Semua artikel
Seksual

Kenali Gejala dan Penanganan Pada Penderita Frotteurisme

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Frotteurisme merupakan salah satu penyimpangan seksual yang ditandai dengan kebiasaan menggesekkan alat kelamin ke orang lain tanpa persetujuan orang tersebut. Tindakan ini juga merupakan salah satu bentuk dari pelecehan seksual. Terlebih lagi tindakan tersebut umumnya dilakukan di tempat-tempat umum yang memungkinkan orang berdesak-desakan.

Perilaku menggesekkan alat kelamin ke orang lain ini dilakukan untuk memuaskan hasrat seksual sementara. Meski demikian, satu orang penderita frotteurisme bisa memiliki banyak korban. Untuk itulah tindakan ini perlu mendapatkan perhatian agar tidak menimbulkan rasa trauma bagi banyak orang.

Walaupun kondisi frotteurisme ini bisa terbilang cukup jarang terjadi di Indonesia, namun bukan berarti penyimpangan seksual ini tidak pernah terjadi sama sekali. Untuk itu setiap orang harus peka dan peduli agar tindakan yang dilakukan penderita frotteurisme bisa mendapatkan pertolongan dan tidak mengganggu orang-orang disekitar.

Agar dapat mengatasi frotteurisme ini, kita tentu perlu memahami bagaimana gejala dan penanganan pada penderita frotteurisme. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Berikut pembahasan mengenai gejala dan penanganan pada penderita frotteurisme:

Gejala Gangguan Frotteurisme

Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5), kondisi frotteurisme ini masuk dalam kategori gangguan parafilia. Gangguan parafilia sendiri merupakan kelainan seksual yang dimana penderitanya mendapatkan ketertarikan atau rangsangan seksual terhadap hal-hal yang tidak lazim dirasakan oleh orang lain. Dalam hal ini, gangguan frotteurisme mendapatkan ketertarikan seksual dengan menggesekkan alat kelamin mereka ke orang lain.

Dengan demikian, gejala utama dari gangguan frotteurisme ini adalah adanya ketertarikan secara seksual untuk dengan sengaja menggesekkan alat kelamin ke orang lain tanpa adanya persetujuan dari orang tersebut. Selain itu dalam beberapa kasus, penderita gangguan frotteurisme ini juga dengan sengaja menyentuh area tubuh intim orang lain.

Adapun gejala yang umum dilakukan oleh penderita frotteurisme adalah sebagai berikut:

Fantasi akan hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas seksual

Penderita gangguan frotteurisme pada dasarnya tidak langsung melakukan aksi mereka dengan mencari target pelecehan. Gangguan ini bisa jadi diawali oleh adanya fantasi atau imajinasi akan aktivitas-aktivitas seksual yang dilakukan bersama dengan orang asing di tempat umum. Fantasi atau imajinasi inilah yang akhirnya menimbulkan dorongan untuk merealisasikan tindakan tersebut di dunia nyata.

Mengalami peningkatan gairah seksual dengan menyentuh area tubuh tertentu

Penderita gangguan frotteurisme umumnya mengalami peningkatan gairah seksual yang cukup signifikan hanya dengan bersentuhan dengan orang lain. Sentuhan ini bisa jadi berpusat pada satu area tubuh seperti payudara, kaki, bokong, alat kelamin, dan lain sebagainya. Umumnya aktivitas tersebut akan menjadi lebih menyenangkan jika dilakukan kepada orang asing dan di tempat-tempat umum yang tidak membuat orang lain menyimpan rasa curiga untuknya.

Baca juga : Frotteurisme : Penyimpangan Seksual Dengan Menggosokkan Alat Kelamin ke Orang Lain

Mendapatkan kepuasan seksual dengan menyentuh atau menggesekkan area tubuh ke orang lain

Sentuhan dan gesekkan yang dilakukan oleh penderita gangguan frotteurisme tidak hanya membuat mereka bergairah secara seksual, melainkan juga membuat mereka mendapatkan kenikmatan seksual. Mereka akan merasa senang dengan sekedar melakukan sentuhan atau gesekkan alat kelaminnya ke area tubuh orang lain.

Ketagihan akan tindakan tersebut

Seperti yang sudah diungkapkan di awal bahwa korban dari satu orang penderita gangguan frotteurisme bisa lebih dari satu. Hal ini dikarenakan gangguan frotteurisme membuat penderitanya merasa ketagihan dan seakan harus mengulangi tindakan tidak senonoh tersebut.

Karena itulah untuk bisa meminimalisir jumlah korban dari penderita gangguan frotteurisme ini diperlukan penanganan serius terhadap korban agar setidaknya dapat meminimalisir gejala yang bisa saja ditimbulkan.

Seseorang dapat dikategorikan ke dalam gangguan frotteurisme jika gejala yang ditimbulkan berlangsung paling lambat 6 bulan. Meski demikian, untuk dapat memastikan apakah orang tersebut benar-benar mengalami gangguan frotteurisme, tetap perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh para ahli seperti Psikolog atau Psikiater.

Penanganan Pada Penderita Gangguan Frotteurisme

Sayangnya hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan gangguan frotteurisme ini. Meski demikian, dengan mendapatkan penanganan yang tepat dan adanya kemauan dari diri penderita untuk bisa pulih, penderita dapat mengembangkan perilaku seksual yang lebih positif dan meminimalisir gejala dari gangguan frotteurisme tersebut.

Adapun penanganan yang umum diberikan untuk penderita gangguan frotteurisme juga cukup beragam, diantaranya:

·         Konseling individual, yang bertujuan untuk mengidentifikasi perasaan dan perilaku, serta mencari tahu cara untuk memodifikasi perilaku tersebut.

·         Terapi perilaku kognitif, yang bertujuan untuk merekonstruksi pikiran-pikiran negatif ke arah yang lebih positif.

·         Terapi kelompok, yang bertujuan untuk membuka pandangkan penderita bahwa dirinya tidak sendiri untuk berjuang.

·         Terapi pasangan, yang bertujuan untuk membantu pasangan saling mengerti dan memperbaiki hubungan seksual satu sama lain.

Selain beberapa penanganan di atas, bisa jadi Psikolog atau Psikiater menawarkan penanganan lain yang telah disesuaikan dengan hasil diagnosis dari gejala yang ditimbulkan oleh penderita.

Seperti itulah penjelasan mengenai gejala dan penanganan pada penderita gangguan frotteurisme. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Penyebab dan Gejala Gangguan Necrophilia

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kenali Gejala dan Penanganan Pada Penderita Frotteurisme — DeepTalk