Semua artikel
Sosial

Isolasi Sosial dan Teori Kebutuhan Dasar Maslow: Apa yang Terjadi Saat Kebutuhan Sosial Tidak Terpenuhi?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Pada tahun 1943 Abraham Maslow yang merupakan seorang ahli di bidang psikologi mengemukakan pendapatnya mengenai tingkatan kebutuhan dasar manusia. Maslow beranggapan bahwa manusia memiliki 5 tingkatan untuk mencapai keutuhan akan kebutuhan. Adapun lima tingkatan tersebut mencakup kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki, kebutuhan harga diri, dan aktualisasi diri sebagai tingkat tertinggi.

Sayangnya tidak semua manusia memiliki kesempatan untuk mencapai tingkat kelima dari hirarki kebutuhan Maslow. Beberapa kondisi bisa menghambat manusia untuk mencapai aktualisasi diri, salah satu diantaranya adalah isolasi sosial. Isolasi sosial sendiri merupakan kondisi dimana individu memiliki sedikit sekali interaksi sosial atau kedekatan dengan orang lain.

Lantas bagaimana isolasi sosial mempengaruhi kebutuhan dasar manusia? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai topik tersebut. Namun sebelum kita masuk ke topik utama, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Hierarki Kebutuhan Maslow

Kakak Beradik, Anak Laki Laki, Muda

Seperti yang sudah dipaparkan secara singkat di awal, hierarki kebutuhan Maslow adalah teori psikologi yang dikembangkan oleh Abraham Maslow, tepatnya pada sebuah artikel yang berjudul “A Theory of Human Motivation”, yang terbit di tahun 1943. Berikut penjelasan lengkap terkait 5 tingkat hierarki kebutuhan Maslow:

Kebutuhan fisiologis (psychological needs)

Menurut Maslow, kebutuhan paling mendasar manusia adalah kebutuhan fisiologis atau psychological needs. Kebutuhan fisiologis ini mencakup manan, air, udara, tidur, tempat tinggal, termasuk seks untuk kepentingan reproduksi. Bagi Maslow, tanpa kebutuhan mendasar ini manusia akan mengalami masalah dalam fungsinya. Maka dari itu, kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling mendasar, dan penting untuk didapatkan setiap manusia.

Kebutuhan akan rasa aman (safety needs)

Setelah manusia berhasil memenuhi kebutuhan fisiologisnya, mereka akan masuk ke tingkat selanjutnya yaitu kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan. Kebutuhan ini mencakup keamanan fisik, stabilitas ekonomi, kesehatan, perlindungan dari bencana, serta struktur dan keteraturan.

Kebutuhan cinta dan rasa memiliki (love and belongingness needs)

Setelah berhasil memenuhi kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman, manusia bisa naik ke tingkat selanjutnya, yaitu kebutuhan cinta dan rasa memiliki. Kebutuhan ini mencakup persahabatan, hubungan keluarga, keintiman, dan menjadi bagian dari kelompok sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi sosial. Jika tidak, maka sangat mungkin mengalami berbagai masalah psikologis, seperti depresi, kecemasan, dan lain sebagianya.

Kebutuhan harga diri (esteem needs)

Tingkat keempat dari hierarki kebutuhan Maslow adalah kebutuhan harga diri. Kebutuhan ini mencakup percaya diri, prestasi, status sosial, dan penghargaan dari orang lain. Manusia dengan harga diri tinggi cenderung menghargai dirinya sendiri, seperti yakin akan kemampuannya, dan mandiri. Sedangkan manusia dengan harga diri rendah cenderung butuh akan dihargai orang lain, seperti mencari status, dan prestasi sebagai pembuktian.

Aktualisasi diri (self actualization needs)

Tingkat tertinggi dari hierarki kebutuhan Maslow adalah aktualisasi diri. KEbutuhan ini mencakup mengejar potensi diri, kreativitas, pemenuhan tujuan hidup, hingga pencapaian pribadi. Aktualisasi diri adalah tentang kebutuhan untuk menjadi apa yang seseorang ingin menjadi.

Baca juga: Dari Pilihan hingga Keterpaksaan: Memahami Isolasi Sosial Sukarela dan Tidak Sukarela

Isolasi Sosial Terhadap Hierarki Kebutuhan Maslow

Orang, Setelan, Medis, Perlindungan

Jika diperhatikan secara seksama, setiap tahap hierarki kebutuhan Maslow bisa mengalami dampak akibat isolasi sosial. Berikut penjelasannya:

  • Kebutuhan fisiologis, terutama pada kasus isolasi sosial yang ekstrim dapat memicu akses terbatas terhadap makanan, perawatan kesehatan, dan tempat tinggal. Kondisi tersebut biasa terjadi pada lansia, orang dengan disabilitas, atau individu yang dikucilkan. Selain itu, stres dan depresi akibat isolasi sosial juga bisa memicu malnutrisi, gangguan tidur, atau kehilangan motivasi dalam hidup.
  • Kebutuhan rasa aman, dimana individu dengan isolasi sosial bisa kehilangan rasa aman karena minimnya kedekatan dengan orang lain. Individu yang hidup terisolasi juga rentan mengalami kekerasan, eksploitasi, dan lain sebagainya.
  • Kebutuhan cinta dan rasa memiliki, bisa dibilang merupakan bagian dari hirarki kebutuhan yang sangat berdampak akibat isolasi sosial. Dimana individu bisa kehilangan koneksi sosial yang berujung depresi, kesepian, dan kecemasan. Selain itu, individu juga merasa tidak dicintai oleh kelompok sosial.
  • Kebutuhan harga diri, juga sulit untuk direalisasikan karena tidak adanya umpan balik positif, yang bisa memicu rendahnya harga diri, merasa tidak dihargai, tidak berdaya, dan tidak berguna.
  • Aktualisasi diri, akan sulit dicapai karena sulit untuk mencapai hierarki kebutuhan sebelumnya. Isolasi diri juga bisa menghambat kreativitas, pertumbuhan pribadi, dan motivasi, yang dimana semua itu penting untuk mencapai aktualisasi diri.

Itu dia penjelasan singkat terkait dampak isolasi sosial terhadap hierarki kebutuhan Maslow. Jika kamu mengalami gejala isolasi sosial, cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Isolasi Sosial pada Remaja: Implikasi Psikososial dan Perkembangan Identitas

 

Sumber:

Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.
Cacioppo, J. T., & Patrick, W. (2008). Loneliness: Human Nature and the Need for Social Connection. W.W. Norton & Company.
Hawkley, L. C., & Cacioppo, J. T. (2010). Loneliness matters: A theoretical and empirical review of consequences and mechanisms. Annals of Behavioral Medicine, 40(2), 218–227.
Holt-Lunstad, J., Smith, T. B., Baker, M., Harris, T., & Stephenson, D. (2015). Loneliness and social isolation as risk factors for mortality: A meta-analytic review. Perspectives on Psychological Science, 10(2), 227–237.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Isolasi Sosial dan Teori Kebutuhan Dasar Maslow: Apa yang Terjadi Saat Kebutuhan Sosial Tidak Terpenuhi? — DeepTalk