Deeptalk.co.id – Enam pilar self-awareness atau kesadaran diri merupakan konsep yang dicetuskan oleh Dr Nathaniel Branden, seorang psikoterapis dan penulis yang terkenal dari karyanya mengenai psikologi harga diri. Branden menafsirkan self-awareness sebagai kebutuhan psikologis manusia yang cenderung mengarah pada kondisi mental dan emosional yang menantang, seperti kecemasan, stres, depresi, dll hingga kebutuhan tersebut terpenuhi.
Dia percaya bahwa 6 praktik sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan harga diri yang sehat. Dalam artikel ini, kami menggunakan teori Brandon sebagai landasan untuk mengeksplorasi apa saja praktik-praktik tersebut, bagaimana mereka berhubungan dengan kita dan bagaimana kita dapat menggunakan pemahaman kita tentang praktik-praktik tersebut untuk berkembang di dunia modern.
1. Hidup Secara Sadar Atau Mindfulness

Konsep ini mengacu pada praktik untuk hadir pada apa yang Anda lakukan saat Anda sedang melakukannya. Ini adalah tentang penghargaan terhadap apa yang terjadi di dunia Anda dan kemauan Anda untuk belajar, memahami serta tumbuh di dalamnya.
Hidup secara sadar berarti Anda harus menghargai kenyataan dan fakta. Tidak ada yang salah dengan menjadi seorang pemimpi, tetapi tanpa melengkapinya dengan kenyataan, Anda secara signifikan mengurangi peluang untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Ini tidak berarti bahwa impian Anda tidak boleh ambisius atau abstrak, dunia ini akan jauh lebih rendah tanpa orang-orang yang berani bermimpi di luar apa yang dianggap normal. Ini adalah tentang menguji pikiran, tindakan, dan aspirasi Anda dengan kemungkinan dan kenyataan. Yakni dengan menggunakan fakta sebagai bukti dan tidak mengabaikan keberadaannya.
Praktik hidup secara sadar juga menyangkut lebih dari sekadar dunia luar. Ini juga tentang memahami diri sendiri dan menghormati pentingnya kesadaran diri. Cobalah untuk benar-benar memahami kekuatan, kelemahan, dan keterbatasan Anda, kemudian sesuaikan pendekatan Anda untuk berhasil sebaik mungkin dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dan preferensi Anda. Anda juga dapat menyesuaikan pendekatan Anda dengan orang lain dengan meminta umpan balik dari mereka akan pandangan mereka terhadap Anda untuk mendapatkan hasil dan hubungan yang lebih baik.
Luangkan juga waktu untuk refleksi diri secara teratur dan mengkritik diri sendiri. Apa yang berjalan dengan baik minggu ini? Apa yang bisa Anda lakukan dengan lebih baik? Situasi apa yang bisa Anda manfaatkan dengan lebih baik?
Baca juga: Tanda Kecerdasan Seseorang Dapat Dilihat Pada Hal-Hal Berikut Ini
2. Penerimaan Diri
Pilar kedua untuk mengembangkan self-awareness ini menyoroti pentingnya menguasai penerimaan diri dalam mengejar dan memelihara harga diri yang sehat. Anda harus belajar untuk memiliki pikiran, perasaan, dan emosi Anda sendiri dan melihatnya dengan tindakan terbaik yang sesuai dengan situasi yang ada.
Tidak masalah untuk membuat kesalahan, membuat orang lain kesal atau kecewa jika Anda dapat melakukannya berdasarkan kenyataan yang beralasan tentang apa yang Anda rasakan atau pikirkan saat itu. Mungkin juga tidak selalu mudah untuk memiliki atau menerima apa yang Anda rasakan atau apa yang Anda pikirkan.
Tetapi perlu diingat bahwa Anda merasa atau berpikir demikian dikarenakan adanya suatu alasan dan sebagian besar waktu itu tidak apa-apa. Selama Anda mampu menyaring pikiran dan tindakan yang tidak diperlukan yang bahkan bisa merusak diri Anda sendiri dan orang lain, maka hal tersebut akan membebaskan Anda untuk menjadi diri Anda sendiri tanpa rasa bersalah, malu atau batasan lainnya.
3. Tanggung Jawab Diri
Dalam mengembangkan self-awareness, pada pilar ini Anda harus memahami bahwa Anda adalah penentu pilihan dan tindakan Anda sendiri. Segala pencapaian tujuan serta aspirasi Anda pada akhirnya tergantung pada Anda dan hanya Anda yang menentukan.
Sepanjang hidup Anda, mungkin Anda akan melihat berkali-kali bagaimana orang lain dapat melemparkan tanggung jawab dan menyalahkan orang lain. Hal ini sering kali hanya akan menghasilkan energi negatif yang sia-sia. Seperti ketika menyalahkan orang lain atau suatu situasi atas tanggung jawab yang semestinya Anda miliki. Terkadang mungkin ada beberapa pembenaran untuk merasa dirugikan atau frustrasi oleh tindakan orang lain, tetapi ingatlah bahwa hanya Anda yang benar-benar bertanggung jawab atas hidup Anda sendiri.
Anda pasti akan membutuhkan kerja sama dari orang lain sepanjang hidup untuk memberikan makna dan mendukung perjalanan Anda. Namun dalam hal ini Anda semestinya tetap memperhatikan bahwa Anda juga harus menawarkan nilai sebagai gantinya. Anda jarang terlahir sebagai orang yang berhak mendapatkan kesuksesan atau bantuan dan rasa hormat dari orang lain, sehingga Anda harus mendapatkannya dan tetap fokus pada apa yang harus dilakukan daripada siapa atau apa yang harus disalahkan.
4. Ketegasan Diri

Pilar untuk mengembangkan self-awareness ini berkaitan dengan kemampuan untuk menjadi otentik. Yakni untuk membela diri sendiri atas ide-ide dan nilai-nilai Anda dengan cara yang tepat tergantung pada situasinya. Ini adalah tentang menjadi tulus dalam interaksi Anda dengan orang lain dan juga secara internal.
Menjadi tegas terhadap diri sendiri bukan berarti Anda tidak boleh berubah atau berkembang sepanjang hidup kita. Jangan pernah mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda tidak akan mengubah sifat negatif karena itu adalah ‘diri Anda yang sebenarnya’.
Menyalahkan pengkhianatan terhadap ‘diri Anda yang sebenarnya’ karena kehilangan kesempatan untuk berkembang atau tumbuh adalah tindakan yang tidak produktif dan menunjukkan kesalahpahaman tentang konsep menjadi diri sendiri. Aspirasi Anda untuk menjadi ‘diri Anda yang sebenarnya’ seharusnya adalah menjadi versi terbaik dari diri Anda, bukan menjadi diri Anda yang negatif dalam bentuk apa pun.
5. Hidup Dengan Sengaja
Akan terasa masuk akal ketika seseorang menjadi lebih produktif dan termotivasi di lingkungan kerjanya ketika tujuan jangka pendeknya selaras dengan tujuan dan aspirasi jangka panjang. Tentunya Anda menjadi lebih terbuka untuk bekerja keras dan bersemangat jika apa yang Anda lakukan adalah bagian dari rencana Anda secara keseluruhan.
Sayangnya, hal ini sepertinya jarang terjadi, seperti yang dikutip dalam sebuah artikel majalah Forbes baru-baru ini yang menyatakan bahwa lebih dari separuh pekerja di Amerika Serikat merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Dan ini terjadi saat ekonomi sedang berkembang pesat.
Jika Anda tidak menyadari tujuan jangka pendek dan jangka panjang Anda, serta tidak pernah memeriksa kemajuan atau rencana tindakan Anda untuk mencapainya, maka Anda mungkin secara tidak sadar telah menyangkal rasa puas pada diri Anda sendiri. Oleh karenanya mulailah memastikan bahwa Anda tahu apa yang Anda inginkan, bahwa Anda memahami apa yang akan membuat Anda merasa utuh, dan kemudian perhatikan secara sadar apakah Anda sudah berada di jalur yang benar.
6. Integritas Pribadi
Pilar ini berkaitan dengan gagasan tentang apakah Anda bisa menerima dan menjalankan nasihat Anda sendiri. Termasuk hidup sesuai dengan nilai-nilai Anda sendiri dengan rasa integritas pribadi. Hidup dengan integritas di dunia yang penuh persaingan dan tak kenal ampun ini memang sulit, namun jarang sekali hal-hal baik datang kepada kita dengan mudah.
Hidup tanpa integritas juga akan menggerogoti Anda, jadi sebaiknya Anda melakukan semua yang Anda bisa untuk tetap berada di jalur yang benar. Tetaplah sadar akan penyimpangan Anda, cobalah untuk menghormati komitmen dan nilai-nilai Anda, tetapi maafkanlah diri Anda dengan cepat dan jangan pernah menyerah.
Baca juga: Mengenal Kepribadian Diri Melalui Tes MBTI, Apakah Itu?
Sumber:
Lankarani, M. (2021, October 24). What are the 6 pillars of self-esteem? The Unknown. https://www.gettheunknown.com/blogs/self-esteem/what-are-the-6-pillars-of-self-esteem
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



