Deeptalk.co.id – Istilah disabilitas intelektual atau gangguan intelektual tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Meski demikian, masih banyak orang-orang yang tidak memahami bagaimana gejala yang ditimbulkan oleh gangguan yang satu ini. Padahal, pengetahuan dasar mengenai gangguan intelektual ini sangat penting untuk membantu penderita mendapatkan akses kehidupan yang lebih baik.
Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan intelektual. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika pembaca menemukan orang yang memiliki kondisi sama dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasannya.
Pengertian Gangguan Intelektual

Gangguan intelektual atau disabilitas intelektual merupakan kondisi dimana seseorang memiliki fungsi intelektual di bawah rata-rata dan kurangnya keterampilan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itulah penderita gangguan intelektual membutuhkan pertolongan yang lebih untuk dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik.
Gangguan intelektual ini juga biasa dikenal dengan istilah keterbelakangan mental. Dimana gangguan yang satu ini masuk dalam DSM-5 sebagai salah satu gangguan mental. DSM-5 atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition merupakan buku rujukan diagnosis gangguan mental yang digunakan oleh Psikolog dan Psikiater di seluruh dunia.
Seseorang yang menyandang gangguan intelektual ini memiliki batasan dalam dua bidang, yaitu:
Fungsi intelektual
Fungsi intelektual ini biasanya dapat diukur menggunakan tes intelektual dengan hasil berupa nilai IQ (intellectual quotient). Dimana fungsi intelektual ini merujuk pada kemampuan belajar, melakukan reasoning, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah.
Seseorang dapat mengukur IQ yang dimiliki dengan mengikuti tes IQ. Rata-rata manusia memiliki tingkat IQ di angka 85-115, sedangkan seseorang yang memiliki nilai IQ di bawah 70-75 dianggap mengalami gangguan intelektual.
Perilaku adaptif
Setiap orang memerlukan kemampuan adaptif yang baik untuk dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik. Sayangnya seseorang dengan gangguan intelektual ini memiliki batasan dalam kemampuan tersebut. Perilaku adaptif ini merujuk pada kemampuan berkomunikasi secara efektif, berinteraksi dengan orang lain, dan menjaga diri sendiri.
Untuk dapat mengukur perilaku adaptif ini diperlukan seorang spesialis untuk mengamati perilaku orang tersebut. Bentuk pengamatannya juga bisa berbeda-beda, namun pada umumnya yang diamati adalah kemampuan makan atau berpakaian sendiri, kemampuan berkomunikasi dan memahami orang lain, hingga cara berinteraksi dengan keluarga, teman, dan anak-anak seusianya.
Sebenarnya gangguan intelektual ini bisa dikatakan sangat jarang terjadi. Diperkirakan hanya ada 1% dari populasi manusia yang mengalami gangguan tersebut. Meski demikian kita tetap perlu memberikan perhatian lebih terhadap mereka. Selain itu, dari 1% orang yang menyandang gangguan intelektual ini, 85% diantaranya menyandang disabilitas ringan. Dengan demikian, lebih banyak orang dengan gangguan intelektual yang masih bisa mempelajari informasi dan pengetahuan baru.
Baca juga : Ini Dia Tanda Bahwa Kamu Adalah Korban Gaslighting Dalam Hubungan Asmara
Gejala Gangguan Intelektual

Pada dasarnya untuk dapat mengetahui apakah seseorang benar-benar mengalami gangguan intelektual atau tidak, harus melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikolog atau Psikiater. Hal ini dikarenakan baik Psikolog ataupun Psikiater perlu melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosis banding, hingga akhirnya dapat memberikan diagnosis sesuai dengan kriteria yang ditunjukkan oleh penderita.
Serangkaian pemeriksaan yang cukup rumit ini juga sangat penting untuk dapat menghindari kesalahan diagnosis dan kesalahan pemberian penanganan pada penderita. Untuk itu sangat tidak disarankan untuk melakukan self diagnosis terhadap gangguan mental apapun itu.
Meski demikian, kita dapat melihat gejala gangguan intelektual itu sendiri dari DSM-5. Dimana dalam DSM-5 dinyatakan bahwa seseorang dapat dikategorikan dalam gangguan intelektual tidak cukup hanya dengan melakukan tes IQ saja, melainkan juga diperlukan penilaian terhadap fungsi adaptifnya. Berikut beberapa gejala gangguan intelektual dalam DSM-5:
Defisit dalam fungsi intelektual
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa untuk dapat mengetahui nilai IQ seseorang maka dapat dilakukan tes IQ. Tentu saja tes IQ yang dilakukan harus sesuai dengan standar yang sudah ditentukan oleh para ahli. Penilaian IQ ini meliputi reasoning, pemecahan masalah, perencanaan, pemikiran abstrak, penilaian, pembelajaran akademik, dan kemampuan belajar dari pengalaman.
Defisit dalam fungsi adaptif
Sama halnya dengan penilaian dalam fungsi intelektual, penilaian fungsi adaptif juga hanya akan valid jika dilakukan oleh ahlinya. Dalam hal ini adalah Psikolog dan Psikiater. Defisit dalam fungsi adaptif ini meliputi kegagalan dalam memenuhi standar perkembangan dan sosiokultural untuk kemandirian pribadi dan tanggung jawab sosial.
Onset defisit fungsi intelektual dan adaptif terjadi selama masa perkembangan
Kriteria selanjutnya adalah onset defisit fungsi intelektual dan adaptif terjadi selama masa perkembangan penderita. Jika diluar dari masa perkembangan, bisa jadi itu tidak termasuk dalam gangguan intelektual. Melainkan akibat faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi.
Itu dia beberapa penjelasan mengenai gangguan intlektual. Ada baiknya bagi orang tua lebih peka terhadap kondisi tersebut untuk bisa mengidentifikasi anak sedini mungkin. Dengan demikian anak akan mendapatkan penanganan yang tepat dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Bentuk-Bentuk Perilaku Gaslighting yang Perlu Kamu Hindari Dalam Menjalin Hubungan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



