Deeptalk.co.id – Merasa sedih merupakan suatu hal yang wajar untuk dialami oleh semua orang. Justru, perasaan sedih tersebut perlu disalurkan agar tidak memendam dan menjadi sampah psikologis. Sayangnya, kesedihan yang berkepanjangan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang. Salah satu gangguan mental yang bisa dialami adalah depresi.
Depresi merupakan kondisi dimana seseorang merasakan kesedihan yang mendalam, sampai kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Penderita depresi cenderung menarik diri dari lingkungannya dan akan berdampak pada terganggunya hubungan sosial bagi penderitanya.
Depresi sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis gangguan lagi, diantaranya adalah depresi mayor, depresi persisten, gangguan bipolar, depresi psikotik, depresi postpartum, dan premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Namun pada artikel kali ini, kami akan membahas secara khusus mengenai depresi psikotik.
Sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika pembaca menemukan kesamaan gejala dengan apa yang ada di dalam artikel dan kondisi pribadi atau orang sekitarnya, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Pengertian Depresi Psikotik
Seperti namanya, depresi psikotik merupakan kondisi dimana seseorang merasakan kesedihan yang mendalam dengan disertai oleh gejala-gejala psikosis, seperti delusi dan halusinasi. Penderita depresi psikotik akan kesusahan untuk membedakan kenyataan dan halusinasi mereka.
Seperti yang tercantum dalam diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition (DSM-5), dapat dinyatakan sebagai depresi psikotik jika gejala yang dialami berlangsung secara terus-menerus, setidaknya selama dua minggu.
Penderita depresi psikotik tidak hanya merasakan kesedihan yang akhirnya berdampak pada hilangnya minat terhadap aktivitas mereka, namun juga mengalami halusinasi. Halusinasi sendiri merupakan perubahan sensasi yang dirasakan saat indra mengalami suatu hal yang sebenarnya tidak nyata. Dengan kata lain, penderita depresi psikotik dapat merasakan apa yang sebenarnya tidak ada. Misalnya mendengar suara-suara misterius atau melihat makhluk yang tidak nyata.
Kondisi psikosis ini dapat memperburuk depresi penderitanya. Tidak sedikit dari penderita depresi psikotik juga melukai diri sendiri atau melakukan percobaan bunuh diri. Hal ini biasanya dilakukan atas dorongan bisikan-bisikan yang sebenarnya hanya halusinasi mereka saja.
Penyebab Depresi Psikotik

Penderita depresi psikotik umumnya diawali dengan adanya gejala depresi yang umum dirasakan oleh kebanyakan orang. Sedangkan penyebab dari depresi itu sendiri sayangnya belum diketahui hingga saat ini.
Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi depresi psikotik, seperti:
Genetik
Beberapa ahli percaya bahwa seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan depresi atau gangguan suasana hati lainnya akan beresiko mengalami kondisi yang sama.
Baca juga : Tips Tetap Sehat Secara Mental di Tengah Rekan Kerja yang Toxic
Lingkungan
Faktor lingkungan cukup mempengaruhi kondisi psikologis seseorang, termasuk dengan kondisi depresi psikotik. Tinggal di lingkungan dengan tingkat stress yang tinggi, pekerjaan dengan tekanan tinggi , atau adanya pengalaman traumatis bisa mengakibatkan seseorang mengalami depresi psikotik.
Kondisi kesehatan mental
Beberapa penderita gangguan mental seperti skizofrenia dan gangguan bipolar juga mengalami depresi psikotik. Kondisi tersebut bisa muncul sebagai gangguan tunggal maupun dipicu oleh gangguan kesehatan mental lainnya.
Ciri-Ciri Depresi Psikotik

Penderita depresi psikotik akan menunjukkan ciri-ciri yang sama dengan gejala depresi pada umumnya, seperti adanya perasaan sedih yang mendalam, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, merasa lemas dan mudah lelah, kehilangan motivasi untuk melanjutkan kehidupan, mengalami gangguan makan dan gangguan tidur, serta berbagai gejala depresi lainnya.
Bedanya, penderita depresi psikotik juga mengalami beberapa gejala tambahan diluar dari gejala depresi pada umumnya. Gejala yang dimaksud adalah:
Delusi
Delusi merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk membedakan kenyataan dan sesuatu yang tidak nyata. Hal tersebut membuat penderita mempercayai apa hal-hal yang tidak nyata.
Halusinasi
Selain mengalami delusi, penderita depresi psikotik juga mengalami halusinasi. Halusinasi sendiri merupakan kondisi dimana seseorang merasakan hal-hal yang tidak nyata, seperti mendengar suara yang tidak nyata atau melihat sesuatu yang tidak nyata.
Gangguan psikomotor
Penderita depresi psikotik juga cenderung mengalami gangguan pada psikomotor mereka. Penderita akan kesulitan atau lamban dalam berpikir maupun bergerak. Hal ini tentu akan mengganggu pergerakan mereka.
Stupor
Dalam beberapa kasus, penderita depresi psikotik juga mengalami stupor. Stupor sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami penurunan kesadaran. Hal ini mengakibatkan penderita tidak mampu untuk merespon percakapan orang-orang disekitarnya.
Penderita depresi psikotik juga beresiko untuk mengakhiri kehidupan mereka. Hal tersebutlah yang merupakan salah satu alasan mengapa kondisi ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ini Dia Gejala dan Bahaya Dari Sindrom Othello (Cemburu Buta)
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



