Deeptalk.co.id – Pernahkah kamu mendengar istilah poscoital dysphoria? Istilah yang satu ini merupakan kondisi yang menggambarkan seseorang yang mengalami kesedihan setelah berhubungan intim. Bahkan dalam beberapa kasus, penderita poscoital dysphoria akan menangis setelah melakukan hubungan intim.
Hubungan intim merupakan kondisi cukup digemari oleh sebagian besar pasangan. Pasalnya aktivitas tersebut selain dilakukan untuk mendapatkan keturunan, berhubungan intim juga dipercaya dapat meningkatkan suasana hati. Dengan suasana hati yang baik ini beberapa orang bahkan menjadi lebih produktif dalam menjalani kehidupan mereka.
Sayangnya, tidak semua orang menikmati aktivitas berhubungan intim tersebut sebagaimana mestinya. Salah satunya adalah orang-orang yang mengalami poscoital dysphoria atau kesedihan mendalam setelah melakukan hubungan intim.
Saat mengalami poscoital dysphoria, seseorang akan mengalami kesedihan bahkan menangis dan kehilangan minat terhadap hal-hal menyenangkan, dan berbagai gejala depresi lainnya sesaat setelah melakukan hubungan intim. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja tanpa memandang gender. Baik laki-laki maupun perempuan, sama-sama bisa mengalami poscoital dysphoria.
Cukup banyak pendapat mengenai penyebab dari poscoital dysphoria tersebut. beberapa diantaranya menyatakan bahwa poscoital dysphoria diakibatkan oleh pengalaman traumatis seperti mengalami kekerasan seksual, keguguran, atau meninggalnya anak di usia dini. Selain itu, peningkatan dan penurunan hormon serotonin juga dipercaya dapat menyebabkan poscoital dysphoria. Seperti yang sudah diketahui bahwa selama melakukan hubungan intim, seseorang akan secara aktif memproduksi hormon serotonin yang berfungsi meningkatkan suasana hati. Setelah seseorang mencapai orgasme, maka hormon serotonin akan secara drastis mengalami penurunan.
Seseorang yang mengalami kondisi poscoital dysphoria tentunya akan menunjukkan gejala setelah melakukan hubungan intim, atau setelah mereka mengalami orgasme. Adapun gejala tersebut bisa berupa penyesalan, perasaan tidak berharga, frustasi, agitasi, penurunan rasa percaya diri, marah, hingga menangis.
Walaupun kondisi poscoital dysphoria bisa dibilang sebagai kondisi yang normal, namun jika hal ini berlangsung terus menerus tentu akan memperburuk hubungan dengan pasangan. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa mencoba beberapa tips berikut:
Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Tidak sedikit dari orang-orang yang mengalami poscoital dysphoria justru menyalahkan dirinya sendiri. Mulai dari tidak bisa berbuat lebih baik selama melakukan hubungan intim, atau merasa tidak berdaya akibat rasa trauma yang terus menghantuinya. Padahal menyalahkan diri sendiri ini justru hanya akan membuat diri menjadi lebih terpuruk dan memperburuk kondisi poscoital dysphoria itu sendiri.
Dengan demikian, untuk mengatasi poscoital dysphoria, cobalah untuk berhenti menyalahkan diri sendiri. Kenali apa yang membuat mu sedih dan cobalah pahami bahwa tidak semua kesalahan itu bisa dilimpahkan untuk menjadi bebanmu.
Baca juga : Menangis Setelah Berhubungan Intim? Kenali Poscoital Dysphoria
Ceritakan Kondisi Bersama Pasangan
Menyembunyikan apa yang kita rasakan hanya akan membuat pasangan menjadi bingung akan respon yang dikeluarkan setelah melakukan hubungan intim. Saat kamu tiba-tiba menangis atau merasa sedih setelah berhubungan intim, cobalah untuk menceritakan apa yang menjadi kendala dan membuat mu menjadi sedih. Menceritakan kondisi mu kepada pasangan akan membuat kamu merasa jauh lebih tenang. Selain itu, mungkin saja kamu akan mendapatkan jawaban dan hiburan dari rasa sedih yang kamu alami. Jangan tanggung beban itu sendiri, dan ceritakanlah dengan pasanganmu.
Kenali Pemicu Rasa Sedih

Alih-alih menyalahkan diri sendiri terus menerus dan membuat kamu menjadi lebih terpuruk, cobalah untuk mulai mengenai pemicu rasa sedih yang kamu alami. Apakah kamu merasa insecure dengan bentuk tubuh atau kamu mungkin pernah mengalami trauma yang berhubungan dengan hubungan intim. Dengan mengenali pemicu rasa sedih ini, kamu bisa pelan-pelan memulihkan apa yang memicu perasaan sedih tersebut.
Meminta Waktu Jeda
Jika kamu merasa sedih ditengah-tengah hubungan intim, kamu bisa meminta waktu jeda dengan pasangan mu. Biarkan diri mu menjadi sedikit lebih rileks, lalu setelah itu kamu bisa melanjutkannya kembali. Tindakan semacam ini dapat membuat kamu lebih bisa menikmati hubungan intim tanpa beban. Namun, jika kamu sudah tidak ingin melanjutkannya, maka cobalah untuk menjelaskan kondisi mu dengan pasangan dan tidak melanjutkan tindakan tersebut. Jangan sampai aktivitas hubungan intim yang seharusnya menjadi menyenangkan, justru menjadi beban tersendiri. Dalam hal ini tentu diperlukan pengertian mendalam antar sesama pasangan.
Meminta Bantuan Ahli
Saat kamu sudah mencoba berbagai cara dan tidak berhasil juga, kamu bisa mencoba untuk meminta bantuan profesional. Tidak ada salahnya menceritakan apa yang menjadi masalah mu dengan Psikolog atau Psikiater. Takutnya kondisi poscoital dysphoria yang kamu alami berhubungan dengan kondisi kesehatan mental seperti trauma. Dengan demikian, kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat oleh ahlinya.
Seperti itulah tips yang bisa kamu coba jika mengalami poscoital dysphoria. Sekali lagi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli jika kamu membutuhkannya. Semua ini demi kebaikan diri mu dan juga hubungan mu. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Tips Mencegah dan Mengatasi Body Shaming
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



