Deeptalk.co.id – Intermittent explosive disorder atau yang biasa disingkat dengan IED merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengontrol amarah dan adanya sikap yang cenderung kasar dan agresif.
Intermittent explosive disorder umumnya dialami saat usia dewasa. Meski demikian, anak dan remaja juga bisa saja mengalami kondisi tersebut. beberapa penelitian menyatakan bahwa intermittent explosive disorder bisa dialami pada usia 12-20 atau bahkan bertahan hingga seumur hidup.
Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti seseorang mengalami intermittent explosive disorder. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang berkontribusi untuk meningkatkan kemungkinan intermittent explosive disorder. Faktor tersebut bisa berupa genetik, pengalaman traumatis, depresi, dan riwayat gangguan mental lainnya.
Penderita intermittent explosive disorder cenderung melakukan perilaku-perilaku agresif seperti tantrum, mengamuk, bahkan menghancurkan barang-barang yang ada disekitarnya. Kondisi tersebut tentu sangat merugikan dan mendatangkan berbagai masalah di kehidupan.
Untuk mengenal lebih dalam mengenai kondisi intermittent explosive disorder, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai bahaya dan cara mengatasi intermittent explosive disorder. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan pertolongan yang lebih tepat sasaran.
Bahaya Intermittent Explosive Disorder

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa kondisi intermittent explosive disorder cukup mendatangkan berbagai dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang disekitar. Untuk itu, berikut beberapa bahaya dari intermittent explosive disorder yang tidak ditangani sesegera mungkin:
Timbulnya perasaan bersalah
Walaupun amarah yang diluapkan cenderung diluar batas, bukan berarti mereka tidak menyadari hal tersebut. Penderita intermittent explosive disorder bahkan beberapa kali menyesali perbuatan mereka. Namun sayangnya, mereka tidak bisa mengendalikan amarah yang ada di situasi-situasi tertentu.
Mengalami gangguan tidur
Emosi yang tidak terkendali sering kali dikatikan dengan adanya gangguan tidur. Baik itu gangguan tidur yang mengakibatkan seseorang mengalami emosi, maupun emosi yang akhirnya berdampak pada gangguan tidur.
Masalah hubungan sosial
Sikap agresif dan tidak bisa mengontrol emosi ini sering kali membuat penderita intermittent explosive disorder mengalami masalah dengan hubungan sosial mereka. Berinteraksi dengan penderita intermittent explosive disorder sering kali menimbulkan perasaan takut, tertekan, dan lain sebagainya. Hal inilah yang akhirnya membuat penderita intermittent explosive disorder memiliki lingkup sosial yang minim.
Baca juga : Lakukan Beberapa Tindakan Berikut Jika Kamu Mengalami Serangan Panik!
Keretakkan rumah tangga
Masih berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi yang minim, seseorang dengan intermittent explosive disorder tidak jarang menjadi pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tidak hanya kekerasan verbal, namun kekerasan fisik bisa saja dilakukan oleh penderita intermittent explosive disorder. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan keretakan dalam rumah tangga.
Masalah pekerjaan
Memiliki atasan pengidap intermittent explosive disorder sering kali membuat karyawan mengalami tekanan berlebih saat bekerja. Tidak jarang hal ini akhirnya berdampak pada burnout atau stress berlebih saat bekerja. Tidak hanya atasan, rekan kerja dan bawahan pengidap intermittent explosive disorder juga akan membuat lingkungan kerja menjadi tidak nyaman akibat luapan emosi dan agresivitas mereka.
Kompilasi berbagai masalah kesehatan
Penderita intermittent explosive disorder juga beresiko mengalami berbagai komplikasi masalah kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan lainnya yang diakibatkan oleh emosi berlebih.
Memicu keinginan bunuh diri
Dalam beberapa kasus serius, penderita intermittent explosive disorder bahkan menimbulkan keinginan untuk bunuh diri. Selain bunuh diri, mereka juga cenderung melukai dirinya sendiri tanpa alasan yang jelas.
Meningkatkan resiko kecanduan alkohol dan obat-obatan
Emosi berlebih sering kali membuat seseorang menjadi pecandu alkohol dan obat-obatan terlarang. Hal ini awalnya dilakukan untuk mengatasi emosi yang tidak terbendung. Sayangnya, alih-alih menjadi tenang, alkohol dan obat-obatan terlarang bahkan dapat memperparah kondisi mereka.
Cara Mengatasi Intermittent Explosive Disorder

Kabar baiknya walaupun bahaya dari intermittent explosive disorder terbilang cukup mengkhawatirkan, namun ternyata kondisi ini dapat disembuhkan. Banyak tips yang bisa dicoba secara mandiri, namun untuk mendapatkan pertolongan yang tepat tidak ada salahnya untuk meminta bantuan ahli seperti Psikolog atau Psikiater. Berikut beberapa cara mengatasi intermittent explosive disorder:
Terapi psikologi
Cara pertama ini bisa kamu dapatkan setelah melakukan konsultasi dengan Psikolog dan memastikan kondisi mu. Terapi yang diberikan tentu sudah disesuaikan dengan kebutuhan.
Obat-obatan
Psikiater umumnya memberikan penanganan dengan meresepkan beberapa obat yang dapat meredakan gejala intermittent explosive disorder.
Teknik relaksasi
Banyak jenis teknik relaksasi yang bisa kamu praktekkan. Salah satunya adalah dengan melatih pernapasan. Mulailah dengan menarik napas perlahan melalui hidung, dan keluarkan melalui mulut. Lakukan berulang kali hingga kamu merasa rileks.
Berpikir sebelum bertindak
Penderita intermittent explosive disorder cenderung membiarkan emosi mempengaruhi tindakan mereka. Untuk itu, sebelum akhirnya bertindak sebaiknya pikirkan apakah tindakan yang kamu pilih sudah tepat atau malah akan membuat mu menyesal.
Seperti itulah pembahasan singkat mengenai bahaya dan cara mengatasi intermittent explosive disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Gelisa Berlebih? Ini Dia Tips Mengatasi Agitasi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



