Deeptalk.co.id – Gangguan mental merupakan kondisi dimana kesehatan mempengaruhi pikiran, perasaan, perilaku, suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Kondisi semacam ini akan membuat seseorang mengalami hambatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Gangguan mental sendiri dapat berlangsung lama dan menjadi sangat buruk jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Gangguan mental tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa saja, melainkan anak-anak dan remaja juga dapat mengalami hal yang sama. Bahkan, gangguan mental yang dialami sejak dini akan mempengaruhi interaksi sosial terhadap lingkungan di masa depan.
Masa anak dan remaja merupakan proses perkembangan yang cukup serius. Pada masa anak, akan terjadi berbagai perubahan dalam tubuh dan pola pikir mereka. Sedangkan pada masa remaja, persiapan peralihan ke masa dewasa dan terjun ke lingkup sosial bukanlah hal yang mudah.
Dengan demikian, sudah menjadi tugas bagi orang tua untuk memastikan anak memiliki kesehatan fisik dan mental yang terjaga. Demi memastikan hal tersebut, orang tua perlu mengetahui apa saja jenis gangguan mental yang dapat menyerang anak dan remaja.
Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai apa saja gangguan mental yang dapat dialami oleh anak dan remaja, diantaranya sebagai berikut:
Gangguan Kecemasan

Anak dan remaja akan melalui berbagai perubahan dalam hidup secara cepat, misalnya masuk ke lingkungan sekolah, pertemanan yang baru, perubahan bentuk tubuh, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut dapat mengundang perasaan cemas berlebih, dan jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat maka akan berkembang menjadi sebuah gangguan.
Cukup banyak penyebab kecemasan yang terjadi pada anak dan remaja, misalnya tuntutan dari lingkungan seperti tugas dari sekolah, atau harapan dari orang tua yang berlebih. Hal-hal tersebut akan menjadi pemicu timbulnya gangguan kecemasan pada anak.
Dalam DSM-V dituliskan bahwa gangguan kecemasan atau anxiety disorder merupakan perasaan takut berlebihan yang terjadi pada seseorang yang berdampak pada terganggunya kegiatan sehari-hari.
Baca juga: Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mental Pada Anak?
ADHD

Attention deficit hyperactivity disorder atau yang biasa dikenal dengan singkatan ADHD merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak yang mengakibatkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.
Anak penderita ADHD cenderung menunjukkan sikap gelisah dan tidak bisa diam dalam satu kondisi. Gejala paling umum yang ditunjukkan oleh anak penderita ADHD adalah kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas dan impulsivitas.
Gangguan Spektrum Autisme

Autism spectrum disorder (ASD) atau yang lebih dikenal dengan gangguan spektrum autisme merupakan gangguan perkembangan neurologis kompleks yang mempengaruhi fungsi otak dan memiliki ditandai dengan gangguan interaksi sosial, keterampilan komunikasi tertunda dan atau terbatas, dan pola perilaku stereotip. Gangguan ini akan dimulai sejak usia anak dan berlangsung sepanjang kehidupannya.
Anak dengan ASD pada umumnya mengalami gangguan komunikasi, seperti kontak mata yang kurang, ikatan timbal balik sosial yang cukup minim, dan keterlambatan komunikasi verbal dan non verbal.
Gangguan Makan

Eating disorder atau gangguan makan seringkali menjadi masalah pada usia anak dan remaja. Saat berada di fase anak, makan merupakan kegiatan yang perlu dipelajari dan mendapatkan adaptasi yang baik. Dengan demikian, tidak semua ada dapat melalui proses ini dengan baik. Sedangkan pada fase remaja, standar sosial mengenai penampilan dapat memicu seseorang mengalami gangguan makan.
Gangguan makan yang paling sering menjadi perhatian adalah anoreksia dan bulimia. Anoreksia sendiri merupakan kondisi dimana seseorang makan dengan jumlah yang lebih sedikit dari yang seharusnya. Penderita anoreksia memiliki obsesi untuk menurunkan berat badan, walau sebenarnya berat badan mereka sudah jauh di bawah rata-rata. Tidak jarang mereka memuntahkan secara paksa makanan yang telah dikonsumsi.
Sedangkan bulimia merupakan kondisi yang hampir serupa dengan anoreksia, dimana penderita bulimia juga cenderung mengeluarkan atau memuntahkan makanan yang telah dikonsumsi secara paksa. Bedanya, penderita bulimia melakukan hal tersebut karena dipicu oleh perasaan bersalah setelah mengkonsumsi banyak makanan.
Selain keempat gangguan mental di atas, masih cukup banyak jenis-jenis gangguan mental yang dapat dialami oleh anak dan remaja, misalnya depresi, gangguan mood, skizofrenia, dan masih banyak lagi.
Sebagai orang tua, Anda bisa mempelajari berbagai ciri-ciri yang menunjukkan anak mengalami gangguan mental. Jika memang anak memiliki beberapa ciri-ciri yang telah Anda ketahui, ada baiknya untuk mengkonsultasikannya kepada psikolog atau psikiater. Hindari memberi diagnosis secara pribadi. Dengan berkonsultasi bersama para ahli, Anda dapat mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Psikolog umumnya akan memberikan penanganan berupa pemberian psikoterapi, sedangkan psikiater akan membantu dengan beberapa obat-obatan untuk mengatasi simtom-simtom yang muncul. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengatasi permasalahan dari penderita. Maka dari itu, tidak perlu takut atau ragu untuk mengunjungi psikiater dan psikolog. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mengenal Gangguan Kepribadian Narsistik



