Semua artikel
Perilaku

Kenali Perbedaan Perfeksionisme dengan Perjuangan Sehat Untuk Lebih Produktif

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Memiliki standar yang tinggi adalah bagian penting dari perjuangan yang sehat. Untuk mendapatkan keterampilan, keahlian dan penguasaan, Anda perlu untuk melakukannya dengan baik dan terus meningkat. Namun, jika salah dalam menempatkan keinginan untuk mencapai hasil dengan standar yang sempurna, bukannya melakukan perjuangan yang sehat, Anda justru bisa terjebak pada perfeksionisme.

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa perfeksionisme bukanlah cara perjuangan yang sehat dan menekan produktivitas. Perfeksionisme dapat melumpuhkan hasil dengan mengarah pada penundaan yang melumpuhkan. Pun pada sebuah penelitian menyebutkan orang-orang yang memiliki sifat perfeksionisme, lebih buruk daripada yang lain dalam ukuran objektif kreativitas.

Perfeksionisme yang kaku dan tak henti-hentinya membuat orang sengsara dalam praktiknya banyak yang masih berpegang teguh pada hal itu. Ini diperkuat dengan adanya kondisi sosial mereka, dimana banyak kalangan yang terus menerus stres dan terlalu banyak bekerja diagungkan atau setidaknya dipandang sebagai “normal”. Dan ini yang mendorong perfeksionisme yakin bahwa mengalahkan diri sendiri adalah satu-satunya jalan menuju kesuksesan.

Terjebak dalam perfeksionisme tentu tidak baik bagi kesejahteraan emosional dan mental. Butuh strategi lebih untuk melewati perfeksionisme, yakni dengan menyadari bahwa ada garis kabur tetapi penting antara upaya perjuangan yang sehat untuk menjadi yang terbaik. Dan menempatkan perfeksionisme sebagai cara yang tidak sehat.

Perbedaan Perfeksionisme dengan Perjuangan yang Lebih Sehat

Saat Anda memahami perbedaan antara perjuangan yang sehat dan perfeksionisme, Anda akan lebih siap untuk mempertanyakan metode dan standar dari perfeksionis. Mengetahui bahwa “selesai” seringkali lebih penting daripada sempurna, juga Anda akan menerima gagasan “cukup baik”.

Anda dapat fokus untuk belajar dan meningkatkan serta terbuka untuk pengalaman baru, bukan untuk sekedar tampil semata. Anda dapat memilih untuk memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan, sebagaimana Anda memperlakukan seorang teman.

Brene Brown, seorang penulis dan profesor riset di Universitas Houston menggunakan istilah “perjuangan sehat” untuk membandingkan sisi baik dan buruknya perfeksionisme. Ia dan peneliti lainnya membedakan antara perjuangan yang sehat dengan perfeksionisme yang membuat Anda menyenangkan orang lain, bergumul dengan keraguan diri dan ketakutan tidak cukup baik.

Standar yang Dicapai

Perfeksionisme menetapkan standar tinggi yang tidak dapat dicapai. Bukannya merasa bersemangat dan termotivasi dengan tujuan Anda yang setinggi langit, Anda justru merasa terintimidasi dan terbebani. Anda menjadi takut mereka tidak akan tercapai.

Sedangkan perjuangan yang sehat cenderung menetapkan tujuan yang realistis untuk diri sendiri. Standarnya mungkin tinggi, namun tetap realistis dan memungkinkan mendapat prestasi.

Baca juga: Jenis Procrastination yang Perlu Anda Kenali Perbedaannya

Tentang Diri Sendiri

Perfeksionisme merasa buruk tentang diri sendiri ketika standar tersebut tidak terpenuhi, atau hasil yang tidak tercapai. Anda merasa gagal tidak peduli berapa banyak yang Anda capai karena kesempurnaan tidak pernah bisa dicapai. Anda menjadi merasa buruk akan diri Anda sendiri lebih banyak. Perfeksionisme digambarkan sebagai tameng yang digunakan untuk melindungi diri dari rasa malu dan kerentanan.

Perjuangan yang sehat adalah merayakan kemenangan kecil di sepanjang jalan. Anda akan lebih banyak menghargai usaha dan prosesnya dengan belas kasih diri, terlepas dari apakah tujuannya tercapai atau tidak. Ini dilakukan dengan Anda yang banyak memberi pujian untuk diri sendiri yang mau mencoba untuk berusaha, meskipun gagal.

Bentuk Motivasi

Perfeksionisme dimotivasi secara eksternal. “Tolong, lakukan, Sempurna.” Anda mencoba mengelola persepsi orang lain yang mana itu tidak mungkin dan sangat melelahkan. Perfeksionis cenderung berfokus pada keinginan atau kehendak orang lain, “Apa yang akan mereka pikirkan?”

Berbeda dengan perjuangan sehat yang lebih berfokus pada diri sendiri, “Bagaimana saya bisa berkembang?” Ini tentang bekerja menuju tujuan yang didasarkan pada nilai-nilai Anda dan keinginan Anda.

Menghadapi Kesalahan

Perfeksionisme selalu berusaha untuk menghindari kesalahan. Anda hanya akan melakukan hal-hal untuk mencari kepastian akan keberhasilan dan kesempurnaan yang bisa dicapai demi menghindari kesalahan. Seperti meninjau dan mengumpulkan banyak informasi lebih dari yang dibutuhkan sebelum mengambil keputusan, menyerah terlalu cepat, menunda-nunda pekerjaan atau menghindarinya.

Namun perjuangan yang sehat justru akan mempelajari apa saja yang hanya dibutuhkan dari pengalaman dan bangkit kembali dari kesalahan. Ini menandakan bahwa perjuangan yang sehat memiliki pola pikir yang berkembang ketika kesalahan dibuat. Mengingat Anda melakukannya dengan kemampuan terbaik Anda, dan itu membuat Anda menghargai kemajuan serta menikmati prosesnya. Melihat kegagalan bukan sebagai bukti ketidakcerdasan tetapi sebagai batu loncatan yang membesarkan hati untuk pertumbuhan dan untuk memperluas kemampuan kita yang ada.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Overthinking dan Penyebabnya

 

Sumber:

Wäcker, L. (2020, March 18). Perfectionism or Healthy Striving: What’s the Difference? • Liza M. Wäcker, Psy.D. Inc. • Therapy in Honolulu, HI. Liza M. Wäcker, Psy.D. Inc. https://lizawackertherapy.com/perfectionism-or-healthy-striving-whats-the-difference/

The Difference Between Perfectionism and Healthy Striving. (2023, May 1). Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/growing-friendships/202303/the-difference-between-perfectionism-and-healthy-striving-1

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kenali Perbedaan Perfeksionisme dengan Perjuangan Sehat Untuk Lebih Produktif — DeepTalk