Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Jenis-Jenis Trauma yang Umum Dialami Gen Z

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Hidup di era perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan ternyata tidak membuat para gen z bebas dari masalah kesehatan mental. Walaupun banyak gen z yang sudah lebih peduli akan kesehatan mental. Nyatanya, perkembangan teknologi justru membuat gen z menemukan masalah baru yang mungkin tidak dialami oleh generasi sebelumnya.

Salah satu jenis masalah kesehatan mental yang cukup umum dialami oleh para gen z adalah trauma. Trauma sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami pengalaman tidak menyenangkan dan mengganggu kondisi mental dan emosional orang tersebut. Terdapat banyak sekali jenis trauma berdasarkan objek atau situasi yang memicu trauma tersebut.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas jenis-jenis trauma yang umum dialami oleh gen z. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Juga tidak untuk dijadikan acuan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Trauma bisa sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, sudah sepantasnya penderita trauma mendapatkan penanganan yang tepat. Adapun jenis-jenis trauma pada dasarnya dibagi berdasarkan faktor pemicu dari trauma tersebut. Berikut jenis-jenis trauma yang umum dialami oleh gen z:

Trauma Emosional

Depressed and stressed young woman on the floor

Jenis trauma yang umum dialami oleh gen z pertama adalah trauma emosional. Trauma emosional adalah jenis trauma yang mempengaruhi kondisi emosional penderitanya. Bentuk trauma emosional sendiri bisa berupa:

Trauma akibat pelecehan emosional

Pelecehan emosional pada dasarnya merupakan jenis pelecehan yang cukup sulit untuk dideteksi. Pelecehan emosional adalah upaya untuk mengontrol orang lain dengan cara mengkritik, menyalahkan, mempermalukan, atau menggunakan verbal yang tidak seharusnya. Tindakan semacam itu bisa menimbulkan rasa trauma bagi korbannya. Kabar buruknya, banyak gen z yang mengalami pelecehan emosional dari orang terdekatnya. Misalnya dari teman, pasangan, atau keluarganya. Dimana hal tersebut bisa memicu rasa trauma tersendiri.

Trauma akibat penolakan

Bentuk trauma emosional selanjutnya bisa berupa trauma akibat penolakan. Walaupun penolakan merupakan hal yang normal. Namun dalam beberapa kondisi hal tersebut bisa menjadi trauma bagi para gen z.

Trauma akibat kehilangan

Banyak gen z yang juga mengalami trauma akibat kehilangan orang yang mereka cintai. Bisa itu orang tua, pasangan, teman, dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan kehilangan dan kesulitan untuk mengatasi emosi yang timbul akibat kehilangan tersebut.

Baca juga: Pentingnya Self Care Agar Tidak Terjerumus Dalam Toxic Relationship

Trauma Psikologis

Businessmen are stressed, sitting inside the room, sad and disappointed Spend time alone with pressure on problems

Selain trauma emosional, banyak gen z yang juga mengalami trauma psikologis. Trauma psikologis sendiri merupakan jenis trauma yang dipicu oleh kondisi psikologis tertentu. Adapun jenis trauma psikologis yang umum dialami gen z adalah sebagai berikut:

Trauma akibat stress

Stress pada dasarnya hal yang normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun jika stress dialami dengan intensitas yang sering dan tingkat keparahan yang tinggi bisa mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Dalam hal ini, stress bisa memicu trauma, dan juga kesulitan dalam mengontrol emosi.

Trauma akibat fobia

Selain stress, kondisi psikologis lain yang bisa memicu trauma adalah fobia. Fobia sendiri merupakan gangguan psikologis dimana seseorang mengalami rasa takut berlebih terhadap objek atau situasi tertentu.

Trauma akibat gangguan mental

Tidak hanya stress dan fobia, beberapa gangguan mental lainnya juga bisa memicu trauma. Misalnya pada kondisi depresi, kecemasan, atau PTSD dapat menyebabkan trauma psikologis.

Trauma Digital

Overhead view of unconscious woman lying near cell phone on carpet

Trauma emosional dan trauma psikologis yang dipaparkan di atas tentu pernah dialami oleh generasi sebelumnya. Namun untuk trauma digital lebih umum dijumpai pada gen z. Pasalnya, generasi sebelumnya tidak sefamiliar gen z dalam perkembangan teknologi dan digital. Sayangnya, hal tersebut justru bisa menimbulkan masalah baru. Adapun trauma digital yang umum dialami gen z bisa berupa:

Trauma akibat cyberbullying

Perkembangan teknologi memang membuat gen z mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sayangnya, kemudahan tersebut disalahgunakan oleh beberapa orang. Hal itulah yang pada akhirnya memicu cyberbullying atau perundungan di media online. Sama halnya dengan perundungan secara langsung, cyberbullying juga bisa memicu trauma bagi korbannya.

Trauma akibat kecanduan media sosial

Kecanduan media sosial merupakan kondisi dimana seseorang sangat terobsesi untuk terus melakukan aktivitas di media sosial. Saat seseorang mengalami kecanduan media sosial, tentu akan ada dampak negatif yang mereka rasakan. Tidak jarang hal tersebut juga menjadi trauma bagi para gen z.

Trauma akibat penipuan online

Perkembangan teknologi tidak hanya memudahkan kita dalam melakukan aktivitas positif, namun juga memudahkan untuk melakukan aktivitas negatif. Salah satunya memudahkan para pelaku penipuan. Dimana penipuan tidak hanya dilakukan secara langsung, melainkan bisa melalui media online. Saat korban terjerat, mereka bisa saja mengalami trauma. Terutama untuk mereka yang tidak mampu mengelola emosi mereka.

Itu dia beberapa jenis trauma yang umum dialami oleh para gen z. Dapat disimpulkan bahwa, perkembangan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif. Namun juga memberikan dampak negatif. Meski demikian, semua itu bukan hal yang tidak bisa untuk dihindari.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri dan Cara Keluar Dari Toxic Relationship

 

Sumber:

American Psychological Association. (2020). Trauma.

National Institute of Mental Health. (2020). Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

World Health Organization. (2019). Trauma.

Psychology Today. (2020). The Impact of Trauma on Mental Health.

Verywell Mind. (2020). Types of Trauma.

MindTools. (n.d.). Trauma and Recovery.

Journal of Traumatic Stress. (2019). The Prevalence of Trauma in the General Population.

Journal of Clinical Psychology. (2018). The Effects of Trauma on Mental Health.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Jenis-Jenis Trauma yang Umum Dialami Gen Z — DeepTalk