Semua artikel
Gangguan Perilaku

Kenali Penyebab Oppositional Defiant Disorder Pada Anak

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Oppositional defiant disorder adalah salah satu gangguan perilaku yang umumnya dialami oleh anak-anak dan remaja. Meski demikian, kondisi ini bahkan bisa terus berlangsung hingga dewasa. Oppositional defiant disorder memiliki gejala utama berupa emosi yang meledak-ledak, melanggar aturan, dan cenderung pendendam.

Penderita oppositional defiant disorder sering kali dianggap sebagai anak nakal. Walaupun perilaku mereka cenderung ke hal-hal yang negatif, namun pada dasarnya penderita oppositional defiant disorder bisa kembali bertingkah seperti halnya anak-anak pada umumnya. Tentu saja hal tersebut bisa terjadi dengan memberikan serangkaian penanganan pada anak.

Oppositional defiant disorder merupakan salah satu gangguan mental yang tercantum dengan jelas dalam DSM-5. Dengan demikian, diagnosa oppositional defiant disorder hanya bisa didapatkan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan dari psikolog atau psikiater. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan diagnosa dan penanganan.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai penyebab anak mengalami oppositional defiant disorder. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menemukan anak dengan beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera antarkan anak untuk mendapatkan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu anak akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Sama halnya dengan kebanyakan gangguan mental pada umumnya, hingga saat ini penyebab anak mengalami oppositional defiant disorder belum diketahui. Meski demikian, beberapa penelitian mengungkap bahwa kondisi oppositional defiant disorder bisa dipicu oleh beberapa faktor berikut:

Faktor Biologis

Faktor pertama yang bisa memicu seseorang mengalami oppositional defiant disorder adalah faktor biologis. Dalam hal ini, faktor biologis bisa mencakup beberapa hal, yaitu:

Kelainan fungsi otak

Dalam otak manusia terdapat zat-zat kimia atau yang biasa disebut dengan neurotransmitter. Penderita oppositional defiant disorder umumnya mengalami fungsi neurotransmitter yang tidak normal dan dipercaya sebagai pemicu kondisi oppositional defiant disorder.

Cedera otak

Selain kelainan pada fungsi otak, faktor biologis lainnya yang dipercaya dapat memicu kondisi oppositional defiant disorder adalah cedera pada otak. Dimana terdapat beberapa area otak yang mengalami masalah akibat cedera otak tersebut. Bagian otak tersebut berfungsi dalam memberikan penilaian, pertimbangan, dan kontrol emosi.

Baca juga : Anak Mudah Marah? Waspada Gejala ODD!

Genetik

Faktor biologis yang bisa memicu kondisi oppositional defiant disorder lainnya adalah genetik. Walaupun hal ini tidak menjamin 100%, namun anak yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi oppositional defiant disorder akan berpotensi lebih besar mengalami hal yang sama. Selain itu, riwayat keluarga dengan kondisi ADHD, bipolar, depresi, atau penyalahgunaan narkoba juga berpotensi mengalami kondisi oppositional defiant disorder.

Perilaku tidak sehat saat ibu mengandung

Faktor biologis berikutnya yang bisa memicu kondisi oppositional defiant disorder pada anak adalah perilaku tidak sehat saat dalam kandungan. Dimana pada saat tersebut ibu secara aktif merokok atau minum minuman beralkohol.

Faktor Psikologis

Faktor kedua yang bisa memicu seseorang mengalami oppositional defiant disorder adalah faktor psikologis. Dalam hal ini, faktor psikologis bisa mencakup beberapa hal, yaitu:

Kondisi keluarga

Faktor psikologis yang bisa memicu kondisi oppositional defiant disorder pada anak adalah kondisi keluarga. Dalam hal ini, anak yang tinggal dengan keluarga yang tidak harmonis bisa membuat emosinya tidak stabil dan memicu oppositional defiant disorder.

Perhatian orang tua

Salah satu yang sangat dibutuhkan anak adalah perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Salah satu dampak dari anak yang tidak mendapatkan atau kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya adalah memicu kondisi oppositional defiant disorder.

Faktor Sosial

Faktor ketiga yang bisa memicu seseorang mengalami oppositional defiant disorder adalah faktor sosial. Dalam hal ini, faktor sosial bisa mencakup beberapa hal, yaitu:

Kemiskinan

Walaupun tidak semua anak yang hidup di bawah garis kemiskinan mengalami kondisi oppositional defiant disorder, namun kenyataannya banyak diantara mereka yang mengalami kondisi tersebut.

Pelecehan

Anak yang pernah menjadi korban pelecehan juga bisa tumbuh sebagai sosok dengan oppositional defiant disorder. Hal ini bisa jadi tindakan memberontak yang mereka lakukan sebagai bentuk pelampiasan akan kejadian tidak menyenangkan yang pernah menimpanya.

Penelantaran

Anak yang ditelantarkan oleh kedua orang tua dan keluarganya juga bisa saja mengalami kondisi oppositional defiant disorder. Pasalnya mereka tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkan. Selain itu, kondisi sosial yang mengharuskan mereka berusaha untuk tetap hidup juga cenderung membentuk pribadi yang kasar.

Lingkungan

Faktor sosial berikutnya yang bisa memicu kondisi oppositional defiant disorder pada anak adalah lingkungan. Dalam hal ini anak yang tinggal di lingkungan yang kasar atau penuh kekerasan akan membentuknya menjadi sosok yang seperti itu.

Itu dia beberapa penyebab anak mengalami kondisi oppositional defiant disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Penyebab Gangguan Septrum Autis Pada Anak

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait