Semua artikel
Gangguan Perkembangan Saraf

Kenali Klasifikasi Retardasi Mental

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Istilah retardasi mental atau keterbelakangan mental tentu sudah tidak asing lagi ditelinga. Istilah tersebut diberikan untuk menggambarkan kondisi gangguan mental yang ditandai dengan tingkat kecerdasan di bawah rata-rata dan kurangnya keterampilan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang mengalami retardasi mental sudah sepatutnya mendapatkan penanganan yang tepat dari para ahli untuk membantu mereka agar dapat menjalani kehidupan dengan baik. Kondisi retardasi mental ini bisa diketahui dengan melakukan pengecekkan nilai intelektual atau yang kita kenal dengan IQ (intelligence quotient) dengan mengikuti tes IQ, dan pengecekkan kemampuan adaptif sebelum memasuki usia dewasa.

Pengidap retardasi mental umumnya mengalami perkembangan kondisi mental yang terhenti atau tidak lengkap. Karena itu mereka akhirnya mengalami kendala dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Perkembangan kondisi mental yang terhenti atau tidak lengkap ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor selama masa pertumbuhan anak, mulai dari masa prenatal. Untuk itu penting bagi setiap orang tua memperhatikan setiap detail perkembangan anak.

Kondisi retardasi mental ini juga terbagi atas beberapa klasifikasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Kabar baiknya, 85% anak penyandang retardasi mental masuk dalam kategori retardasi mental rendah. Dengan demikian lebih banyak anak retardasi mental yang mampu mempelajari kemampuan dan pengetahuan baru untuk membantunya menjalani kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai klasifikasi dalam kondisi retardasi mental. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Pada dasarnya untuk dapat mengetahui diagnosis retardasi mental dan dimana tingkatan retardasi mental yang dimiliki anak, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikolog atau Psikiater. Serangkaian pemeriksaan yang cukup rumit perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan diagnosis dan penanganan terhadap penderita. Meski demikian, para ahli percaya bahwa terdapat beberapa tingkat keparahan dalam kondisi retardasi mental ini. Berikut beberapa klasifikasi penyandang retardasi mental:

Retardasi Mental Ringan (Mild)

Seperti yang sudah diungkapkan di awal bahwa kondisi retardasi mental ringan sangat mendominasi populasi penyandang retardasi mental. Dimana terdapat sekitar 85% penyandang retardasi mental ringan dari keseluruhan penyandang retardasi mental.

Ciri utama penyandang retardasi mental ringan adalah tingkat IQ yang berkisar dari 50 hingga 69. Penderita retardasi mental ringan umumnya hanya dapat mengikuti keterampilan akademik sampai kelas enam saja. Meski demikian, anak-anak penyandang retardasi mental ringan masih mampu beradaptasi dengan lingkungan selama mereka mendapatkan dukungan yang tepat dari keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Dalam hal ini, peran orang tua dan orang-orang terdekat sangat membantu anak penyandang retardasi mental ringan untuk dapat beradaptasi. Selain itu, pemberian stimulus yang sudah dianjurkan oleh Psikolog atau Psikiater juga akan sangat membantu anak dalam proses adaptasinya.

Anak dengan retardasi mental ringan umumnya memiliki hambatan dalam kemampuan bahasa mereka. Namun mereka masih mampu menguasai bahasa untuk keperluan sehari-hari. Mereka juga cukup mandiri untuk melakukan tugas-tugas seperti makan, mencuci, memakai baju, hingga mengontrol saluran cerna dan kandung kemih, walaupun perkembangan mereka cukup lambat dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesulitan terbesar penyandang retardasi mental ringan terletak pada kemampuan akademik mereka. Selebihnya masih dapat dikembangkan dengan memberikan stimulus yang tepat.

Baca juga : Ini Dia Penyebab dan Faktor Resiko Disabilitas Intelektual

Retardasi Mental Sedang (Moderate)

Ciri utama dari penyandang retardasi mental sedang adalah dari nilai IQ yang berkisar dari 35 hingga 49. Populasi penyandang retardasi mental sedang ini tidak sebanyak penyandang retardasi mental ringan. Dimana populasi mereka sekitar 10% dari total populasi penyandang retardasi mental.

Anak dengan kondisi retardasi mental sedang cenderung mengalami kesulitan dalam kemampuan komunikasi dan bahasa yang dimiliki. Selain itu, anak dengan retardasi mental sedang memang masih mampu mengurus diri sendiri dan beberapa keterampilan motorik. Namun mereka mengalami keterlambatan yang lebih lama dari penyandang retardasi mental ringan. Selain itu mereka juga membutuhkan pengawasan seumur hidup.

Retardasi Mental Berat (Severe)

Ciri utama dari penyandang retardasi mental berat ada pada nilai IQ yang menunjukkan angka 20 hingga 34. Total populasi penyandang retardasi mental berat juga lebih sedikit dari klasifikasi sebelumnya, dimana populasinya sekitar 4% dari total keseluruhan penyandang retardasi mental.

Anak dengan kondisi retardasi mental berat hanya mampu menguasai keterampilan merawat diri yang sangat dasar dan beberapa kemampuan komunikasi. selain itu mereka juga mengalami gangguan perkembangan motorik yang bermakna dan adanya defisit neurologis (penurunan fungsi saraf)

Retardasi Mental Sangat Berat (Profound)

Klasifikasi yang satu ini merupakan klasifikasi terberat dalam kondisi retardasi mental. Ciri utama dari retardasi mental berat adalah nilai IQ dibawah 20. Dimana total populasinya juga paling sedikit, yaitu sekitar 1% hingga 2% dari total keseluruhan penyandang retardasi mental. Kemampuan yang dimiliki juga sangat terbatas, dan mereka kesulitan untuk memahami perintah dan instruksi, serta keterbatasan dalam mobilitas.

Itu dia tingkat keparahan dalam kasus retardasi mental. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Kenali Gejala Gangguan Intelektual Sejak Dini

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait