Deeptalk.co.id – Tahukah kamu bahwa gangguan skizofrenia sendiri terbagi ke dalam beberapa kondisi kesehatan mental lainnya. Salah satunya adalah gangguan skizofrenia paranoid. Penderita gangguan skizofrenia paranoid mengalami kendala dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hal ini dikarenakan gejala yang mengganggu. Untuk itulah penderita gangguan skizofrenia paranoid perlu mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Untuk penjelasan lebih detailnya, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan skizofrenia paranoid. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menemukan orang dengan kondisi yang sama seperti apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka sebaiknya konsultasikan dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, penderita akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Pengertian Gangguan Skizofrenia Paranoid

Sama halnya dengan gangguan skizofrenia pada umumnya, penderita gangguan skizofrenia paranoid juga mengalami delusi dan halusinasi. Delusi sendiri merupakan kondisi dimana seseorang meyakini hal-hal yang tidak nyata, dan halusinasi merupakan kondisi dimana seseorang melihat, mendengar, merasakan, dan mencium hal-hal yang tidak nyata. Namun penderita gangguan skizofrenia paranoid memiliki ciri khas adanya dominasi terhadap kecurigaan atau ketakutan yang tidak nyata.
Penderita gangguan skizofrenia paranoid cenderung merasa bahwa ada orang yang memantau mereka, membisikkan hal-hal yang tidak nyata, dan seakan sedang dikejar oleh sosok yang sebenarnya tidak ada. Delusi dan halusinasi yang dialami cukup mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Sebagian besar kondisi ini akhirnya berdampak pada pola pikir dan perubahan perilaku penderitanya.
Gangguan skizofrenia paranoid merupakan tipe gangguan skizofrenia yang paling umum dialami dibandingkan dengan jenis gangguan skizofrenia lainnya. World Health Organization atau WHO mencatat bahwa setidaknya ada 70% penderita gangguan skizofrenia mengalami gangguan skizofrenia paranoid. Bahkan di Indonesia, gangguan skizofrenia paranoid merupakan gangguan mental dengan posisi teratas, yaitu 4,6%.
Penyebab Gangguan Skizofrenia Paranoid

Sayangnya penyebab pasti dari gangguan skizofrenia paranoid ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan skizofrenia paranoid. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:
Genetik
Faktor genetik memang cukup mempengaruhi keadaan mental seseorang. Pasalnya, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan skizofrenia paranoid akan beresiko mengalami gangguan yang sama. Walaupun tidak semua orang tua dengan gangguan skizofrenia paranoid memiliki anak dengan gangguan yang sama.
Lingkungan
Selain genetik, faktor lingkungan tidak kalah mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Sebagai contoh, seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis, atau memiliki kehidupan dengan stress tinggi, akan beresiko mengalami gangguan skizofrenia paranoid.
Baca juga : Bagaimana Penanganan Pada Penderita Gangguan Skizofreniform?
Kondisi di dalam kandungan
Bayi yang mengalami malnutrisi atau terinfeksi virus selama di dalam kandungan akan beresiko mengalami gangguan skizofrenia paranoid. Karena inilah mengapa Ibu perlu memperhatikan dirinya selama mengandung. Selain itu, bayi yang lahir dengan kekurangan oksigen juga beresiko mengalami gangguan skizofrenia paranoid.
Mengkonsumsi obat-obatan terlarang
Dampak negatif dari mengkonsumsi obat-obatan terlarang memang bukan rahasia lagi. Salah satu dampak negatifnya adalah mengakibatkan seseorang mengalami gangguan skizofrenia paranoid. Seperti yang diketahui bahwa mengkonsumsi obat-obatan terlarang bisa berdampak pada kerusakan otak.
Gejala Gangguan Skizofrenia Paranoid

Penderita gangguan skizofrenia paranoid bisa jadi menunjukkan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Umumnya, gejala dari gangguan skizofrenia paranoid adalah adanya delusi dan halusinasi. Berikut beberapa gejala dari gangguan skizofrenia paranoid:
Delusi
Delusi atau waham merupakan kondisi dimana seseorang mempercayai hal-hal yang tidak nyata. Sebagai contoh, penderita gangguan skizofrenia paranoid percaya bahwa ada orang yang sedang mengintai pergerakannya, atau penderita merasa bahwa orang-orang sangat membenci dirinya.
Halusinasi
Halusinasi merupakan kondisi dimana seseorang melihat, mendengar, merasakan, dan mencium hal-hal yang tidak nyata. Bisa dibilang halusinasi ini melibatkan panca indra untuk merasakan sesuatu yang tidak ada. Sebagai contoh, penderita gangguan skizofrenia paranoid melihat makhluk aneh yang hendak mengejarnya, atau mendapatkan bisikkan-bisikkan misterius yang mendorongnya untuk melakukan kejahatan.
Kecemasan berlebih
Selain delusi dan halusinasi, penderita gangguan skizofrenia paranoid juga mengalami kecemasan berlebih. Mereka mudah curiga dan memiliki rasa cemburu yang sering kali tidak realistis. Hal ini tentu akan mengganggu aktivitas dan hubungan sosial penderita.
Gangguan suasana hati
Penderita gangguan skizofrenia paranoid juga cenderung mengalami gangguan suasana hati. Mereka bisa saja mengalami perubahan suasana hati, atau bahkan merasa kesedihan yang mendalam. Jika tidak ditangani, maka kondisi ini bisa menjadi komplikasi gangguan mental seperti bipolar dan depresi.
Mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol berlebihan
Untuk mengabaikan halusinasi dan pikiran-pikiran mengganggu, tidak sedikit dari penderita skizofrenia paranoid melakukan pengalihan dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol berlebihan. Sayangnya hal ini dapat mengakibatkan kecanduan dan justru memperburuk kondisi skizofrenia paranoid.
Seperti itulah penjelasan mengenai gangguan skizofrenia paranoid. Jika kamu menemukan orang dengan gejala di atas, maka segera konsultasikan dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Lebih singkat Dari Skizofrenia? Ini Dia Penjelasan Mengenai Skizofreniform
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



