Deeptalk.co.id – Procrastinasi, kebiasaan menunda-nunda, seringkali menjadi tantangan besar dalam kehidupan sehari-hari. Banyak dari kita mungkin telah mengalami momen ketika tugas-tugas penting terabaikan atau deadline mendekat tanpa ada kemajuan yang signifikan. Namun, penting bagi kita untuk memahami bahwa tidak semua procrastinasi diciptakan sama. Ada berbagai jenis procrastination yang dapat mempengaruhi cara kita menunda-nunda dan dampak yang ditimbulkannya.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa jenis procrastinasi yang paling umum, mengidentifikasi karakteristik unik masing-masing, serta memberikan wawasan tentang cara menghadapinya. Dengan memahami jenis-jenis procrastinasi ini, kita dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi kecenderungan kita untuk menunda dan mencapai produktivitas yang lebih baik.
Procrastination Akut dan Kronis

Yang membedakan antara procrastination akut dan kronis adalah bahwa penundaan akut terbatas pada waktu yang singkat, dan yang kronis sudah bertahan dalam waktu jangka panjang. Misal, ketika seseorang yang menunda-nunda hanya selama seminggu, ini bisa Anda kategorikan sebagai penundaan akut. Lalu jika sudah bertahun-tahun lamanya Anda cenderung sering menunda-nunda, ini berarti penundaan Anda memasuki jenis kronis.
Selain itu, sebagai peringatan penting bahwa penundaan kronis adalah tentang kecenderungan jangka panjang untuk menunda sesuatu, bukan tentang kecenderungan untuk menunda sesuatu dalam jangka waktu yang lama. Dengan kata lain, penundaan sudah kronis jika Anda menunjukkan kecenderungan ini bertahun-tahun.
Penundaan kronis juga dapat dikonseptualisasikan sebagai sifat penundaan (disposisional procrastination). Yakni ketika perilaku Anda mewakili karakteristik yang stabil dalam hal kecenderungan Anda untuk berulang kali terlibat dalam penundaan sebagai perilaku. Ini mungkin kontras dengan penundaan situasional, yang mewakili penundaan seseorang dalam situasi tertentu.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Overthinking dan Penyebabnya
Procrastination yang Mencemaskan dan Hedonistik

Perbedaan dari jenis procrastination kecemasan dan hedonistik adalah penundaan kecemasan melibatkan penundaan sesuatu akibat cemas pada hasil yang buruk meskipun ada niat untuk mengerjakannya, terlepas dari kesadaran bahwa penundaan itu merugikan diri sendiri dan tidak rasional. Sedangkan penundaan hedonistik melibatkan penundaan sesuatu secara sukarela karena memprioritaskan kegiatan yang menyenangkan atau karena kurangnya ketertarikan dan kepedulian pada suatu pekerjaan.
Penundaan cemas disebut juga penundaan tradisional atau irasional. Jenis penundaan terkait dari kedua jenis procrastination ini adalah penundaan gairah, yang melibatkan penundaan yang disengaha sampai tepat sebelum tenggat waktu. Ini dikarenakan preferensi untuk bekerja di bawah tekanan atau mengalami kegembiraan menyelesaikan sesuatu pada menit terakhir (untuk mencari sensasi).
Procrastination Aktif dan Pasif

Penundaan aktif dilakukan dengan sengaja yang mengarah pada hasil positif, dan penundaan pasif melibatkan penundaan yang tidak disengaja yang mengarah pada hasil yang negatif. Misalnya, seorang penunda aktif mungkin menunda tugas sampai tepat sebelum tenggat waktu, karena hal itu membantu mereka bekerja lebih baik. Sedangkan penunda pasif mungkin menunda tugas terlalu lama sehingga mereka melewatkan tenggat waktu, karena mereka merasa cemas.
Penundaan pasif kadang disebut juga dengan penundaan tradisional dan yang aktif dikaitkan dengan jenis procrastination yang ditampilkan oleh penundaan yang disesuaikan dengan baik. Yang menunda-nunda secara teratur tetapi umumnya tidak terpengaruh secara negatif oleh penundaan mereka. Penundaan aktif juga kerap dihubungkan dengan konsep penundaan produktif atau terstruktur yang mana mereka akan melakukan hal-hal yang bermanfaat sambil menunda dengan melakukan hal-hal yang lebih penting.
Konsep penundaan aktif telah banyak dikritik dan ditentang oleh berbagai peneliti. Dimana mereka yang berpendapat bahwa itu merupakan penundaan yang disengaja, (juga dikenal dengan penundaan strategis, atau penundaan yang disengaja) daripada procrastination yang baik, dan itu tidak mengarah pada hasil yang positif juga.
Procrastination Domain Khusus

Ini mencakup bidang-bidang tertentu, seperti akademik, pekerjaan dan waktu tidur, yang semuanya berbeda dalam domain tempat terjadinya procrastionation. Secara khusus meliputi :
– Procrastination Akademik – adalah fenomena di mana mahasiswa tidak perlu menunda tugas akademik. Contohnya ketika mahasiswa memiliki waktu seminggu untuk belajar ujian, akan tetapi mereka menunda belajar hingga melakukannya saat malam sebelum ujian. Yang pada mulanya mereka ingin memulai belajar lebih awal.
– Procrastination Pekerjaan – fenomena dimana orang tidak perlu menunda berurusan dengan tugas-tugas yang berhubungan dengan pekerjaan. Misal ketika terus menunda-nunda menulis laporan penting dengan membuang-buang waktu untuk tugas-tugas lain yang tidak terlalu penting terkait pekerjaan.
– Procrastination waktu tidur – orang tidak perlu menunda tidur, terutama ketika mereka tahu bahwa hal itu buruk bagi mereka. Contoh penundaan waktu tidur saat seseorang tidur berjam-jam lebih lambar dari yang seharusnya. Ini dikarenakan mereka membuang-buang waktu untuk menjelajah internet, bermain video game atau menonton TV. Mereka tetap melakukannya meskipun mereka tidak bersenang-senang dan meskipun mereka tahu bahwa ini akan menyebabkan mereka lelah dan frustrasi keesokan harinya.
Selain itu, penundaan juga bisa terjadi di ranah lain. Misalnya, orang dapat menunda berbagai tugas kehidupan, seperti membayar tagihan dan membersihkan rumah, atau tugas yang berkaitan dengan domain bisnis dan menulis. Demikian pula, orang dapat menunda aktivitas yang berkaitan dengan hubungan interpersonal, seperti menanggapi pesan dari teman atau mendekati calon pasangan romantis.
Beberapa jenis penundaan ini dapat dibedakan lebih lanjut berdasarkan kriteria tambahan, berdasarkan aktivitas yang dilakukan orang saat menunda-nunda. Perhatikan bahwa beberapa orang mungkin melakukan procrastination hanya dalam satu domain, sedang yang lain menunda di beberapa domain. Atau bahkan hampir di semua domain kehidupan mereka.
Baca juga: Cara Menghentikan Kecenderungan Catastrophizing yang Berbahaya
Sumber:
Procrastination Types: Understanding the Different Ways People Procrastinate – Solving Procrastination. (2023). Solving Procrastination. https://solvingprocrastination.com/procrastination-types/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



