Deeptalk.co.id – Setiap manusia memiliki dan selalu merasakan suatu emosi. Ada beragam emosi yang penting untuk diterima dan dirasakan, termasuk emosi negatif sekalipun. Namun, akibat reaksi dari emosi yang dirasakannya bisa memberikan pengaruh bagi kehidupannya, mendorong seseorang untuk kemudian membatalkan emosi tersebut, atau dikenal juga sebagai invalidasi emosi.
Invalidasi emosi terjadi ketika pikiran, perasaan, emosi dan perilaku seseorang ditolak, dihakimi atau diabaikan. Invalidasi emosi ini bisa memengaruhi siapapun dan bisa membuat kesal hingga menyakitkan, bahkan menyebabkan perasaan tidak berharga dan kecenderungan isolasi diri.
Perasaan ini kemudian dapat memengaruhi kehidupan Anda sehari-hari, baik di tempat kerja, di rumah, atau dalam hubungan Anda. Dalam beberapa kasus, pembatalan emosi dapat menyebabkan emosi negatif lainnya dan bahkan kondisi kesehatan mental.
Invalidasi emosi bisa sangat menyakitkan, dan belajar untuk mengenalinya mungkin bisa membantu Anda untuk mencegah efeknya. Memahami invalidasi dan mengetahui cara mengenalinya dapat membantu Anda belajar untuk menghadapinya dengan lebih baik saat muncul.
Apa Itu Invalidasi Emosi?

Invalidasi atau pembatalan emosi adalah tindakan mengabaikan atau menolak pikiran, perasaan atau perilaku seseorang. Ini bisa terdengar seperti seakan-akan perasaan Anda tidak penting atau perasaan Anda salah. Invalidasi emosi ini bisa membuat Anda merasa tidak penting atau tidak rasional.
Bentuk dari invalidasi emosi ini bisa bermacam-macam dan terjadi kapan saja. Tidak hanya orang lain yang membatalkan emosi Anda, namun Anda juga bisa melakukan invalidasi emosi diri Anda sendiri. Beberapa orang yang sengaja menggunakannya sebagai alat untuk memanipulasi Anda dengan membuat Anda mempertanyakan perasaan Anda.
Orang lain juga mungkin melakukannya secara tidak sengaja dengan mencoba menghibur Anda dalam situasi stres. Meskipun jenis penolakan emosional ini dilakukan secara tidak sengaja dengan niat baik, itu tidak akan mengurangi rasa sakitnya.
Invalidasi emosi juga dapat melibatkan tindakan nonverbal dengan gestur tubuh yang menandakan pengabaian. Seperti memutar mata, mengabaikan orang tersebut, atau bermain ponsel saat seseorang sedang berbicara. Tidak peduli bagaimana itu terjadi, invalidasi emosi dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan.
Baca juga: Panic Monster : Alarm Untuk Menghentikan Procrastination
Bagaimana Orang Lain Membatalkan Emosi Anda?

Invalidasi emosi sering terjadi saat Anda mengungkapkan perasaan atau membicarakan suatu pengalaman. Orang lain sering meremehkan seseorang karena mereka tidak dapat memproses emosi orang tersebut. Mereka mungkin sibuk dengan masalah mereka sendiri atau tidak tahu bagaimana menanggapinya.
Terkadang pun invalidasi emosi dilakukan secara tidak sengaja oleh seseorang yang bermaksud baik. Ini bisa saja akibat kecerdasan emosional mereka yang renda atau mereka yang tidak memperhatikan perasaan Anda. Sehingga, bentuk invalidasi emosi yang umum terjadi adalah saat seseorang mencoba menghibur Anda saat sedih karena merasa tidak nyaman dengan perasaan Anda. Mereka cenderung akan mengubah perasaan Anda yang mereka maksudkan untuk menghibur Anda alih-alih menerima atau memahaminya.
Invalidasi emosi juga dapat digunakan sebagai strategi argumen, yakni dengan memberi kesan mendukung perasaan seseorang sambil menjauhkan atau menghindari tanggung jawab atas peran mereka dalam emosi tersebut. Ini termasuk dalam bentuk manipulasi dan upaya untuk membuat Anda mempertanyakan perasaan dan pengalaman Anda.
Bentuk pembatalan emosi yang paling umum termasuk menyalahkan, menghakimi, menyangkal, dan meminimalkan perasaan atau pengalaman Anda. Invalidasi tidak hanya dalam bentuk ketidaksetujuan, ini bisa juga dengan mereka mengatakan,
– Saya tidak peduli dengan perasaan Anda
– Perasaan Anda salah
– Saya yakin itu tidak seburuk itu
– Anda bereaksi terlalu berlebihan
– Jangan sedih, dan lain sebagainya.
Ingat Bahwa Emosi Anda Itu Penting dan Valid

Invalidasi emosi itu sangat menyakitkan, meskipun itu terjadi secara tidak disengaja. Tentu siapapun akan merasa sakit hati ketika diremehkan, diabaikan atau ditolak emosi dan perasaannya, terlebih jika Anda adalah orang yang sangat sensitif atau penyintas pelecehan dan trauma lainnya.
Namun, meskipun ingin dipahami adalah hal yang normal, kita tidak dapat bergantung pada orang lain untuk memvalidasi siapa kita, apa yang kita yakini, dan bagaimana perasaan kita. Ketika kita melakukannya, kita mengkompromikan sebagian dari diri kita untuk menyesuaikan diri dan membiarkan orang lain menentukan harga diri kita.
Selain itu, penting untuk memahami bahwa emosi Anda itu nyata, penting dan benar atau valid. Emosi melayani tujuan penting untuk diri Anda sendiri dan tidak boleh untuk diabaikan. Emosi juga tidak ada yang benar dan salah karena emosi merupakan cerminan dari pikiran, pengalaman dan persepsi yang berbeda dari setiap orang.
Validasi emosi atau mengatakan bahwa perasaan seseorang dapat diterima atau berharga, tidaklah sama dengan menyetujui perasaan mereka. Kita tentu bisa merasakan hal yang berbeda, tetapi berusahalah untuk mencoba memahami dan berempati dengan perasaan orang yang kita cintai.
Baca juga: Kesalahan yang Mungkin Terjadi Dalam Mengekspresikan Emosi
Sumber:
Psych Central. (2023). What Is Emotional Invalidation?https://psychcentral.com/health/reasons-you-and-others-invalidate-your-emotional-experience
Martin, D. S. (2018, August 27). Emotional Invalidation: A Form of Emotional Abuse – Live Well with Sharon Martin. Live Well With Sharon Martin. https://www.livewellwithsharonmartin.com/emotional-invalidation-emotional-abuse/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



