Semua artikel
Sosial

Isolasi Sosial dan Kesehatan Mental: Antara Kesepian dan Gangguan Psikologis

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Segala bentuk teknologi akibat perkembangan zaman memang seharusnya memudahkan kita untuk berkomunikasi satu sama lain. Sayangnya, tidak jarang teknologi tersebut juga yang membuat kita memiliki batasan dalam bersosialisasi. Bisa dilihat bagaimana suasana dimana orang-orang akan lebih fokus dengan handphone mereka dibanding orang dihadapannya.

Lantas, apakah hal semacam ini akan memicu isolasi sosial? Apa sebenarnya isolasi sosial itu dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan mental? Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang isolasi sosial dengan kacamata psikologi.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi bersama psikolog atau psikiater. Dengan begitu bisa didapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Isolasi Sosial

Badai, Manusia, Laut, Ombak, Angin

Isolasi sosial adalah kondisi dimana individu mengalami sedikit sekali interaksi sosial dalam kesehariannya, atau keterlibatan yang minim dalam hubungan interpersonal yang bermakna. Isolasi sosial berbeda dengan pilihan untuk menyendiri. Pasalnya, kondisi isolasi sosial justru individu yang benar-benar terputus dari lingkungan sosial, baik secara fisik maupun emosional.

Isolasi sosial bisa dialami oleh siapa saja. Meski demikian, kondisi ini sangat sering dialami oleh lansia, individu dengan disabilitas, penderita gangguan mental, atau orang-orang yang mengalami diskriminasi sosial, trauma, dan sebagainya. Mirisnya, isolasi sosial ini justru bisa memperburuk kondisi seseorang.

Dalam perspektif psikologis, isolasi sosial memang bukan salah satu gangguan mental, melainkan sebuah kondisi sosial yang bisa menjadi faktor resiko bagi kemunculan berbagai jenis gangguan mental. Itu dia alasan mengapa walaupun bukan gangguan mental, isolasi sosial tetap perlu penanganan serius, dan banyak menjadi perhatian dalam lingkup psikologis.

Uniknya, isolasi sosial tidak hanya sebagai pemicu gangguan mental. Justru kebalikannya, beberapa jenis gangguan mental juga bisa memicu isolasi sosial. Misalnya pada penderita skizofrenia karena paranoia yang dialami, penderita depresi berat karena kehilangan minat akan interaksi, dan pada penderita spektrum autisme karena kesulitan dalam bersosial. Dengan demikian, isolasi sosial ini memang erat kaitannya dengan kesehatan mental.

Baca juga: Strategi Mengatasi Confirmation Bias: Melatih Pikiran Kritis dan Kesadaran Diri

Dampak Isolasi Sosial Terhadap Kesehatan Mental

Pria, Murung, Duduk, Di Lantai

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya. Isolasi sosial memang cukup mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Berikut beberapa kondisi mental yang bisa dipicu akibat isolasi sosial yang tidak segera mendapatkan pertolongan:

Depresi dan kecemasan

Dampak isolasi sosial terhadap kesehatan yang pertama adalah bisa memicu depresi dan kecemasan. Walaupun depresi dan kecemasan merupakan kondisi mental yang cukup familiar, bukan berarti kondisi tersebut bisa disepelekan. Justru depresi merupakan salah satu gangguan mental serius, dan kecemasan yang berlebih bisa memicu gangguan kecemasan yang juga tidak kalah serius.

Ketika individu kekurangan dukungan sosial, mereka akan mengalami kesulitan dalam mengelola emosi. Hal inilah yang membuat individu rawan mengalami kecemasan, dan merasakan emosi negatif yang berlebihan. Emosi negatif berlebih yang nantinya akan memperbesar resiko depresi.

Stress kronis

Dampak isolasi sosial terhadap kesehatan mental yang kedua adalah bisa memicu stress kronis, yang merupakan kondisi dimana individu yang mengalami tekanan berkepanjangan dan tidak memiliki waktu untuk pulih. Berbeda dengan stress akut yang bersifat sementara, stress kronis justru bisa berlangsung jangka panjang, seperti berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Saat individu mengalami putus koneksi dengan orang lain, tubuhnya akan secara otomatis mengalami peningkatan hormon kortisol yang merupakan akibat dari stress kronis. Hal tersebut bisa berdampak pada gangguan pola tidur, masalah fungsi kognitif, hingga perubahan suasana hati.

Penurunan fungsi kognitif

Dampak isolasi sosial terhadap kesehatan mental yang ketiga adalah bisa memicu penurunan fungsi kognitif, yaitu penurunan kemampuan berpikir, mengingat, mengolah informasi, dan segala hal yang berhubungan dengan kinerja otak.

Banyak studi yang membuktikan bagaimana orang-orang yang mengalami isolasi sosial menjadi lebih rentan terhadap kondisi demensia, khususnya yang banyak terjadi pada lansia. Hal tersebut menjadi bukti bagaimana isolasi sosial menurunkan fungsi kognitif seseorang.

Peningkatan resiko bunuh diri

Dampak isolasi sosial terhadap kesehatan mental yang keempat adalah beresiko meningkatkan kemungkinan bunuh diri. Pasalnya, isolasi sosial membuat individu kehilangan koneksi dengan orang-orang terdekatnya. Artinya, individu juga akan kehilangan support system, dan tidak menuntut kemungkinan akan memperbesar resiko bunuh diri.

Peningkatan gejala psikotik

Dampak isolasi sosial terhadap kesehatan mental yang kelima adalah beresiko meningkatkan gangguan psikotik. Terutama pada penderita gangguan mental berat, seperti pada penderita skizofrenia. Dimana isolasi sosial bisa memicu timbulnya halusinasi atau delusi.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai isolasi sosial dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Jika kamu mengalami ciri-ciri isolasi sosial. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Confirmation Bias dan Proses Rekrutmen: Ketika Perekrut Salah Menilai Kandidat

 

Sumber:

Cacioppo, J. T., & Hawkley, L. C. (2009). Perceived social isolation and cognition. Trends in Cognitive Sciences, 13(10), 447–454. https://doi.org/10.1016/j.tics.2009.06.005
Cacioppo, S., Capitanio, J. P., & Cacioppo, J. T. (2015). Toward a neurology of loneliness. Psychological Bulletin, 141(4), 746–757. https://doi.org/10.1037/bul0000015
Santini, Z. I., Jose, P. E., Cornwell, E. Y., Koyanagi, A., Nielsen, L., Hinrichsen, C., & Koushede, V. (2020). Social disconnectedness, perceived isolation, and symptoms of depression and anxiety among older Americans (NSHAP): A longitudinal mediation analysis. The Lancet Public Health, 5(1), e62–e70. https://doi.org/10.1016/S2468-2667(19)30230-0
Donovan, N. J., et al. (2017). Association of Higher Cortical Amyloid Burden With Loneliness in Cognitively Normal Older Adults. JAMA Psychiatry, 73(12), 1230–1237. https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2016.2657
Leigh-Hunt, N., Bagguley, D., Bash, K., Turner, V., Turnbull, S., Valtorta, N., & Caan, W. (2017). An overview of systematic reviews on the public health consequences of social isolation and loneliness. Public Health, 152, 157–171. https://doi.org/10.1016/j.puhe.2017.07.035
Compton, M. T., & Shim, R. S. (2015). The social determinants of mental health. Focus, 13(4), 419–425. https://doi.org/10.1176/appi.focus.20150017

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Isolasi Sosial dan Kesehatan Mental: Antara Kesepian dan Gangguan Psikologis — DeepTalk