadang tidak dapat menyadari bahwa apa yang mereka rasakan sebenarnya adalah depresi.
Cara Mengatasi Depresi Yang Berbeda
Karena seorang laki-laki mengalami depresi yang berbeda dari perempuan, wajar apabila coping mechanism mereka juga berbeda. Menurut Dr. Schwartz, laki-laki lebih cenderung menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan lain sebagai coping mechanismnya. Selain itu, laki-laki jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mencari bantuan, dan jika depresi mereka menjadi cukup parah, mereka cenderung mati karena bunuh diri.
Baca juga :
Mengapa Laki-Laki Banyak Yang Memilih Bunuh Diri?
Sebuah studi baru-baru ini menyelidiki tentang depresi yang dialami antara laki-laki dan perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih terpengaruh oleh “kegagalan pada tugas-tugas instrumental utama, seperti pencapaian pekerjaan yang diharapkan hingga kegagalan untuk menafkahi keluarga secara memadai”. Laki-laki tampaknya lebih sensitif terhadap stresor tertentu di lingkungannya, seperti yang berkaitan dengan keuangan dan pekerjaan.
Berbanding terbalik dengan laki-laki, tingkat depresi yang ditunjukkan perempuan lebih dipengaruhi oleh stresor yang berasal dari hubungan dan jejaring sosial di lingkungan mereka. Faktor-faktor seperti kehangatan orang tua yang rendah dan kepuasan pernikahan yang rendah, misalnya, benar-benar dapat memengaruhi kesehatan mental wanita.
Banyak faktor yang mungkin berada di balik ini, tetapi di Inggris, pria tiga kali lebih mungkin meninggal karena bunuh diri daripada wanita dan akar penyebab mengapa pria berjuang harus diselidiki.
Sementara wanita memiliki risiko depresi yang lebih rendah daripada pria di daerah tertinggal, penelitian lain menunjukkan bahwa mereka lebih mungkin mengalami kecemasan. Sekali lagi, diperlukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh lingkungan tempat tinggal terhadap kesehatan mental dari perspektif gender.
Banyak orang hidup dalam kekurangan di seluruh dunia dan depresi adalah penyebab utama kecacatan dalam skala global. Mengetahui bagaimana pria dan wanita dipengaruhi oleh kesulitan hidup dalam kekurangan dapat membantu memfokuskan perawatan kesehatan mental, dan ini merupakan langkah maju yang berharga.
Selain itu, komunikasi juga menjadi salah satu elemen kunci dari penyebab banyaknya kasus bunuh diri pada laki-laki. Laki-laki cenderung lebih tertutup dalam mengkomunikasikan perasaannya dibandingkan perempuan yang lebih terbuka.
Dari dulu banyak masyarakat yang mendorong laki-laki untuk menjadi kuat dan melarang mereka untuk mengakui emosi sedih atau kesulitan yang sedang dihadapi. Sehingga laki-laki pun terbiasa untuk memendam perasaannya dengan berdalih bahwa mereka kuat dan baik-baik saja.
Sebuah studi British Medical Journal Inggris menemukan tingkat konsultasi perawatan primer umum 32% lebih rendah pada laki-laki daripada perempuan. (Tingkat konsultasi untuk depresi, dinilai dengan apakah pasien menerima resep antidepresan, 8% lebih rendah pada laki-laki daripada perempuan).
Laki-laki lebih jarang mencari bantuan untuk kesehatan mental. Sehingga orang lain tidak sadar bahwa mereka tengah berada dalam kesulitan. Lalu, ketika seorang laki-laki sudah merasa tidak mampu lagi menghadapi tekanan dalam hidup, mereka cenderung memilih alkohol atau obat-obatan daripada bercerita atau mengkonsultasikan masalahnya dengan orang lain.
Baca juga:
Sumber:
https://twitter.com/tanyakanrl/status/1625717802236801032?s=12&t=TF-CDdD5Q1XVKnqA_qKVgg
https://www.sharp.com/health-news/3-ways-depression-is-different-for-men
https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-47862671
https://theconversation.com/depression-men-far-more-at-risk-than-women-in-deprived-areas-127264
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



