Deeptalk.co.id – Tahukah kamu bahwa pola asuh orang tua terhadap anaknya cukup mempengaruhi kehidupan anak di masa yang akan datang. Perbedaan pola asuh ini juga terlihat perbedaannya antara pola asuh terhadap anak laki-laki, dan pola asuh terhadap anak perempuan. Anak laki-laki cenderung dididik agar lebih mandiri dan cenderung tidak dimanja. Sedangkan anak perempuan cenderung mendapatkan banyak bantuan dan mendapatkan perhatian lebih. Sayangnya, pola asuh yang sudah terbawa turun temurun ini justru membuat anak perempuan tumbuh sebagai sosok yang tidak mandiri. Kondisi semacam itu biasanya dikenal dengan istilah cinderella complex syndrome.
Cinderella complex syndrome adalah sebuah kondisi dimana seorang perempuan cenderung bergantung kepada orang lain. Hal ini membuat mereka tidak mandiri, dan membutuhkan kehadiran orang lain dalam melangsungkan hidupnya. Meski demikian, kondisi cinderella complex syndrome ini tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Namun, gejala yang ditunjukkan mengarah pada kondisi gangguan kepribadian dependen.
Gangguan kepribadian dependen sendiri merupakan kondisi dimana seseorang tidak bisa mandiri, dan bahkan hampir tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain di sisinya. Untuk itu, walaupun cinderella complex syndrome bukan salah satu gangguan mental, namun penderita tetap harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini berguna untuk mengantisipasi timbulnya gangguan kepribadian dependen, atau justru gangguan mental lainnya.
Lantas seperti apa gejala yang dirasakan oleh penderita cinderella complex syndrome? Dan bagaimana cara penanganan kondisi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala dan penanganan cinderella complex syndrome.
Sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Gejala Cinderella Complex Syndrome

Umumnya kita berpikir bahwa hanya wanita manja saja yang bisa dikategorikan sebagai pengidap cinderella complex syndrome. Namun pada kenyataannya, wanita yang tampak mandiri juga bisa jadi mengidap cinderella complex syndrome. Untuk itu, berikut beberapa gejala dari cinderella complex syndrome:
Menerima secara utuh keputusan dari pasangannya
Pengidap cinderella complex syndrome cenderung menerima secara utuh keputusan dari pasangannya. Hal ini dilakukan agar pasangannya tetap dominan dan membantu mereka setiap saat.
Tidak dominan
Dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis, pengidap cinderella complex syndrome cenderung tidak dominan. Kebalikannya, mereka justru mengidamkan pasangan yang dominan. Artinya, merak suka pasangan yang melindungi, mengayomi, serta menyediakan segala kebutuhannya.
Baca juga : Cinderella Complex Syndrome : Rasa Takut Menjadi Independen Bagi Wanita
Tidak sanggup hidup sendiri
Seorang pengidap cinderella complex syndrome tidak bisa menjadi independent woman. Mereka tidak akan bisa jika diharuskan untuk merantau dan tinggal seorang diri. Termasuk saat bepergian sebenar, mereka tetap membutuhkan orang yang melindunginya.
Lebih suka menjadi ibu rumah tangga
Berbeda dengan independent woman pada umumnya, pengidap cinderella complex syndrome justru lebih senang menjadi ibu rumah tangga. Mereka tidak suka jika harus bekerja, dalam artian pasangannya yang akan memenuhi segala kebutuhannya.
Selalu ingin mendapatkan perhatian
Pengidap cinderella complex syndrome juga sangat menyukai perhatian. Mereka akan senang jika diperlakukan seperti anak kecil. Jika mereka tidak mendapatkan perhatian yang dibutuhkan, maka mereka tidak ragu untuk terang-terangan memintanya.
Tidak percaya diri
Ciri lainnya dari pengidap cinderella complex syndrome ini adalah rasa percaya diri mereka yang sangat rendah. Mereka tidak yakin bisa melakukan segala sesuatunya dengan baik. Maka dari itu mereka selalu tergantung kepada orang lain.
Penanganan Pada Penderita Cinderella Complex Syndrome

Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya bahwa cinderella complex syndrome tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Walau kondisi ini cukup mengganggu, namun masih banyak pandangan bahwa wanita memang pada dasarnya seperti itu. Meski demikian, jika gejala yang ditunjukan sudah terlalu parah dan mengarah pada kondisi gangguan kepribadian dependen, maka tetap perlu berkonsultasi dan mendapatkan penanganan dari para profesional.
Untuk mengantisipasi kondisi cinderella complex syndrome menjadi gangguan dependen, maka penderita perlu mengubah pola pikir secara perlahan. Dari yang beranggapan bahwa dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, menjadi akan mencoba untuk menjadi bisa. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan afirmasi positif terhadap diri sendiri.
Selain merubah pola pikir, belajar untuk menjadi mandiri dan lebih percaya diri juga penting. Hal ini bisa dilakukan dengan mencari kelebihan dan mengembangkan kelebihan yang dimiliki. Bisa juga dengan mencoba untuk melakukan hal-hal sendiri tanpa bantuan dari orang lain.
Bergabung dengan komunitas wanita juga baik untuk pengidap cinderella complex syndrome. Hal ini akan membantu untuk mendapatkan dukungan satu sama lain. Selain itu, pengidap juga bisa melihat bahwa wanita juga bisa memiliki power seperti pria pada umumnya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai gejala dan penanganan pada pengidap cinderella complex syndrome. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : 9 Teknik Pelaksanaan Psikoterapi Suportif
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



