Semua artikel
Kesehatan Mental

Inilah Alasannya. Mengapa Banyak Orang Memiliki Self-Awareness yang Rendah

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernahkah kamu merasa kebingungan tentang dirimu sendiri? Atau mungkin pernah terlalu fokus pada pandangan orang lain tentangmu? Jika iya, jangan khawatir, kamu tidak sendirian. Banyak orang di usia remaja bahkan usia dewasa menghadapi tantangan dalam memahami diri mereka sendiri. Dan hal ini seringkali disebabkan oleh rendahnya tingkat self-awareness.

Sebelum kita masuk ke alasannya, yuk kenali dulu apa itu self-awareness. Self-awareness adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami diri sendiri dengan jujur dan obyektif. Saat seseorang memiliki self-awareness yang baik. Maka mereka akan mengenali emosi, kekuatan, kelemahan, dan nilai-nilai yang membentuk kepribadian mereka. Dengan begitu, mereka bisa mengambil keputusan dengan tepat, mengelola emosi, dan berinteraksi dengan orang lain secara lebih efektif.

Akan tetapi, seiring dengan tumbuhnya usia dan pengalaman, beberapa orang mengalami kesulitan dalam mencapai tingkat self-awareness yang diharapkan. Nah, berikut adalah lima alasan utama mengapa self-awareness seseorang bisa rendah.

1. Terlalu Bergantung pada Opini Orang Lain

Salah satu faktor penting yang dapat menghambat pengembangan self-awareness adalah terlalu bergantung pada opini orang lain. Ketika kita terlalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Maka kita cenderung mengabaikan atau bahkan menekan sisi-sisi dari diri kita yang mungkin dianggap tidak ideal oleh orang lain. Hal ini bisa mengarah pada berbagai masalah dalam memahami diri sendiri dengan lebih mendalam.

Dalam konteks ini, kita sering kali mencari validasi dan persetujuan dari orang lain. Kita mungkin merasa perlu untuk selalu tampil sempurna dan sesuai dengan harapan orang lain. Bahkan jika itu berarti menyembunyikan bagian dari diri kita yang sebenarnya. Kita mungkin takut menunjukkan dan mengembangkan sisi diri kita yang berbeda dari kebanyakan orang. Hal ini karena rasa khawatir tentang bagaimana orang lain akan menilai kita.

Dalam jangka panjang, terlalu bergantung pada opini orang lain dapat membuat kita kehilangan kontak dengan diri sendiri. Kita mungkin tidak lagi tahu apa yang sebenarnya yang kita inginkan. Apa yang membuat kita bahagia. Atau apa yang benar-benar penting bagi kita. Rasa percaya diri kita bisa terkikis karena selalu mencoba memenuhi ekspektasi orang lain. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesejahteraan emosional kita.

Selain itu, berusaha terlalu keras untuk memenuhi standar orang lain dapat menyebabkan kita merasa asing pada sisi kepribadian kita sebenarnya. Kita mungkin mengabaikan minat, nilai-nilai, atau keinginan kita sendiri demi mendapatkan penerimaan dari orang lain. Akibatnya, kita tidak lagi mengenali diri kita dengan baik. Bahkan akan muncul perasaan ketidakpuasan atau kebingungan tentang diri sendiri.

Baca juga: Body Shaming Menghambat Self-Acceptance dan Body Positivity

2. Menghindari Diri Sendiri

Menghindari Diri Sendiri adalah perilaku seseorang untuk mengabaikan sisi dari diri mereka yang dianggap tidak menyenangkan atau sulit untuk dihadapi. Ini dapat mencakup perasaan, emosi, pikiran, atau bahkan bagian-bagian dari masa lalu yang menyakitkan. Orang-orang yang mengalami hal ini sering kali merasa cemas, takut, atau tidak nyaman. Dengan mengakui sisi diri kita, maka akan ada perasaan bebas melakukan sesuatu sesuai keinginan kita.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa menghindari diri sendiri.

  1. Rasa Takut Terhadap Pengungkapan Diri. Mereka takut menghadapi emosi atau perasaan mereka sendiri karena takut terluka. Mereka takut bahwa perasaan itu akan menyakitkan bagi mereka untuk dihadapi secara langsung.
  2. Ketidaknyamanan dengan Kekurangan atau Kegagalan. Beberapa orang merasa tidak nyaman dengan kelemahan atau kegagalan mereka. Sebagai akibatnya, mereka memilih untuk menyembunyikan aspek-aspek ini dari diri mereka sendiri agar tidak merasa tidak berharga.
  3. Tekanan Sosial dan Penilaian Orang Lain. Orang-orang mungkin merasa perlu memenuhi standar tertentu dari masyarakat atau lingkungan sekitar mereka. Hal ini dapat menyebabkan mereka menyembunyikan bagian dari diri mereka yang tidak sesuai dengan ekspektasi tersebut.
  4. Mekanisme Koping. Bagi beberapa individu, menghindari diri sendiri dapat menjadi cara untuk mengatasi situasi yang sulit atau menyakitkan. Namun, dalam jangka panjang, hal ini bisa menjadi hambatan untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
  5. Pengalaman Trauma. Seseorang yang mengalami pengalaman traumatis menghindari diri mereka sebagai cara untuk melindungi diri dari rasa sakit atau kenangan yang menyakitkan.

Ketika kita menghindari sisi diri kita sendiri, akibatnya, kita tidak dapat mengenali potensi, kelemahan, atau cara-cara untuk memperbaiki diri.

3. Tidak Mengenal Nilai dan Tujuan Hidup

Ketika seseorang tidak memiliki pemahaman yang jelas tujuan hidupnya. Mereka cenderung kehilangan arah dalam hidup. Tanpa arah yang jelas, sulit bagi mereka untuk memahami bagaimana tindakan dan keputusan mereka berhubungan dengan tujuan akhir mereka. Akibatnya, self-awareness mereka menjadi kabur.

4. Rasa Takut Menghadapi Perubahan

Perubahan adalah bagian alami dari kehidupan, tetapi beberapa orang mungkin takut menghadapinya. Mereka mungkin terjebak dalam zona nyaman mereka dan menolak untuk tumbuh dan berkembang. Rasa takut ini dapat menghalangi perkembangan self-awareness. Karena mereka enggan melihat diri mereka dengan kritis dan terbuka terhadap perubahan.

Jadi, itulah lima alasannya mengapa seseorang bisa memiliki self-awareness yang rendah.

Baca juga: Menggunakan Self-Awareness: Kunci untuk Menjalani Kehidupan Sehari-hari dengan Lebih Bermakna

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Inilah Alasannya. Mengapa Banyak Orang Memiliki Self-Awareness yang Rendah — DeepTalk