Semua artikel
Sindrom Psikologi

Kenali Komplikasi dan Penanganan Pada Penderita Sindrom Munchausen

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Sindrom munchausen adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan adanya perilaku berpura-pura sakit baik secara fisik maupun mental, untuk mendapatkan simpati atau perhatian dari orang lain.

Berbeda dengan penderita hipokondria yang yakin bahwa dirinya benar-benar mengalami masalah kesehatan. Penderita sindrom munchausen justru secara sadar mengetahui bahwa dirinya tidak mengalami masalah kesehatan sama sekali. Namun karena beberapa alasan, mereka memilih untuk seolah-olah dengan mengalami kondisi kesehatan yang tidak baik. Perilaku tersebut juga umumnya diiringi dengan kemampuan berbohong yang memadai. Hal inilah yang akhirnya membuat beberapa orang tertipu dengan apa yang ditampilkan mereka.

Penderita sindrom munchausen juga umumnya tidak mengharapkan bantuan secara financial atau semacamnya. Mereka melakukan kebohongan tersebut serta-merta demi mendapatkan perhatian, simpati, dan rasa iba dari orang-orang disekitarnya. Walaupun tindakan yang dilakukan terkadang berlebihan.

Penderita sindrom munchausen bahkan tidak segan-segan melukai diri sendiri untuk bisa meyakinkan orang lain bahwa dirinya sedang dalam kesehatan yang tidak baik. Tidak hanya itu, mereka juga bersedia melakukan pemeriksaan secara medis, dan akan meyakinkan dokter atau tenaga kesehatan bahwa dirinya sedang sakit. Walau setelah pemeriksaan tidak ditemukan penyakit apapun.

Kondisi ini juga cukup mendatangkan berbagai masalah dalam kehidupan. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai komplikasi dan cara penanganan pada penderita sindrom munchausen. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau menimbulkan perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasan mengenai komplikasi dan penanganan pada penderita sindrom munchausen.

Komplikasi Sindrom Munchausen

Kondisi yang dialami oleh penderita sindrom munchausen tidak hanya sekedar berbohong mengenai penyakit yang tidak mereka alami. Namun, sindrom yang satu ini juga bisa memicu berbagai komplikasi berikut:

Berbagai masalah kesehatan

Penderita sindrom munchausen tidak ragu untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan medis, hingga melakukan pengobatan yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Hal ini tentu saja untuk membuat semua orang yakin bahwa dirinya sedang mengalami penyakit tertentu.

Sayangnya, beberapa pemeriksaan medis dan pengobatan yang tidak perlu itu justru bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Misalnya mengalami mual yang merupakan efek samping dari paracetamol, atau alergi pada obat-obatan tertentu.

Baca juga : Sindrom Munchausen : Kebiasaan Memalsukan Penyakit

Kehilangan organ tubuh

Tidak hanya bisa menimbulkan masalah kesehatan yang sederhana, penderita sindrom munchausen juga bisa kehilangan organ tubuhnya akibat melakukan operasi yang tidak mereka butuhkan. Walaupun mereka tahu bahwa tindakan operasi bukan hal yang mereka perlukan, namun demi meyakinkan orang lain, beberapa dari penderita sindrom munchausen tidak ragu untuk melakukannya.

Terganggunya kehidupan sosial

Tidak hanya menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang tidak diharapkan, kondisi sindrom munchausen juga bisa memicu masalah dalam kehidupan sosial. Penderita sindrom munchausen terlalu fokus dalam memalsukan penyakit yang mereka miliki. Hal ini tentu akan menghambat dalam melakukan aktivitas sosial seperti bersekolah maupun bekerja. Beberapa perilaku yang terlalu tampak dibuat-buat juga seringkali membuat orang lain tidak nyaman dan cenderung menjauhkan diri darinya.

Cedera, bahkan kematian

Seperti yang sudah dibahas pada poin-poin sebelumnya, penderita sindrom munchausen tidak ragu untuk melakukan hal-hal aneh untuk membuktikan penyakit yang tidak ada itu. Sayangnya hal ini juga bisa membuat mereka mengalami cedera fisik, bahkan kematian yang tidak disengaja.

Penanganan Pada Penderita Sindrom Munchausen

Setelah mengetahui berbagai dampak dari sindrom munchausen yang bahkan bisa mengancam nyawa, kita tentu sadar betapa pentingnya penderita sindrom munchausen mendapatkan penangnan yang tepat.

Pada dasarnya penderita sindrom munchausen akan menolak saat diminta melakukan pemeriksaan psikologis. Untuk itu mereka perlu diberikan pengertian bahwa yang dialami bisa jadi mengarah kepada sindrom munchausen, dan perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Setelah itu pelan-pelan arahkan mereka untuk melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.

Penanganan pada setiap penderita sindrom munchausen bisa jadi berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang ditunjukkan. Meski demikian, penanganan umumnya berbentuk psikoterapi, mengkonsumsi obat-obatan, atau kombinasi dari keduanya.

Jenis psikoterapi juga cukup beragam. Namun jenis yang paling sering digunakan adalah terapi perilaku kognitif. Jenis terapi ini akan membantu penderita untuk merekonstruksi pola pikir dan perilaku mereka kearah yang lebih baik.

Sedangkan penanganan dengan mengkonsumsi obat-obatan lebih kepada menekan gejala-gejala yang ditimbulkan. Misalnya mengkonsumsi antidepresan untuk kondisi sindrom munchausen yang disertai dengan gejala depresi atau gangguan kecemasan. Hal ini dikarenakan belum ada satupun obat yang dikhususkan untuk mengatasi sindrom munchausen.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai komplikasi dan penanganan pada penderita sindrom munchausen. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Kenali Gejala dan Penanganan Gangguan Somatoform

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kenali Komplikasi dan Penanganan Pada Penderita Sindrom Munchausen — DeepTalk