Deeptalk.co.id – Gangguan skizoafektif adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala skizofrenia dan gejala gangguan suasana hati. Gangguan skizoafektif berdasarkan gangguan suasana hati yang dialami juga terbagi atas gangguan skizoafektif tipe depresi, dan gangguan skizoafektif tipe bipolar.
Kondisi gangguan skizoafektif ini perlu dikenali sedini mungkin agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk itu, artikel kali ini akan membahas mengenai gejala dan penanganan pada penderita gangguan skizoafektif. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar memiliki beberapa gejala yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai gejala dan penanganan pada penderita gangguan skizoafektif.
Gejala Gangguan Skizoafektif

Jika kita berpatokan pada pengertian gangguan skizoafektif itu sendiri, maka sudah jelas bahwa gejala utamanya adalah timbulnya delusi, halusinasi, depresi, dan mania. Namun, untuk lebih spesifiknya, berikut beberapa gejala dari penderita gangguan skizoafektif:
Delusi
Delusi atau yang kita kenal dengan waham adalah kondisi dimana seseorang mempercayai sesuai yang sebenarnya tidak nyata adanya. Hal ini membuat mereka tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan. Misalnya, penderita percaya bahwa ada orang asing yang selalu menguntitnya dan berniat buruk terhadap dirinya. Namun pada kenyataannya tidak ada orang yang berniat jahat terhadap dirinya.
Halusinasi
Halusinasi sering kali disalah artikan sebagai delusi atau sebaliknya. Bahkan beberapa orang merasa halusinasi dan delusi adalah dua hal yang sama. Namun pada kenyataannya, delusi dan halusinasi adalah dua hal yang berbeda. Meski demikian, delusi dan halusinasi sering kali berdampingan. Delusi lebih kepada kepercayaan, sedangkan halusinasi melibatkan panca indera. Misalnya, penderita melihat orang asing sedang memperhatikan dirinya. Namun pada kenyataannya tidak ada.
Depresi
Depresi adalah kondisi dimana seseorang mengalami penurunan suasana hati. Dalam arti kata lain, penderita mengalami rasa sedih yang mendalam hingga kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari.
Baca juga : Schizoaffective Disorder : Gangguan Mental Dengan Kombinasi Gejala Skizofrenia dan Gangguan Mood
Mania
Mania merupakan kebalikan dari depresi. Pada fase mania, penderita akan mengalami peningkatan suasana hati. Kondisi ini membuat mereka bahagia berlebihan, sehingga mampu membuat mereka over produktif. Bahkan dalam beberapa kasus, kondisi ini diiringi dengan timbulnya halusinasi.
Gangguan komunikasi
Banyak diantara penderita gangguan skizoafektif yang juga mengalami gangguan komunikasi. Misalnya, penderita tidak mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang ditanyakan kepadanya. Contoh lainnya, penderita tidak mengerti maksud dari instruksi yang ditujukan kepadanya.
Kesulitan merawat diri
Gejala lain dari kondisi gangguan skizoafektif adalah kesulitan untuk merawat diri. Hal ini termasuk menjaga kebersihan dan kerapian diri sendiri. Maka dari itu, penderita gangguan skizoafektif pada umumnya membutuhkan bantuan orang lain untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Penanganan Pada Penderita Gangguan Skizoafektif

Untuk bisa mengatasi gangguan skizoafektif, tentu kita harus tahu terlebih dahulu apakah orang tersebut benar-benar mengalami gangguan skizoafektif. Maka dari itu diperlukan berbagai rangkaian pemeriksaan oleh psikolog atau psikiater, sebelum akhirnya memberikan diagnosis.
Pemeriksaan terhadap seseorang yang diperkirakan mengalami gangguan skizoafektif ini berupa pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan skrining, evaluasi psikiatri, hingga pemeriksaan kriteria diagnosis untuk gangguan skizoafektif.
Jika sudah ditentukan diagnosisnya, baru akan dipastikan penanganan apa yang sesuai dengan diagnosis terta gejala yang ditimbulkan. Umumnya, penderita gangguan skizoafektif akan mengikuti beberapa penanganan berikut:
Terapi obat-obatan
Umumnya dokter atau psikiater akan meresepkan beberapa obat untuk meredakan beberapa gejala yang dialami oleh penderita. Misalnya dengan meresepkan antidepresan untuk mengurangi gejala depresi, antipsikotik untuk meredakan gejala psikotik, dan lain sebagainya. Namun obat-obatan tersebut harus dikonsumsi sesuai anjuran dari dokter atau psikiater.
Psikoterapi
Selain terapi obat-obatan, penderita gangguan skizoafektif juga akan menjalani psikoterapi. Jenis psikoterapi yang didapatkan juga cukup beragam. Mulai dari terapi perilaku kognitif yang akan membantu merekonstruksi perilaku dan pikiran, terapi keluarga yang membutuhkan kontribusi dari keluarga, dan masih banyak lagi.
Pelatihan keterampilan hidup
Penderita gangguan skizoafektif juga perlu mendapatkan pelatihan keterampilan hidup. Mungkin bagi orang normal hal ini bukan sesuatu yang penting. Namun penderita gangguan skizoafektif perlu diajarkan bagaimana caranya menjadi mandiri. Setidaknya untuk mengurus diri sendiri, seperti merapikan dan membersihkan diri.
Pelatihan kemampuan sosial
Penderita gangguan skizoafektif juga perlu mendapatkan pelatihan untuk bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini penting untuk membangun suasana hati ke arah yang lebih positif. Misalnya dengan ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih kampung, mengikuti lomba antar warga, dan masih banyak lagi.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai gejala dan penanganan pada penderita gangguan skizoafektif. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Dampak Positif dan Negatif Dari Hipnoterapi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



