Deeptalk.co.id – Generasi yang lahir pada rentan tahun 1997-2012 dikenal dengan julukan gen z. Mereka merupakan generasi yang sangat familiar dengan teknologi. Hal itu tentu tidak mengherankan jika mengingat mereka tumbuh di era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Tidak hanya teknologi, ilmu pengetahuan juga perkembang pesat di era para gen z ini.
Sayangnya, gen z juga sering dianggap sebagai generasi dengan mental yang lemah. Namun, dibalik itu semua. Gen z merupakan generasi yang sangat peduli akan kesehatan mental. Pada era mereka juga terlahir berbagai macam istilah di dunia kesehatan mental. Salah satu yang sedang populer akhir-akhir ini adalah inner child.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kaitan antara inner child dan kesehatan mental, dan bagaimana cara agar gen z dapat berdamai dengan inner child mereka. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa gejala gangguan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Apa Itu Inner Child?

Inner child merupakan sisi kanak-kanak yang ada dalam diri orang dewasa. Inner child menyimpan segala hal yang berhubungan dengan pengalaman dan emosi di masa kecil. Inner child juga memiliki peran penting bagi kesehatan mental dan kesejahteraan hidup seseorang.
Pembahasan tentang inner child memang umumnya selalu mengarah pada luka batin atau trauma di masa kanak-kanak. Namun, tidak semua inner child itu tentang trauma, melainkan juga bisa tentang hal-hal menyenangkan yang terjadi di masa kecil. Inner child positif maupun negatif itulah yang sedikit banyak mempengaruhi kondisi mental dan kesejahteraan hidup seseorang. Maka tidak heran jika banyak gen z yang sudah menjadi orang tua mencoba memberikan banyak pengalaman indah untuk anak mereka.
Inner child yang terluka pada dasarnya cukup banyak dialami oleh para gen z. Sayangnya, hanya sebagian kecil dari mereka yang menyadari hal tersebut. Inilah yang terkadang membuat gen z tidak paham akan dirinya yang kesulitan mengontrol emosi, atau timbulnya masalah kesehatan mental lainnya.
Baca juga: Positif Negatif: Anak Menjadi Seleb Sosmed
Mengapa Gen Z Perlu Berdamai Dengan Masa Lalunya?

Trauma di masa lalu terutama di masa kanak-kanak bukan hal yang bisa kita ubah maupun lupakan sepenuhnya. Namun tentu bukan hal mudah juga untuk berdamai dengan segala trauma yang menyakitkan itu. Meski demikian, berdamai dari luka masa lalu atau inner child merupakan hal yang sangat penting. Terutama untuk para gen z yang saat ini sedang dalam usia produktif. Jangan sampai masalah belum berdamai dengan inner child bisa mempengaruhi produktivitas dan kondisi mentalmu.
Berikut beberapa manfaat yang bisa gen z rasakan jika mampu berdamai dengan luka masa kecilnya:
Peningkatan kesehatan mental
Menerima dan berdamai dengan segala luka yang kamu alami di masa kanak-kanak merupakan langkah awal menuju kesehatan mental yang baik. Berdamai dengan masa lalu ini juga akan membantu kamu memahami permasalahan dalam diri, mampu mengatur suasana hati dengan baik, dan membangun hubungan positif dengan orang-orang sekitar.
Pengelolaan emosi yang baik
Jika kamu tidak mengenal inner child atau mengabaikannya, bisa saja kamu tidak paham dengan emosi yang tidak stabil, atau bagaimana cara mengontrol emosi tersebut. Banyak orang yang tidak sadar bahwa salah satu pemicu hal tersebut adalah trauma di masa kanak-kanak yang belum terselesaikan. Saat kamu mengetahui pemicu emosi yang tidak stabil itu, kamu jadi bisa mengelolanya dengan baik. Kamu jadi bisa menghindari hal-hal pemicu, dan tahu bagaimana cara mengendalikan emosi tersebut.
Peningkatan kualitas hubungan
Banyak orang yang tidak sadar bahwa rusaknya hubungan dengan orang-orang terdekat bisa saja dipicu oleh inner child yang tidak terselesaikan. Kabar baiknya, dengan berdamai dan menerima inner child mu, kamu justru bisa meningkatkan kualitas hubungan dengan orang-orang terdekatmu. Selain itu, orang terdekatmu juga bisa menjadi support system yang baik saat mengalami masalah.
Pencegahan trauma antar generasi
Satu hal yang paling penting dalam berdamai dengan inner child adalah memutus trauma antar generasi. Banyak orang tua yang secara tidak sadar mewariskan trauma masa kecil mereka ke anak-anaknya. Jika gen z tidak memutus kebiasaan itu, sampai generasi mana inner child ini akan mengganggu? Maka dari itu, berdamai dengan inner child akan membuat kamu mendidik generasi selanjutnya dengan lebih baik dan tidak menimbulkan trauma-trauma psikologis yang akan mengganggunya dikemudian hari.
Itu dia sedikit penjelasan terkait inner child dan alasan mengapa gen z perlu berdamai dengan luka masa kecilnya. Jika kamu mengalami kesulitan dalam mengobati luka masa kecilmu, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id dan berkonsultasi dengan psikolog yang terlatih. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mengelola Emosi Selama Ramadan: Cara Tetap Sabar dan Positif Saat Berpuasa
Sumber:
Inner Child: Apa Itu, Tanda, Penyebab, dan Cara Berdamai dengan Masa Lalu. (2023). Prudential. https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/inner-child/. Diakses Pada 21 Maret 2025.
Rahia, D. R., & Latifa, B. (2023). Sosialisasi 'Keterkaitan Pola Asuh dan Inner Child Terhadap Tumbuh Kembang Anak di RA. Al-Muslim Waborobo'.
Surianti, J. (2022). Inner Child: Memahami dan Mengatasi Luka Masa Kecil. Jurnal MIMBAR, 8(2).
Syahfitri, Y. (2023). Pengaruh Inner Child Terhadap Kepribadian Mahasiswi di STIBA Ar Raayah Sukabumi.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



