Deeptalk.co.id – Untuk membedakan satu orang dengan orang lainnya umumnya bisa kita lihat dari tampilan fisiknya. Hal ini cukup mudah karena bisa langsung ditangkap dengan indera penglihatan yang kita miliki. Namun hal ini juga bisa menjadi kendala untuk membedakan dua orang kembar identik, dimana bentuk fisik yang dimiliki relatif sama.
Selain membedakan orang lain berdasarkan bentuk fisiknya, kita juga bisa melihat perbedaan dari kepribadian yang mereka miliki. Pada dasarnya setiap orang itu unik dan menarik dengan kepribadian yang mereka miliki. Ada banyak sekali jenis kepribadian, namun yang umum kita kenal adalah kepribadian introvert dan kepribadian ekstrovert.
Orang dengan kepribadian ekstrovert merupakan orang-orang yang senang melakukan interaksi sosial. Mereka merasa memiliki energi yang lebih banyak jika berinteraksi dengan orang lain. Sebaliknya, mereka akan sangat mudah merasa jenuh jika berdiam diri atau melakukan aktivitas seorang diri.
Hal tersebut merupakan kebalikan orang dengan kepribadian introvert yang lebih senang melakukan segala hal seorang diri. Mereka justru akan mudah merasa lelah jika terus menerus berinteraksi dengan orang lain.
Kedua jenis kepribadian ini tentu tidak ada yang salah dan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Pada artikel kali ini kami akan secara khusus membahas mengenai tipe kepribadian introvert, khususnya mitos-mitos yang beredar di masyarakat seputar kepribadian tersebut.
Berikut beberapa mitos-mitos seputar kepribadian introvert yang perlu kita ketahui:
Fobia Keramaian

Mitos yang paling umum didengar mengenai kepribadian introvert adalah mereka yang memiliki fobia terhadap keramaian, atau membenci situasi yang ramai. Hal ini bisa dikatakan sebagai mitos karena pada dasarnya introvert bukanlah suatu gangguan, melainkan kepribadian yang tidak masalah jika dimiliki oleh siapa saja.
Seorang introvert memang lebih senang dan bisa menikmati kesendirian mereka, namun bukan berarti mereka membenci keramaian. Dalam situasi-situasi tertentu, mereka bisa saja berinteraksi dan bersosialisasi seperti halnya seorang ekstrovert. Seorang introvert juga lebih menyukai interaksi yang bersifat personal, dibandingkan kelompok.
Hanya saja keramaian akan membuat mereka lebih mudah merasa lelah. Selain itu, jika bisa memilih antara berada di keramaian atau melakukan aktivitas seorang diri, seorang introvert akan lebih memilih untuk melakukan aktivitas seorang diri.
Pemalu

Mitos lainnya yang tidak kalah eksis di tengah masyarakat seputar introvert adalah sifat dan sikap yang pemalu. Hal tersebut bisa dikatakan sebagai mitos karena pada dasarnya introvert dan pemalu adalah dua hal yang berbeda, dimana introvert adalah kepribadian dan pemalu atau rasa malu adalah emosi.
Tidak semua introvert adalah seorang pemalu, dan tidak semua pemalu adalah seorang introvert. Keduanya memiliki pilar yang berbeda satu sama lain. Beberapa introvert memang memiliki sifat dan sikap pemalu, namun beberapa lainnya memiliki rasa percaya diri yang baik. Mereka memang jarang menunjukkan eksistensi mereka di depan umum seperti yang dilakukan oleh seorang ekstrovert, namun bukan berarti mereka tidak bisa melakukannya.
Baca juga : Psikopat : Orang Tanpa Perasaan dan Emosi
Pendiam

Banyak orang yang beranggapan bahwa seorang introvert pasti adalah orang yang pendiam. Hal ini bisa dipastikan sebagai salah satu mitos mengenai kepribadian introvert. Tidak heran mengapa mereka disangka sebagai sosok yang pendiam mengingat mereka yang cenderung memperhatikan lingkungannya sebelum bertindak.
Seorang introvert bisa menjadi sangat asik diajak untuk berdiskusi atau membicarakan hal-hal ringan. Mereka bisa membangun suasana interaksi dengan nyaman dan menyesuaikan pembicaraan dengan baik. Namun hal itu biasanya dilakukan pada orang atau kelompok tertentu yang mereka anggap nyaman untuk melakukannya. Maka dari itu, pendiam tidak selalu pas untuk diberikan predikat bagi setiap introvert.
Tidak Bisa Menjadi Pemimpin

Tidak jarang orang menganggap bahwa seorang introvert tidak memiliki kemampuan untuk mepimpin. Hal ini bisa dipastikan sebagai salah satu mitos yang mampu menjatuhkan seorang introvert. Pada dasarnya seorang introvert bisa saja menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana.
Introvert bukan berarti mereka tidak mampu memberikan pengarahan terhadap orang lain. Mereka memang tidak banyak bicara seperti halnya seorang ekstrovert. Namun hal ini justru membuat mereka mampu mempertimbangkan berbagai kondisi sebelum pengambilan keputusan.
Seorang introvert juga memiliki kecenderungan fokus terhadap hal-hal detail. Mereka akan mempertimbangkan berbagai hal sebelum akhirnya mengeluarkan pendapatnya. Hal ini membuat seorang introvert memiliki kemampuan berbicara yang terstruktur.
Introvert Lebih Cerdas dan Kreativitas Dibanding Ekstrovert

Banyak sekali tokoh-tokoh besar dan berpengaruh di muka bumi ini yang memiliki kepribadian introvert. Misalnya Albert Einstein yang dikenal sebagai penemu teori umum relativitas, Marcel Proust yang merupakan seorang novelis dan cendekiawan terkenal, serta Charles Darwin yang terkenal sebagai penemu teori revolusi.
Meski demikian, menjadi seorang introvert tidak menjamin seseorang memiliki kecerdasan dan tingkat kreativitas yang tinggi. Introvert maupun ekstrovert sama-sama memiliki peluang dalam kemampuan intelektual dan kreativitas yang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepribadian introvert belum tentu lebih cerdas atau lebih kreatif dibandingkan kepribadian ekstrovert.
Itu dia beberapa mitos yang sering kita dengar mengenai kepribadian introvert. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Pengertian Psikopat dan Perbedaan Dengan Sosiopat
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



