Semua artikel
Kesehatan Mental

Dari Penjajahan Pikiran ke Pembebasan Jiwa: Revolusi Mental di Era Modern

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Era modern melahirkan banyak sekali teknologi baru. Teknologi tersebut tercipta untuk memudahkan pekerjaan manusia. Namun tidak jarang teknologi juga memicu masalah baru bagi hidup manusia.

Jika diperhatikan ada banyak sekali kondisi-kondisi mental yang tidak ada di zaman dulu. Dimana kondisi tersebut lahir seiring dengan berkembangnya era modern. Artikel kali ini akan secara khusus membahas revolusi mental yang terjadi di era modern, dan bagaimana cara terbebas dari semua itu.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu bisa diketahui gejala dan penanganan apa yang cocok.

Gambaran Revolusi Mental di Era Modern

Pria, Laptop, Pengusaha, Rintisan

Berikut beberapa gambaran bagaimana era modern melahirkan mental-mental baru di masyarakat:

Modernisasi Sebagai Pedang Bermata Dua

Seperti yang dipaparkan di awal, modernisasi memang melahirkan teknologi yang membantu manusia. Namun di sisi lain modernisasi juga menciptakan masalah baru. Teknologi seakan menjadi penjajah di era modern ini, namun dengan cara yang lebih halus.

Bisa diperhatikan bagaimana penyebaran hoax bisa terjadi begitu cepat, cyberbullying yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk bagaimana media mampu memainkan kondisi emosional seseorang. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa modernisasi memang bagaikan pedang bermata dua.

Tekanan Sosial

Modernisasi juga menciptakan standar hidup yang lebih tinggi. Dimana semakin tinggi standar hidup, maka semakin besar usaha yang perlu dikeluarkan untuk mencapai standar tersebut. Di era modern ini manusia seakan dituntut untuk terus produktif. Jika sebelumnya perbandingan hidup hanya dengan tetangga sebelah rumah, sekarang bisa dengan seluruh orang di dunia. Tentu saja itu semua berkat campur tangan teknologi, khususnya media sosial.

Era modern ini juga yang melahirkan gaya hidup instagramable, standar tiktok, dan lain sebagainya. Semua orang seakan berlomba-lomba untuk menjadi yang paling baik. Namun disisi lain tidak sadar bahwa dirinya sedang dalam tekanan, yaitu tekanan untuk menjadi yang paling sempurna. Tidak jarang hal tersebut memicu depresi, stress berlebihan, kecemasan, dan berbagai masalah kesehatan mental lainnya.

Peran Media

Media massa dan media sosial seakan menjadi kiblat untuk banyak sekali trend yang ada. Tidak jarang algoritma mengarahkan perhatian kita ke satu tren tertentu. Hal tersebut seringkali mendorong konsumsi berita yang berlebihan, dan menciptakan ilusi mayoritas. Jadi seakan-akan semua yang ditampilkan di media perlu untuk diikuti.

Tidak hanya tentang media yang mengendalikan perilaku, pola pikir, bahkan perasaan manusia saja. Namun, media sosial juga sering menjadi wadah penyebaran berita hoax. Selain itu, ketergantungan terhadap gadget juga meningkat yang bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan mental lainnya.

Ekspektasi Sosial dan Diri Sendiri

Sebelum era modern, ekspektasi terhadap diri kita biasanya berasal dari orang tua, keluarga, dan orang-orang terdekat. Namun, teknologi membuat kita justru memiliki ekspektasi terhadap diri sendiri. Dimana semua itu karena paparan media yang berlebihan, trend media yang seakan semua perlu diikuti, termasuk perasaan gagal jika tidak bisa menyamai diri dengan trend yang ada.

Ekspektasi tinggi ini tidak jarang menimbulkan masalah kesehatan mental baru. Misalnya yang lagi trend saat ini, yaitu FOMO atau fear of missing out, yaitu kondisi mental dimana orang-orang tidak ingin ketinggalan trend yang ada. Selain itu, manusia juga seakan menjadi haus akan validasi eksternal.

Baca juga: Mental Health Sebagai Hak Asasi: Saatnya Menuntut Merdeka Psikologis

Cara Membebaskan Diri

Pria, Model, Potret, Wajah, Model Pria

Berdasarkan paparan di atas, tentu kita tidak ingin perkembangan teknologi justru memberikan dampak negatif, khususnya untuk kondisi mental. Maka dari itu, berikut beberapa cara untuk membebaskan diri dari gambaran revolusi mental di era modern:

  • Kesadaran kritis, yaitu meningkatkan kemampuan untuk memahami bahwa tidak semua trend perlu untuk diikuti, selain itu trend juga seringkali terbentuk untuk kepentingan ekonomi atau algoritma.
  • Filter informasi, yaitu kemampuan untuk menyerap informasi dengan kebenaran yang kredibel, dan membatasi konten yang memicu perbandingan.
  • Kembali ke nilai pribadi, yaitu upaya untuk menentukan apa yang benar-benar menjadi kesuksesan, kebahagiaan, dan kepuasan diri, tanpa ada ikut serta dari trend global.
  • Digital detox, yaitu upaya untuk mengatur waktu agar tidak berlebihan dalam penggunaan teknologi demi menjaga kesehatan fisik dan mental.
  • Komunikasi yang sehat, yaitu berada di lingkungan orang-orang yang bisa menghargai keragaman cara hidup, bukan yang hanya fokus pada pencapaian materi.

Itu dia sedikit gambaran mengenai revolusi mental di era modern, dan cara untuk membebaskan diri darinya. Jika kamu mengalami masalah kesehatan mental, cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Kemerdekaan Diri: Mengatasi Luka Batin sebagai Bentuk Perjuangan Pribadi

 

Sumber:

Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Hidayat, R. (2021). Dampak tekanan sosial terhadap kesehatan mental di era digital. Jurnal Psikologi Sosial, 19(2), 101–115.

Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. 

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Dari Penjajahan Pikiran ke Pembebasan Jiwa: Revolusi Mental di Era Modern — DeepTalk