Deeptalk.co.id – Depresi postpartum atau yang juga dikenal dengan depresi pasca melahirkan merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan mendalam setelah proses melahirkan berlangsung. Kondisi ini memang umumnya dialami oleh Ibu, namun tidak menuntut kemungkinan yang juga mengalami kondisi yang sama. Ayah akan lebih beresiko mengalami depresi postpartum jika Ibu juga mengalami kondisi yang sama.
Sayangnya penyebab pasti dari depresi postpartum ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor seperti kondisi fisik, psikis, kurang tidur, dan masalah pada citra diri dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami depresi postpartum. Selain itu, orang-orang dengan masalah gangguan mental seperti bipolar, pernah mengalami depresi, dan lain sebagainya juga bisa menjadi pemicu seseorang mengalami gangguan depresi postpartum.
Seseorang dengan kondisi depresi postpartum perlu mendapatkan pertolongan yang tepat. Hal ini dilakukan agar kondisi mental Ibu dan Ayah tidak menjadi lebih buruk dan bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari dan kondisi bayi.
Untuk itu, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai gejala dan penanganan pada penderita depresi postpartum. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat untuk bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu menemukan kesamaan kondisi antara isi artikel dengan diri sendiri atau orang disekitar, sebaiknya segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Gejala Depresi Postpartum

Depresi postpartum merupakan tahapan setelah seseorang mengalami baby blues syndrome yang tidak tertangani dengan baik. Dengan demikian, seseorang akan mengalami depresi postpartum setelah mengalami baby blues syndrome.
Untuk gejala yang dialami oleh seseorang dengan depresi postpartum umumnya akan sama dengan gejala yang ditunjukkan pada kondisi baby blues syndrome, namun gejala yang dialami oleh penderita depresi postpartum akan berlangsung lebih lama dengan tingkat intensitas yang lebih berat.
Setiap penderita depresi postpartum bisa jadi mengalami gejala yang berbeda-beda. Namun umumnya, beberapa dari mereka akan mengalami gejala sebagai berikut:
Gangguan suasana hati
Sama halnya dengan kondisi depresi pada umumnya, penderita depresi postpartum juga mengalami gangguan pada suasana hati mereka. Dalam hal ini, penderita akan mengalami kesedihan yang mendalam hingga menangis terus-menerus, menjadi mudah marah dan tersinggung, adanya perubahan suasana hati yang cukup drastis, hingga kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai.
Kondisi ini akan berdampak buruk terhadap aktivitas sehari-hari penderita dan orang-orang disekitarnya. Pasalnya, jika hal ini berlangsung lama kesehatan dan keselamatan bayi juga bisa terganggu.
Gangguan tidur
Penderita depresi postpartum juga umumnya mengalami gangguan tidur. Beberapa dari mereka mengalami insomnia karena memikirkan banyak hal, dan beberapa lainnya justru menjadi kebanyakkan tidur sebagai media pelampiasan depresi yang dialami.
Baca juga : Ini Dia Penyebab dan Gejala Gangguan Depresi Postpartum
Gangguan makan
Tidak hanya gangguan tidur, penderita depresi postpartum juga cenderung mengalami gangguan makan. Gangguan makan dalam hal ini bisa berupa kehilangan nafsu makan atau bahkan makan dengan porsi yang lebih banyak dan intensitas yang lebih sering dibanding sebelumnya.
Gangguan berpikir
Tidak jarang penderita depresi postpartum juga mengalami gangguan berpikir. Beberapa dari mereka mengalami kesulitan untuk berpikir jernih, kesulitan berkonsentrasi, sulit untuk mengingat sesuatu, atau bisa juga sulit untuk mengambil keputusan.
Melukai bayi
Dalam kasus yang cukup berat, penderita depresi postpartum bahkan memiliki pikiran untuk melukai bayi yang baru saja dilahirkan. Bahkan beberapa dari mereka benar-benar merealisasikan pikiran tersebut.
Keinginan bunuh diri
Selain melukai bayi yang baru dilahirkan, beberapa dari penderita depresi postpartum juga berpikiran untuk melukai diri sendiri. Bahkan muncul sebuah pikiran tentang kematian atau upaya untuk bunuh diri.
Penanganan Pada Penderita Depresi Postpartum

Kondisi depresi postpartum memang masih cukup jarang menjadi perhatian. Pasalnya, merasa kelelahan setelah melahirkan tentu bukan hal yang aneh dialami oleh orang tua baru. Meski demikian, jika gejala depresi dialami sudah lebih dari 2 minggu semenjak kelahiran, berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater adalah langkah yang tepat.
Setelah melakukan konsultasi, barulah Psikolog atau Psikiater akan memberikan diagnosis terhadap keadaan penderita. Dari diagnosis itulah baru akan ditentukan penanganan apa yang bisa didapatkan. Umumnya penanganan untuk kasus depresi postpartum adalah dengan mengkonsumsi obat, psikoterapi, dan dukungan dari orang sekitar.
Obat-obatan dikonsumsi untuk mengurangi gejala depresi dan menstabilkan suasana hati. Sedangkan psikoterapi akan membantu penderita menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Dukungan keluarga juga tidak kalah penting dalam kasus ini. Bahkan dalam beberapa kasus keluarga akan ikut serta dalam proses psikoterapi.
Jika dibutuhkan, penderita akan dibuatkan grup khusus yang beranggotakan orang-orang dengan kondisi yang sama. Hal ini dilakukan untuk memberikan dukungan satu sama lain. Terkadang kita akan lebih merasa nyaman dengan orang-orang dengan kondisi yang sama.
Seperti itulah penjelasan mengenai gejala dan penanganan pada depresi postpartum. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mampu Melihat Makhluk Halus? Ini Dia Penjelasan Mengenai Halusinasi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



