Semua artikel
Keluarga

Isu Fatherless : Dampak Psikologis yang Berbahaya Pada Anak

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Kehadiran seorang ayah dalam kehidupan seorang anak memiliki peran penting dalam perkembangan psikologis mereka. Ayah bukan hanya figur yang memberikan perlindungan fisik, tetapi juga memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk identitas, kepercayaan diri, dan kesejahteraan emosional anak. Namun, fenomena fatherless atau ketidakhadiran ayah dalam kehidupan anak menjadi isu yang semakin mendalam dan kompleks di berbagai belahan dunia. Ada beberapa kondisi psikologis pada anak sebagai dampak dari fenomena fatherless ini.

Ada berbagai alasan mengapa anak-anak mengalami fatherless, seperti perceraian, perpisahan, kematian, atau ketidakhadiran fisik ayah karena pekerjaan atau komitmen lainnya. Ketika seorang ayah absen, anak-anak sering menghadapi sejumlah dampak psikologis yang berbahaya. Mereka mungkin merasa kehilangan, terasing, dan memiliki kecenderungan untuk mengalami kesulitan dalam mengelola emosi dan hubungan interpersonal.

Anak menjadi penuh dengan kebencian pada sosok ayahnya. Akan banyak atau setidaknya jika semua orang yang tumbuh tanpa kehadiran ayah untuk berpikir demikian. Jika Anda tumbuh tanpa ayah, ada baiknya memikirkan bagaimana hal itu memengaruhi Anda dan memengaruhi perkembangan Anda sehingga Anda dapat sembuh.

Berikut adalah 5 dampak psikologis dari efek ayah yang tidak hadir pada perkembangan anak.

1. Penurunan Kemampuan Komunikasi

Pada masa-masa pertama seorang anak dengan adanya kehadiran ayah dan ibu akan mengalami banyak komunikasi, dibandingkan dengan mereka yang tidak memilikinya. Anak memiliki komunikasi yang lebih langsung, yang mencakup lebih dari sekedar kata-kata. Termasuk seperti ekspresi wajah, nada suara, gerak tubuh. Dengan kehadiran ayang, seorang anak akan menerima komunikasi dua kali lipat, pun juga akan menyaksikan komunikasi antara orang tuanya.

Untuk melawan efeknya jika Anda tumbuh tanpa ayah atau mengasuh anak yang tidak memiliki ayah, berkomunikasilah sebanyak mungkin. Ciptakan peluang untuk lebih banyak interaksi terutama dengan orang dewasa lainnya.

Baca juga: Mengenali Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi dan Gejalanya

2. Menurunnya Kemampuan Kognitif

Pada suatu penelitian tahun 2013 dengan menggunakan seekor tikus sebagai alat uji coba, melaporkan bahwa tikus yang tiak memiliki ayah selama perkembangannya memiliki pembentukan otak yang berbeda dengan kedua orang tuanya. Korteks prefrontal yang menangani kemampuan kognitif seperti kontrol impuls, mengevaluasi konsekuensi, merencanakan dan mengelola perilaku sosial, tidak berkembang pada tikus tanpa ayah. Bahkan tikus betina tanpa ayah menunjukkan kepekaan lebih tinggi terhadap amfetamin, sehingga mungkin ada godaan yang lebih tinggi untuk penggunaan narkoba.

Lalu jika dikaitkan pada perilaku anak-anak yang hidup tanpa kehadiran ayah, fatherless memberikan dampak psikologis penurunan kognitif dengan masalah yang serupa. Anak akan menjadi sering membolos, nilai yang rendah di sekolah, dan banyak lagi yang berkaitan dengan penurunan kemampuan kognitif anak. Untuk mencegah terjadinya hal ini, lakukan aktivitas yang meningkatkan kemampuan kognitif, seperti bermain catur, memecahkan teka-teki, dan belajar hal baru secara konsisten.

3. Masalah Relasional dan Perilaku

Anak-anak yang tumbuh tanpa ayah sering bergumul secara sosial. Perasaan ditolak oleh ayahnya, membuat mereka merasa takut ditnggalkan dan menjadi bergumul dengan kepercayaan, komitmen dan keintiman.

Ketidakhadiran sosok ayah atau fatherless juga sering menimbulkan masalah perilaku dan dampak psikologis pada anak. Ini membuat anak – anak tidak tahu bagaimana memproses kemarahan atau kecemasan mereka. Terutama jika kemampuan berkomunikasi mereka kurang, sehingga mereka memilih untuk menyerang. Yang pada akhirnya ini terus berdampak negatif pada relasi atau hubungan mereka.

Untuk membantunya, temukan mentor yang dapat membantu membentuk perilaku dan relasional yang sehat. Juga pertimbangkan konseling profesional untuk mendapatkan wawasan, perspektif dan keterampilan relasional dan perilaku.

4. Gangguan Kesehatan Mental

Anak-anak fatherless akan tumbuh tanpa rasa aman yang seharusnya diberikan oleh seorang ayah. Kehadiran dan cinta seorang ayah memberi anak pemahaman yang lebih besar tentang identitas dan rasa memiliki. Ketika mereka tidak ada, ini bisa membuat dunia si anak terasa hancur dan tidak stabil.

Adanya fakta tersebut, membuat anak-anak fatherless mendapatkan dampak psikologis dengan adanya gangguan kesehatan mental yang menghampiri. Mereka bisa mengalami kecemasan dan depresi dengan intensitas yang lebih besar daripada anak-anak yang hidup dengan ibu dan ayah semasa hidupnya.

Untuk menangani hal ini, cari bantuan profesional untuk menemukan akar penyebab masalah ini dan solusi untuk mengatasinya.

5. Kesehatan dan Perilaku Seksual

Sekali lagi, karena fakta bahwa anak-anak tanpa ayah mengalami penurunan perkembangan di korteks prefrontal mereka, mereka bisa menjadi impulsif. Kemampuan mereka untuk melihat konsekuensi jangka panjang dari tindakan mereka melemah.

Ini membawa pada banyak anak yang melakukan aktivitas seksual di usia muda, yang dapat menimbulkan konsekuensi yang mengerikan, termasuk kehamilan remaja. Anak perempuan yang tumbuh tanpa ayah dapat mengembangkan gangguan keterikatan dan melihat seks sebagai cara untuk memenuhi hubungan dengan laki-laki.

Oleh karenanya, jangan biarkan anak-anak yang Anda asuh belajar sendiri tentang seks, terutama anak-anak yang menghabiskan waktu tanpa kehadian ayah. Tak perlu ragu dengan pembicaraan yang tabu ini, karena hal seksual penting untuk diajarkan pada anak. Anda bisa menjadikan pembelajaran seksual ini layaknya obrolan biasa agar tidak terlalu canggung dengan anak.

Baca juga: Emotionally Mature : Apa Saja yang Membuat Emosi Lebih Matang?

 

Sumber:

Foster, B. (2022, October 21). 5 Effects of Absent Fathers on Child Development. All Pro Dad. https://www.allprodad.com/5-effects-of-absent-fathers-on-child-development/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Isu Fatherless : Dampak Psikologis yang Berbahaya Pada Anak — DeepTalk